Menu

Mode Gelap
KAI Daop 7 Madiun Edukasi Pelajar Nganjuk tentang Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api Berkah Jelang Ramadhan: Hadirkan Promo Rute Antarkota Favorit DAMRI Mulai 120 Ribuan! Stasiun Jatake Perkuat Akomodasi Mobilitas Wilayah Barat Jawa melalui Pengembangan Layanan Bertahap KAI Perkuat Integrasi Antarmoda untuk Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran 2026 Pemkab Kapuas Hulu Sambut Tiga Atlet NPCI Berprestasi Nasional dan Internasional Jelang Musprov Inkindo Sulteng, Gufran Ahmad: Momentum Strategis Dukung Pembangunan Daerah

Uncategorized

KAI Perkuat Integrasi Antarmoda untuk Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran 2026

badge-check


 KAI Perkuat Integrasi Antarmoda untuk Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat strategi pelayanan Angkutan Lebaran 2026 melalui penguatan integrasi antarmoda guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya pergerakan penumpang pada periode libur Lebaran. Kereta api diposisikan sebagai tulang punggung transportasi massal nasional yang terhubung langsung dengan berbagai moda lanjutan.

Penguatan integrasi antarmoda dinilai menjadi kunci pengelolaan arus perjalanan nasional, khususnya pada masa mudik yang ditandai dengan lonjakan mobilitas lintas wilayah. Konektivitas kereta api dengan moda lanjutan seperti kereta perkotaan, layanan bus, hingga angkutan lanjutan di kawasan perkotaan memungkinkan perjalanan masyarakat berlangsung secara end-to-end, lebih efisien, nyaman, dan terdistribusi merata.

Di wilayah Jabodetabek, KAI menghadirkan kemudahan akses melalui stasiun-stasiun yang terintegrasi dengan layanan KRL Commuter Line. Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara menjadi alternatif titik keberangkatan kereta api jarak jauh yang dapat dijangkau terlebih dahulu menggunakan KRL dari wilayah penyangga. Skema ini membantu mengurangi kepadatan di stasiun pusat sekaligus memperluas pilihan perjalanan bagi pemudik.

Sementara itu, Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen tetap berperan sebagai simpul utama keberangkatan kereta api jarak jauh yang terintegrasi dengan layanan TransJakarta, angkutan lanjutan, taksi, serta kendaraan sewa. Integrasi tersebut memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan menuju berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Penguatan integrasi antarmoda juga dilakukan di kawasan pusat kota melalui keterhubungan Stasiun Manggarai, Stasiun BNI City, dan kawasan Dukuh Atas sebagai hub multimoda. Kawasan ini mengintegrasikan layanan KRL, kereta bandara, LRT Jabodebek, TransJakarta, serta moda lanjutan lainnya sehingga pergerakan penumpang antarlayanan dapat berlangsung lebih efisien dan terstruktur.

Integrasi serupa diperkuat di sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa. Di Bandung, stasiun utama terhubung dengan angkutan perkotaan menuju kawasan Bandung Raya. Di Yogyakarta, kereta api jarak jauh dan lokal terintegrasi dengan layanan KRL Yogyakarta–Solo serta angkutan perkotaan. Sementara di Surabaya, integrasi antarmoda mendukung pergerakan penumpang dari dan menuju kawasan Gerbangkertosusila.

Sejalan dengan strategi tersebut, KAI juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tanggal-tanggal awal masa Angkutan Lebaran guna membantu pemerataan arus penumpang dan meningkatkan kenyamanan perjalanan.

Hingga Kamis, 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket kereta api reguler untuk periode 11–23 Maret 2026 tercatat mencapai 568.307 tiket. Konsentrasi pemesanan masih didominasi tanggal-tanggal mendekati Hari Raya, sementara pada tanggal awal ketersediaan tiket masih relatif longgar.

Data menunjukkan, pada 11 Maret 2026 tiket terjual baru mencapai 13.049 tiket, 12 Maret 2026 sebanyak 29.576 tiket, serta 16 Maret 2026 sebanyak 34.766 tiket. Angka tersebut masih berada di bawah tingkat pemesanan pada 18 Maret 2026 yang mencapai 59.773 tiket dan 19 Maret 2026 sebanyak 62.095 tiket.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa integrasi stasiun dengan moda lanjutan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan Lebaran.

“Pemudik kini memiliki lebih banyak pilihan titik keberangkatan dan lanjutan perjalanan. Integrasi antarmoda ini mendukung kelancaran mobilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan selama libur Lebaran,” ujar Anne.

KAI juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana, penerapan skema penjualan tiket bertahap H-45, serta pengelolaan sistem ticketing yang transparan untuk menjamin layanan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan andal.

Masyarakat diimbau melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta mitra agen tiket resmi lainnya guna memastikan keabsahan tiket dan kenyamanan perjalanan.

“Dengan dukungan stasiun terintegrasi dan perencanaan perjalanan yang baik, masyarakat dapat menjalani perjalanan Lebaran dengan lebih tenang dan nyaman,” tutup Anne.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 7 Madiun Edukasi Pelajar Nganjuk tentang Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api

6 Februari 2026 - 19:16 WIB

Stasiun Jatake Perkuat Akomodasi Mobilitas Wilayah Barat Jawa melalui Pengembangan Layanan Bertahap

6 Februari 2026 - 18:59 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 234 Ribu Tempat Duduk Selama Libur Panjang Imlek 2026

6 Februari 2026 - 14:00 WIB

Awal 2026, Volume Pengguna KAI Commuter di Jabodetabek dan Banten Terus Meningkat

6 Februari 2026 - 13:52 WIB

KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Kesiapan Awak KA Sambut Lonjakan Lebaran 2026

6 Februari 2026 - 11:40 WIB

Trending di Uncategorized