Menu ✖

Mode Gelap
Pemerintah Perkuat Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK Dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, DAMRI Hadirkan Kemudahan Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta IDSurvey dan S&P Global Bahas Penguatan ESG serta Pengembangan Bisnis Konsultasi PELNI Raih Penghargaan Excellence in National Maritime Connectivity Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar

PERON

KAI Raih 5 Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026, Perkuat Layanan Inklusif dan Transportasi Rendah Emisi

badge-check


 KAI Raih 5 Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026, Perkuat Layanan Inklusif dan Transportasi Rendah Emisi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) meraih lima penghargaan dalam Indonesia Sustainability Award 2026 yang digelar di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Kamis (18/6/2026).

Ajang ini mengusung tema One Nation, One Commitment: Advancing ESG Excellence Across Industries dan menjadi ruang apresiasi bagi perusahaan yang menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG dalam kegiatan bisnis.

Penghargaan yang diterima KAI meliputi:

1. Sustainable Innovation Award dengan penilaian lima bintang
2. Corporate Climate Action Leadership Award dengan penilaian lima bintang
3. ESG Excellence – BUMN dengan penilaian lima bintang
4. ESG Leadership Excellence Award dengan penilaian lima bintang, diberikan kepada Muhammad Sahli
5. The Most Inclusive Business 2026 – Best of The Best

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi KAI untuk terus memperkuat layanan yang dekat dengan kebutuhan pelanggan, efisien dalam operasional, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“ESG dijalankan dari hal-hal yang langsung dirasakan pelanggan dan publik. Perjalanan harus tepat waktu, akses layanan perlu semakin mudah, energi digunakan lebih hemat, dan distribusi barang melalui rel harus semakin kuat. Penghargaan ini menjadi pengingat agar KAI terus bekerja dengan data, ukuran yang jelas, dan hasil yang bisa dirasakan,” ujar Anne.

KAI memiliki skala layanan yang besar dalam mendukung mobilitas dan logistik nasional. KAI mengelola 608 stasiun, 6.031 km infrastruktur aktif, serta 11.312 sarana yang terdiri atas lokomotif, kereta penumpang, gerbong barang, KRL, KRD, dan LRT. Skala tersebut membuat agenda keberlanjutan KAI perlu dijalankan secara bertahap, terukur, dan menyentuh berbagai wilayah layanan.

Penguatan ESG KAI juga berjalan bersama pertumbuhan layanan. Berdasarkan data Januari–Mei 2026, KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan, naik 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 199.663.907 pelanggan. Pada periode tersebut, On Time Performance KA Penumpang tercatat 99,89 persen untuk keberangkatan dan 96,84 persen untuk kedatangan.

Pertumbuhan pelanggan tersebut didukung berbagai layanan KAI Group, mulai dari KA Jarak Jauh dan Lokal, KAI Commuter, KAI Bandara, LRT Jabodebek, LRT Sumsel, KAI Wisata, KA Makassar–Parepare, hingga Whoosh. Dari sisi pengalaman pelanggan, Customer Satisfaction Index KAI tahun 2025 tercatat 4,52 dan berada pada kategori sangat baik.

Penghargaan The Most Inclusive Business 2026 – Best of The Best sejalan dengan langkah KAI dalam memperluas layanan yang ramah bagi berbagai kelompok pelanggan. Di aplikasi Access by KAI, fitur Female Seat Map telah hadir sejak 23 Maret 2025. Fitur ini membantu pelanggan perempuan melihat posisi kursi pelanggan perempuan lain sebelum memilih tempat duduk, sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan lebih nyaman.

Di stasiun, KAI juga menyiapkan fasilitas aksesibilitas secara bertahap bagi pelanggan disabilitas dan pelanggan yang membutuhkan bantuan. Fasilitas tersebut antara lain jalur landai, kursi roda, toilet disabilitas, lift atau eskalator di stasiun tertentu, guiding block, ruang tunggu, serta pendampingan petugas sesuai kebutuhan layanan di lapangan.

“Transportasi publik harus semakin mudah diakses oleh berbagai kelompok pelanggan. Karena itu, KAI terus memperbaiki layanan agar pelanggan perempuan, lansia, disabilitas, keluarga, serta masyarakat umum dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan,” kata Anne.

Selain melayani mobilitas masyarakat, KAI juga memperkuat peran rel dalam rantai pasok nasional. Sepanjang Januari–Mei 2026, KAI melayani 26.486.417 ton barang. Komoditas terbesar yaitu batu bara 21.563.901 ton, petikemas 2.428.471 ton, Bahan Bakar Minyak atau BBM 1.096.998 ton, semen dan klinker 977.983 ton, perkebunan 268.728 ton, retail 48.684 ton, serta komoditas lainnya 101.652 ton.

Menurut Anne, layanan barang berbasis rel memiliki nilai penting dalam agenda keberlanjutan karena mampu membawa muatan besar secara lebih efisien dan membantu menjaga kelancaran distribusi.

“Rel memberi pilihan logistik yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha. Ketika distribusi barang semakin efisien, manfaatnya dapat masuk ke rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari kelancaran pasok, daya saing industri, hingga pengurangan tekanan di jalan raya,” ujar Anne.

Dari sisi lingkungan, KAI memperluas penggunaan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS. Hingga Juni 2026, KAI telah mengembangkan 113 unit PLTS dengan total kapasitas terpasang 4.430,65 kWp yang tersebar di 92 lokasi. Unit PLTS dan lokasi dicatat sebagai dua hal berbeda karena dalam satu lokasi dapat terpasang lebih dari satu unit.

PLTS tersebut dipasang pada berbagai fasilitas operasional KAI, seperti stasiun, balai yasa, griya karya, depo, kantor, dan gedung record center. Dengan kapasitas tersebut, PLTS KAI berpotensi menghasilkan sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik bersih per tahun dan menurunkan emisi karbon sekitar 5.100 hingga 5.800 ton CO₂ per tahun.

Agenda iklim KAI juga diperkuat melalui roadmap biodiesel. Penggunaan bahan bakar di lingkungan KAI berjalan dari B0 pada 2017, B20 pada 2018–2019, B30 pada 2020–2022, B35 pada 2023–2024, B40 pada 2025–2026, dan menuju B50 pada 2026. Dalam program aksi strategis dekarbonisasi KAI 2025–2030, perubahan bahan bakar dari B35 menjadi B50 ditargetkan dapat menurunkan emisi sebesar 133.676 ton CO₂e.

Di bidang digitalisasi, KAI memperkuat layanan melalui Face Recognition Boarding Gate. Hingga 3 Juni 2026, layanan ini telah digunakan lebih dari 25 juta kali, dengan 5,4 juta pelanggan melakukan registrasi. Digitalisasi proses boarding tersebut membantu mempercepat layanan, meningkatkan kenyamanan pelanggan, dan mendukung penghematan sekitar 64 juta lembar kertas.

Anne menambahkan, penghargaan ESG Leadership Excellence Award yang diberikan kepada Muhammad Sahli menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan KAI dijalankan melalui kepemimpinan, kerja lintas fungsi, dan konsistensi tim dalam mengelola program.

“KAI akan terus menjaga agar setiap inisiatif memiliki ukuran yang jelas, baik dari jumlah pelanggan yang dilayani, tonase barang yang didistribusikan, energi yang dihemat, emisi yang diturunkan, maupun kemudahan yang dirasakan pelanggan. Dengan cara itu, keberlanjutan menjadi bagian dari pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar

6 November 2026 - 18:28 WIB

Pastikan Keselamatan Kereta Jelang Nataru, Bobby Rasyidin Tinjau Perlintasan Daop 6

6 November 2026 - 13:50 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, Keberangkatan KA dari Gambir Bertambah Jadi 45 Perjalanan

6 November 2026 - 13:04 WIB

KAI Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Bobby Rasyidin Pastikan Pengadaan Kereta Baru

6 November 2026 - 07:30 WIB

Lawang Sewu dan Museum Ambarawa Tarik 2,1 Juta Pengunjung, KAI Dorong Wisata Sejarah

6 November 2026 - 06:12 WIB

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Trending di PERON