Menu ✖

Mode Gelap
Musda I APPSI Aceh Tengah Resmi Bentuk Kepengurusan Periode 2026–2031, Ali Munawardiko. SE, Terpilih Secara Aklamasi MBG Gerakkan Ekonomi Lokal, Lebih 1 Juta Tenaga Kerja Terserap KAI Luncurkan Lima Inovasi Lewat Reactivation Campaign #AyoNaikKereta Jelang Nataru, Jasa Raharja Bersiap Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi 3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru TPK Koja Dukung Generasi Emas melalui Program TJSL di SMA Negeri 8 Yogyakarta

JALUR

Menhub Dudy Nilai FWA Mampu Pecah Kepadatan Lalin Saat Angkutan Lebaran

badge-check


 Suasana penumpang di simpul transportasi saat liburan Perbesar

Suasana penumpang di simpul transportasi saat liburan

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai penerapan flexible working arrangement (FWA) akan mendukung kelancaran angkutan Lebaran.

Kebijakan tersebut menurutnya, berpotensi memecah kepadatan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi dalam satu waktu saja.

“Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (15/2).

Pemerintah telah sepakat menerapkan FWA untuk Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Atas kebijakan tersebut, Survei Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan menyatakan, persepsi/preferensi masyarakat menunjukkan penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus mudik seperti H-5 dan H-3.

Dengan FWA, pergerakan masyarakat pada arus mudik lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5 (H-6 sampai H-8).

Kemudian, pada arus balik, masyarakat juga menunjukkan persepsi/preferensi bahwa penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus balik yaitu H+4 sampai H+6 setelah lebaran.

Hari puncak kepadatan pergerakan masyarakat menjadi terdistribusi lebih merata karena terdapat masyarakat yang mengubah rencana perjalanan di luar H-8 sampai dengan H+8 (menjadi sebelum H-8 dan setelah H+8).

Menhub menyampaikan, hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan.

Sementara itu, pada 2025, survei mencatat potensi pergerakan masyarakat sebesar 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Ditambahkannya, pengalaman tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan.

Meski secara survei tahun ini terlihat adanya sedikit penurunan sekitar 1,7 persen, hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan pemerintah dalam melakukan persiapan.

“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin,” ujar Menhub.

Dia mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak arus mudik dan arus balik.

“Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman,” pungkas Menhub. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru

28 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, DAMRI Mataram Dorong Kepedulian Lingkungan lewat Tanam Pohon

28 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan

28 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Begini Langkah Strategi Ditjen Hubdat Hadapi Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Pemerintah Usulkan Penerapan WFA di Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Membumikan Kepemimpinan melalui Transportasi Publik

26 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Penumpang Angkutan Umum Jakarta Tumbuh 10,8%

26 Oktober 2026 - 07:11 WIB

CSR Bank BJB Biayai 3 Halte Transjakarta di Jatiasih

23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Kota Serang, Dukung Transportasi Publik Berkelanjutan

23 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Trending di JALUR