Wartatrans.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) meraih penghargaan Silver pada kategori Sustainability Report dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 gelaran Prospectus Media di Swiss-Belhotel Surakarta, Jawa Tengah (6/8/2026).
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen perusahaan dalam membangun praktik bisnis yang bertanggungjawab melalui pelaporan keberlanjutan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.

ISRA 2026 mengusung tema “Catalyzing Collective Change for Scalable Impact” yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri, regulator, akademisi, media, dan pemerintah untuk mendorong penerapan keberlanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Penyelenggaraan ISRA 2026 turut dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto dan Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof. Widodo Muktiyo.
Steering Committee ISRA 2026, Miftah Faridl Widhagdha mengatakan, penghargaan ISRA tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga momentum bagi dunia usaha untuk memperkuat implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui kolaborasi serta aksi nyata.
“ISRA 2026 bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi momentum memperkuat komitmen dunia usaha dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Miftah.
Keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan aksi nyata, sehingga perusahaan dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok Indra Hidayat Sani, menegaskan bahwa Sustainability Report bukan sekadar dokumen pelaporan, melainkan instrumen strategis yang merefleksikan arah transformasi perusahaan.
“Keberlanjutan harus menjadi bagian dari cara perusahaan menciptakan nilai. Melalui Sustainability Report, kami membangun transparansi atas kinerja perusahaan, mengukur dampak program yang dijalankan, serta memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan kontribusi sosial dan lingkungan,” jelas Indra.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kepelabuhanan, PTP Nonpetikemas terus memperkuat penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional dan tata kelola perusahaan.
Implementasinya mencakup efisiensi operasional, peningkatan keselamatan kerja, penguatan hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional, serta pengelolaan lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Senior Manager Corporate Secretary PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami mengungkapkan, kualitas pelaporan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat akuntabilitas perusahaan kepada para pemangku kepentingan.
“Bagi PTP Nonpetikemas, Sustainability Report bukan sekadar pemenuhan kepatuhan, tetapi wujud akuntabilitas perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan. Melalui tema Acceleration Through Terminalization, kami menggambarkan bagaimana transformasi bisnis dijalankan secara bertanggungjawab dengan mengintegrasikan prinsip ESG, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan,” ujar Fiona.
ISRA 2026 diikuti 89 perusahaan yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Ajang ini menyoroti berbagai praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga inklusi sosial sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pencapaian ini memperkuat komitmen PTP Nonpetikemas untuk terus mengintegrasikan prinsip ESG dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan operasional, serta hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Ke depan, PTP Nonpetikemas akan terus meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan, memperkuat pengukuran dampak program secara komprehensif, serta mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung terciptanya ekosistem logistik dan kepelabuhanan yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Indra. (omy)






























