Menu

Mode Gelap
Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026 BKKP dan UPP Indramayu Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala bagi Stakeholder Pelabuhan KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan Yogyakarta–Palur Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus KAI Layani 196 Ribu Penumpang pada Hari Pertama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus MAA Jakarta Surati Menag soal Penggunaan Atribut Adat Aceh dalam Ucapan Keagamaan

PERON

KKP: Modernisasi Kapal Perikanan untuk Nelayan Naik Kelas Bertahap sampai 2028

badge-check


 Presiden Prabowo saat mengunjungi  bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Gorontalo beberapa waktu lalu (Foto : Sekretariat Presiden) Perbesar

Presiden Prabowo saat mengunjungi bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Gorontalo beberapa waktu lalu (Foto : Sekretariat Presiden)

Wartatrans.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan keseriusannya membangun sektor kelautan dan perikanan nasional. Dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5), Prabowo mengumumkan pembangunan 1.582 unit kapal ikan modern untuk nelayan di seluruh Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah mendorong nelayan lokal “naik kelas” melalui modernisasi armada tangkap dan penguatan ekonomi pesisir. Di hadapan para nelayan dan masyarakat pesisir, Prabowo menegaskan bantuan kapal akan mulai direalisasikan tahun ini.

Ia menyebut pembangunan kapal dilakukan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil sekaligus langkah memperkuat kedaulatan maritim Indonesia.

“Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” ujar Prabowo.

Program bantuan kapal tersebut akan dijalankan melalui koperasi nelayan. Pemerintah mendorong nelayan di berbagai daerah membentuk kelompok usaha berbasis koperasi agar distribusi bantuan lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Kapal yang dibangun terdiri dari berbagai ukuran, mulai kapal kecil hingga kapal besar sesuai kebutuhan wilayah penangkapan ikan.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan pembangunan 1.582 kapal dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 unit merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang nantinya diprioritaskan untuk mendukung aktivitas ekonomi di KNMP.

Menurut Trenggono, program ini bertujuan meremajakan armada perikanan nasional yang sebagian besar telah berusia tua. Pemerintah juga memastikan seluruh kapal diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor maritim.

Selain membangun kapal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan armada modern tersebut. Pelatihan awak kapal dilakukan melalui sekolah-sekolah perikanan dan masyarakat pesisir di kawasan KNMP.

Bangun 50 Kapal di 2026

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada penyelesaian 50 unit kapal modern sepanjang 2026. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan rantai pasok material, peralatan, hingga kesiapan galangan kapal nasional.

“Membangun kapal harus benar benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional dan memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi. Kita harus siapkan semua mulai dari design ,bahan bakunya dan kelengkapan lainnya hingga kesiapan galangan kapal yang akan membangunnya,” ujar Latif.

Program modernisasi armada ini juga mendapat dukungan internasional. Dalam kunjungan kenegaraan ke London awal tahun 2026, Pemerintah Inggris menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan 1.500 kapal ikan Indonesia melalui kerja sama maritim kedua negara. Dukungan tersebut disampaikan langsung Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Prabowo di Downing Street.

Pemerintah menilai modernisasi kapal ikan menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekonomi biru nasional. Kehadiran kapal modern diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan, memperluas jangkauan melaut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Di sisi lain, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga terus dipercepat. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 KNMP pada 2025 dan sebanyak 65 lokasi telah rampung dibangun. Kawasan KNMP dirancang menjadi pusat ekonomi pesisir terpadu yang dilengkapi hunian nelayan, fasilitas pengolahan hasil laut, hingga penguatan koperasi masyarakat.

Bagi pemerintah, pembangunan ribuan kapal dan kampung nelayan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol perubahan arah kebijakan maritim nasional. Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan nelayan Indonesia tidak lagi menjadi penonton di lautnya sendiri, melainkan menjadi pelaku utama dalam mengelola kekayaan laut nasional.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan Yogyakarta–Palur Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

14 Mei 2026 - 11:33 WIB

KAI Layani 196 Ribu Penumpang pada Hari Pertama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

14 Mei 2026 - 11:17 WIB

Penjualan Tiket Whoosh di Long Weekend Capai 33.602, KCIC Siapkan Fasilitas dan Layanan Penunjang bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus

14 Mei 2026 - 11:09 WIB

KAI Pasang Palang Pintu Baru di Perlintasan Ampera Bekasi Timur

14 Mei 2026 - 10:31 WIB

Masuki Libur Panjang, Okupansi Whoosh dari Halim Capai 95%

14 Mei 2026 - 10:14 WIB

KAI Angkut 16,6 Juta Ton Batu Bara hingga April 2026 untuk Dukung Pasokan Energi Jawa-Bali

13 Mei 2026 - 18:34 WIB

KAI Services Gandeng ADFood Services Tingkatkan Kualitas dan Keamanan Pangan di Kereta

13 Mei 2026 - 17:55 WIB

Penjualan Tiket KA Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Tembus 584 Ribu, Rute Wisata jadi Favorit

13 Mei 2026 - 17:33 WIB

Mau Liburan Naik Kereta? Tiket dari Daop 1 Jakarta ke Sejumlah Kota Masih Tersedia

13 Mei 2026 - 16:57 WIB

KAI Wisata dan BTN Jalin Kerja Sama Pengembangan Layanan dan Inovasi Digital

13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Trending di PERON