Menu

Mode Gelap
20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik Wisatawan Asing Makin Gemar Naik Kereta, KAI Layani 308 Ribu Penumpang Mancanegara pada Semester I 2026 Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

Uncategorized

Amdal di Persimpangan Ilmu, Hukum, dan Praktik

badge-check


 Amdal di Persimpangan Ilmu, Hukum, dan Praktik Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah laju pembangunan yang kian masif, kebutuhan akan instrumen pengendali dampak lingkungan menjadi semakin mendesak. Buku Analisis Mengenai Dampak Lingkungan: Perspektif Ilmu, Landasan Hukum, serta Dinamika Tata Laksana Penilaiannya hadir menjawab kebutuhan itu. Karya Prof. Dr. Ir. Surjono Hadi Sutjahjo, MS, SH dan Dr. Farid Mohammad, ST., M.Env ini bukan sekadar buku ajar, melainkan peta komprehensif tentang bagaimana Amdal bekerja—dari konsep hingga praktik.

Sejak halaman awal, buku ini menegaskan posisi Amdal sebagai instrumen strategis. Ia tidak hanya berdiri sebagai syarat administratif dalam proyek pembangunan, tetapi juga sebagai perangkat ilmiah yang berfungsi mencegah kerusakan lingkungan sejak dini. Perspektif ini penting, terutama ketika pembangunan kerap berjalan lebih cepat dibandingkan kemampuan lingkungan untuk pulih.

Kekuatan utama buku ini terletak pada penyusunannya yang sistematis. Pembaca diajak menelusuri Amdal dari fondasi konseptual, masuk ke ranah regulasi, hingga pada dinamika implementasi di lapangan. Ulasan mengenai kerangka hukum di Indonesia disajikan dengan rinci, memberi gambaran utuh tentang bagaimana Amdal diatur dan dijalankan dalam sistem kebijakan nasional.

Tidak berhenti pada tataran teori, buku ini juga membedah metodologi penyusunan dan penilaian Amdal secara praktis. Tahapan seperti identifikasi dampak, evaluasi kelayakan lingkungan, hingga mekanisme penilaian dipaparkan dengan bahasa yang cukup bersahabat. Di titik ini, buku tersebut menjembatani kebutuhan akademisi dan praktisi sekaligus.

Menariknya, dimensi historis turut mendapat porsi penting. Pembaca diajak menengok asal-usul konsep Environmental Impact Assessment (EIA) yang berakar dari kebijakan lingkungan di Amerika Serikat pada akhir 1960-an. Dari sana, terlihat bagaimana konsep ini berevolusi secara global dan diadaptasi ke dalam konteks Indonesia. Perspektif historis ini memperkaya pemahaman bahwa Amdal bukanlah konsep yang statis, melainkan hasil proses panjang lintas negara dan waktu.

Namun, buku ini tidak menutup mata terhadap realitas. Dalam praktiknya, pelaksanaan Amdal kerap menghadapi berbagai tantangan—mulai dari persoalan birokrasi, tarik-menarik kepentingan pembangunan, hingga kondisi sosial masyarakat yang beragam. Uraian tentang dinamika ini memberi nuansa kritis, sekaligus menunjukkan bahwa Amdal hidup dalam ruang yang kompleks.

Pada akhirnya, buku ini layak ditempatkan sebagai referensi penting bagi siapa pun yang ingin memahami Amdal secara menyeluruh. Di tengah kebutuhan akan pembangunan yang lebih bertanggung jawab, kehadiran buku ini menjadi pengingat: menjaga lingkungan bukan pilihan tambahan, melainkan bagian inti dari proses pembangunan itu sendiri.*** (Gara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Trending di ANJUNGAN