Wartayrans.com, JAKARTA — Setelah sukses menyalurkan bantuan sosial berupa sembako, air bersih, dan Al-Qur’an kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Langsa dan Aceh Timur, organisasi kemasyarakatan Keluarga Masyarakat Langsa (KEMALA) Jabodetabek kembali melanjutkan aksi kemanusiaannya. Kali ini, KEMALA membagikan sajadah serta perlengkapan ibadah ke musholla dan sejumlah tempat peribadatan.
Ketua KEMALA Jabodetabek, Safrul Riza Yudhistara yang akrab disapa Panglima Langit, mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat pascabencana.

“Syukur Alhamdulillah, KEMALA Jabodetabek terus bergerak. Setelah kebutuhan hidup seperti sembako bisa teratasi, tentu kebutuhan batin juga perlu diperhatikan. Karena itu kami menyalurkan Al-Qur’an ke musholla, masjid, balai pengajian, dan rumah tahfiz. Setelah bantuan Al-Qur’an dirasa cukup, kini kami melanjutkan dengan bantuan sajadah serta perlengkapan ibadah lainnya,” ujar Panglima Langit.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas dukungan para donatur yang terus mengalir dan memberikan kepercayaan penuh kepada KEMALA Jabodetabek.
“Hingga saat ini, dana yang masuk. telah disalurkan dalam bentuk sembako, air bersih, Al-Qur’an, sajadah, dan perlengkapan ibadah. Yang patut kami tegaskan, biaya transportasi dan akomodasi pengurus yang turun langsung ke Langsa sepenuhnya ditanggung oleh sponsor dan dana pribadi pengurus. Tidak satu rupiah pun dana donasi digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegas pria yang juga dikenal sebagai tabib dan musisi tersebut.

Aksi nyata yang dilakukan pengurus KEMALA Jabodetabek pun mendapat apresiasi luas dari para sesepuh dan masyarakat Langsa. Dukungan serta pujian mengalir sebagai bentuk kepercayaan atas kiprah organisasi tersebut.
“Kepercayaan dari para sesepuh dan masyarakat Langsa terhadap keberadaan KEMALA Jabodetabek kini semakin menguat,” ungkap Panglima Langit dengan nada haru.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berbagai keraguan terhadap kepemimpinannya kini mulai terjawab melalui kerja nyata di lapangan.
“Kami menjawab semua keraguan dengan kinerja yang serius dan nyata. KEMALA di bawah kepemimpinan saya tidak banyak bicara, tapi bekerja dan memberi hasil. Inilah yang membuat masyarakat Langsa akhirnya mengakui dan menghargai keberadaan KEMALA Jabodetabek,” pungkasnya.*** (Buyil)
























