Menu

Mode Gelap
KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal Komut KAI Wisata Kunjungi Stasiun Jakarta Kota, Luncurkan Inisiatif Pelestarian 5 Stasiun Bersejarah Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

Uncategorized

Lebih 890 Ribu Pelanggan Gunakan Face Recognition KAI Sepanjang Januari 2026: Efisiensi Layanan dan Keberlanjutan

badge-check


 Lebih 890 Ribu Pelanggan Gunakan Face Recognition KAI Sepanjang Januari 2026: Efisiensi Layanan dan Keberlanjutan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 890.165 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) memanfaatkan layanan face recognition selama Januari 2026. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perjalanan yang praktis, cepat, dan nyaman di tengah tingginya mobilitas.

Layanan face recognition saat ini telah tersedia di 22 stasiun, yakni Stasiun Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Medan, Malang, Madiun, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta.

Melalui fasilitas tersebut, pelanggan dapat melakukan proses boarding tanpa perlu menunjukkan tiket cetak maupun dokumen identitas secara manual. Verifikasi identitas dilakukan secara digital sehingga proses boarding menjadi lebih cepat dan antrean dapat ditekan.

Dari sisi pelanggan, pemanfaatan face recognition menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih sederhana dan efisien. Waktu tunggu di area boarding menjadi lebih singkat, sehingga suasana perjalanan terasa lebih tertib dan nyaman.

Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, layanan ini juga berdampak pada efisiensi pengelolaan sumber daya perusahaan. Boarding tanpa tiket cetak mengurangi penggunaan kertas.

Dengan asumsi satu roll kertas sepanjang 7.200 cm dapat mencetak sekitar 400 tiket dengan harga Rp14.765 per roll, maka biaya pencetakan setara sekitar Rp37 per tiket. Berdasarkan perhitungan tersebut, penggunaan face recognition oleh 890.165 pelanggan selama Januari 2026 berpotensi menghemat biaya pencetakan tiket hingga sekitar Rp32,9 juta.

Efisiensi tersebut sejalan dengan upaya KAI dalam mengelola operasional secara lebih efektif dan bertanggung jawab. Pengurangan penggunaan kertas juga berkontribusi pada penurunan kebutuhan bahan baku serta distribusi logistik, sehingga mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan layanan face recognition berangkat dari kebutuhan pelanggan akan layanan yang semakin praktis dan nyaman.

“Bagi pelanggan, face recognition memberikan kemudahan karena proses boarding menjadi lebih cepat dan sederhana. Dari sisi KAI, layanan ini membantu kami menjaga kelancaran operasional sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan,” ujar Anne.

Anne menambahkan, menjelang masa mudik Lebaran, pemanfaatan face recognition akan semakin membantu pelanggan dalam mengoptimalkan waktu perjalanan.

“Kami mengajak pelanggan untuk memanfaatkan fasilitas ini agar proses boarding berjalan lebih lancar dan perjalanan dapat dinikmati dengan lebih nyaman,” katanya.

Ke depan, KAI menegaskan akan terus mengembangkan layanan digital yang berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan, efisiensi operasional, serta keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal

30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Akhirnya Dunia Usaha Ekonomi Kreatif Cilacap Punya Payung Hukum

29 Juni 2026 - 13:10 WIB

Lima Hari Terkatung di Jalan, Penumpang Bus Putra Pelangi Keluhkan Armada Sering Mogok 

29 Juni 2026 - 13:03 WIB

Puisi Menemukan Realitasnya di Aceh, Ahmadun: Satu Pekan PPN XIV Terasa Kurang

28 Juni 2026 - 22:33 WIB

Alwashliyah Gandeng ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, MoU Disiapkan di Muktamar XXIII

27 Juni 2026 - 10:15 WIB

Tiket Diskon Kereta 30 Persen Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Manfaatkan Libur Sekolah

27 Juni 2026 - 04:56 WIB

Ketua Kurator PPN XIV Salman Yoga Usulkan Didong Gayo Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

26 Juni 2026 - 01:53 WIB

KA Siliwangi Makin Diminati, Angkut 680 Ribu Penumpang dalam Lima Bulan dengan Tarif Mulai Rp2.000

25 Juni 2026 - 22:48 WIB

4 Emas di Nagoya 2026: Target Realistis atau Bukti Mundur Indonesia ikuti Asian Games? 

24 Juni 2026 - 19:51 WIB

Kemenhub Tegaskan Komitmen Perlindungan dan Penguatan Daya Saing Pelaut

24 Juni 2026 - 07:56 WIB

Trending di Uncategorized