Menu

Mode Gelap
Minat Kereta Panoramic Meningkat, KAI Catat 150.176 Pelanggan Sepanjang 2025 Libur Tahun Baru, Penumpang Commuter Line Tembus 15 Juta Orang Selama Nataru Fort Canning Tree Tunnel Jadi Spot Favorit Wisatawan di Singapura Relawan Sahabat Safar Dampingi Anak Korban Longsor di Desa Jongok Meluem KAI Daop 6 Yogyakarta Layani 1,004 Juta Penumpang hingga Hari ke-16 Angkutan Nataru Loko Café Malioboro Meriahkan Malam Tahun Baru 2026 dengan Hiburan dan Doorprize

PERON

Kemenhub Pulihkan Akses Warga Pascabanjir, Jalur KA Medan–Binjai Kembali Tersambung

badge-check


					Jalur KA Medan-Binjai Perbesar

Jalur KA Medan-Binjai

Wartatrans.com, JAKARTA – Akses transportasi masyarakat akhirnya kembali pulih. Jalur kereta api (KA) Medan–Binjai yang sempat terputus akibat banjir resmi kembali dibuka pada 2 Desember 2025, setelah rangkaian pengujian dan pemeriksaan struktur memastikan kondisi lintasan aman untuk dilewati.

KA Sri Lelawangsa menjadi perjalanan pertama yang kembali beroperasi pada pukul 17.33 WIB, menandai kembalinya konektivitas warga di kawasan tersebut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi seluruh petugas yang terlibat dalam proses pemulihan.

Dia menegaskan, perbaikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan aktivitas masyarakat yang sempat terhenti.

“Alhamdulillah, jalur Medan–Binjai sudah kembali terbuka dan dapat dilintasi kereta sejak 2 Desember. Seluruh proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan menjunjung tinggi aspek keselamatan,” ungkap Menhub di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Pemulihan cepat ini merupakan bagian dari percepatan penanganan yang dilakukan Kementerian Perhubungan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk segera membuka kembali seluruh akses transportasi yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera.

“Kami terus bekerja sesuai arahan Presiden untuk memastikan seluruh titik terdampak dapat segera pulih. Semoga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik dapat kembali normal seperti sediakala,” ungkap Menhub.

Sebelumnya, salah satu titik kerusakan terparah terdapat di jalur Medan–Binjai, tepatnya pada Km 9+5/8, di mana tanah dasar jalur ambles sedalam sekitar 1,5 meter dengan panjang kerusakan mencapai 200 meter akibat banjir besar pada 28 November 2025.

Sejak hari pertama kejadian, tim gabungan Kemenhub, pemerintah daerah, operator kereta api, dan relawan teknis bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Meski terkendala cuaca ekstrem dan genangan air tinggi, petugas tetap bekerja siang dan malam untuk menstabilkan tanah dasar, mengevakuasi material terdampak, serta mengamankan lingkungan sekitar jalur.

Upaya pemulihan berlanjut pada 29–30 November melalui perbaikan ballast, bantalan, penambat, hingga penataan ulang struktur jalur.

Sarana mekanis MTT juga dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan sekaligus memastikan lintasan kembali stabil dan aman dilintasi.

Kemenhub akan terus melakukan pemantauan pascapembukaan jalur, termasuk inspeksi rutin terhadap stabilitas lintasan dan penguatan infrastruktur untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem ke depan.

“Koordinasi dengan operator kereta api serta para pemangku kepentingan lainnya juga terus dilakukan untuk memastikan jalur-jalur yang sempat terputus dapat segera tersambung kembali secara menyeluruh,” pungkas Menhub. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Minat Kereta Panoramic Meningkat, KAI Catat 150.176 Pelanggan Sepanjang 2025

2 Januari 2026 - 19:53 WIB

Libur Tahun Baru, Penumpang Commuter Line Tembus 15 Juta Orang Selama Nataru

2 Januari 2026 - 19:30 WIB

KAI Daop 6 Yogyakarta Layani 1,004 Juta Penumpang hingga Hari ke-16 Angkutan Nataru

2 Januari 2026 - 18:28 WIB

KA Makassar-Parepare Layani 318.311 Penumpang Sepanjang 2025

2 Januari 2026 - 17:15 WIB

Ekonomi Bergerak Bersama Wisata Berbasis Pengalaman, Penumpang Kereta Suite Class Compartment Tumbuh 47,8 Persen

2 Januari 2026 - 16:57 WIB

Trending di PERON