Menu ✖

Mode Gelap
Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi Tolitoli Pastikan 21 Cabor Bertanding di Porprov X Sulteng Morowali 2026 Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah?

Uncategorized

KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Kesiapan Awak KA Sambut Lonjakan Lebaran 2026

badge-check


 KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Kesiapan Awak KA Sambut Lonjakan Lebaran 2026 Perbesar

Wartatrans.com, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus mematangkan persiapan menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026 dengan memperkuat keandalan sarana, prasarana, serta kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Upaya tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan transportasi kereta api berjalan aman, andal, dan lancar di tengah potensi lonjakan penumpang.

Salah satu langkah konkret yang ditempuh yakni melalui penyelenggaraan Diklat Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Manual Tingkat Muda dengan Penggerak Non Listrik Angkatan I Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 7 Madiun dalam meningkatkan kesiapan mental dan teknis personel lapangan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa diklat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman, serta kesiapsiagaan awak sarana dalam menghadapi berbagai kondisi operasional. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama yang harus didukung oleh SDM yang kompeten.

“Tujuan utama dari Diklat Refreshing ASP ini adalah meningkatkan kompetensi, pemahaman, serta kesiapsiagaan awak sarana dalam menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan. Keselamatan perjalanan kereta api adalah yang utama, dan itu dimulai dari SDM yang kompeten,” ujar Tohari.

Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh pembekalan intensif yang mencakup penyegaran budaya keselamatan (safety refreshing) oleh Tim Safety Inspector, pendalaman regulasi operasional terkait tugas dan wewenang Awak Sarana, serta materi teknis penanganan gangguan operasional di lintas. Materi teknis tersebut difokuskan pada penanganan gangguan pada lokomotif jenis CC 201, CC 203, dan CC 204.

Sebagai penutup rangkaian diklat, para peserta mengikuti praktik simulasi penanganan gangguan operasional secara langsung pada lokomotif. Simulasi ini dirancang untuk melatih ketepatan dan kecepatan awak kereta api dalam menerapkan pedoman kerja saat menghadapi kondisi tidak normal atau darurat di lintas.

Melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap dapat menghasilkan SDM yang profesional dan siap mendukung operasional perkeretaapian yang selamat dan andal selama masa Angkutan Lebaran 2026.

“Kami ingin masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api pada masa Lebaran nanti merasa aman dan nyaman. Daop 7 Madiun senantiasa berkomitmen menyediakan layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu,” tutup Tohari.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat

28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trending di Uncategorized