Menu

Mode Gelap
Bupati Pati Nonaktif Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Bentrok Antar Pendukung Dikecam Warga Semarang Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol 6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api

BANDARA

Kemenhub: Puncak Arus Mudik Terjadi pada H-3 Lebaran

badge-check


 Pemudik di Bandara Perbesar

Pemudik di Bandara

Wartatrans.com, JAKARTA – Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 mencatat puncak pergerakan arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Lebaran.

Puncak pergerakan ini terdistribusi hampir merata di seluruh moda transportasi, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dalam periode mudik tahun ini.

Berdasarkan data posko, jumlah pergerakan penumpang tertinggi pada H-3 tercatat pada sejumlah moda transportasi utama, yakni angkutan penyeberangan sebesar 403.883 penumpang, diikuti perkeretaapian (antarkota dan regional) sebanyak 401.238 penumpang, angkutan udara (domestik dan internasional) sebanyak 311.836 penumpang, serta angkutan darat (bus dan travel) sebanyak 232.016 penumpang.

Sementara itu, moda angkutan laut mencatat puncak pergerakan lebih awal pada H-6 dengan jumlah 105.936 penumpang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi menyampaikan, pola pergerakan tahun ini menunjukkan kecenderungan multimoda yang semakin kuat, seiring meningkatnya konektivitas dan integrasi layanan transportasi nasional.

“Puncak arus mudik pada H-3 terjadi hampir di seluruh moda transportasi, dengan dominasi tertinggi pada angkutan penyeberangan. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat semakin tersebar dan tidak terfokus pada satu moda saja, melainkan memanfaatkan berbagai alternatif transportasi yang tersedia,” jelas Titis di Jakarta, Jumat (20/3/2026).

Data sementara Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat akumulasi dari H-8 (13 Maret 2026) hingga H-2 (19 Maret 2026), jumlah pengguna angkutan umum pada sejumlah moda mencapai 9.047.233 penumpang atau naik 10,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8.166.170 penumpang.

Angka ini mencakup moda perkeretaapian sebesar 2.669.314 orang, naik 14,05% dari tahun sebelumnya 2.340.509 orang; angkutan udara sebesar 1.982.987 orang, naik 5,18% dari tahun sebelumnya 1.885.266 orang.

Angkutan laut 739.724 orang, naik 6,48% dari tahun sebelumnya 694.702 orang; angkutan penyeberangan sebesar 2.259.469 orang, naik 15,54% dari tahun sebelumnya 1.955.508 orang; angkutan darat (bus dan travel) sebesar 1.395.739 orang, naik 8,18% dari tahun sebelumnya 1.290.185 orang.

Kemudian pergerakan keluar dan masuk Jakarta melalui jalan tol pada H-8 s/d H-2 terpantau 1.383.338 kendaraan yang keluar Jakarta, naik 5.27% dari tahun sebelumnya 1.314.042 kendaraan

“Sedangkan kendaraan yang masuk sebesar 917.512 kendaraan, naik 11,39% dari tahun sebelumnya 823.697 kendaraan,” ujarnya.

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 memantau total 1.560 simpul dan jaringan, dengan rincian 264 titik simpul angkutan laut, 177 terminal yang terdiri dari 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B, 248 titik simpul angkutan penyeberangan, 472 titik simpul angkutan kereta api, 257 titik simpul angkutan udara, serta 43 jaringan di 6 gerbang tol dan 44 jaringan di jalan arteri.

Titis menegaskan, Kemenhub bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik.

“Pemerintah terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan keselamatan, memperhatikan jadwal perjalanan, serta memanfaatkan informasi resmi yang disediakan guna menghindari kepadatan pada titik-titik tertentu.

Adanya sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD

22 September 2026 - 15:37 WIB

KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo

22 September 2026 - 14:21 WIB

Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat

22 September 2026 - 13:50 WIB

KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api

22 September 2026 - 13:44 WIB

KCIC-Polda Jabar Perkuat Pengamanan Whoosh, 1.773 CCTV Dikerahkan Pantau Operasional

22 September 2026 - 13:10 WIB

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22 September 2026 - 12:40 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

Ditjen Hubdat Dorong Sertifikasi Kompetensi SMK PAU Direksi Perusahaan Angkutan Umum

22 September 2026 - 12:03 WIB

KAI Daop 1 Catat 16 Kasus Pencurian Kabel Rel Kereta Api

22 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di PERON