Wartatrans.com, SABANG – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang mengerahkan Kapal Negara (KN) Antares untuk mendukung penyaluran bantuan dan evakuasi warga terdampak banjir di Aceh.
Kapal tersebut membawa bantuan logistik dari berbagai lembaga serta komunitas masyarakat.

Kepala Distrik Navigasi Sabang, Capt. Tohara menjelaskan, KN Antares diberangkatkan dari Sabang pada Senin (1/12/2025) pukul 13.30 WIB dan tiba di Ulee Lheue pada pukul 16.00 WIB.
Setibanya di pelabuhan, kapal langsung melakukan proses pemuatan bantuan kemanusiaan.
“Setelah seluruh logistik terpasang dengan aman, KN Antares bertolak kembali dari Pelabuhan Ulee Lheue pada pukul 19.50 WIB menuju Pelabuhan Krueng Geukueh. Kapal diperkirakan tiba hari ini,” kata Capt. Tohara.
KN Antares dinahkodai Ricky Hasbalah dan membawa kru gabungan dari Disnav Sabang, SROP Ulee Lheue, serta personel SROP Blang Oi. Kapal tersebut memuat bantuan logistik dari BPSDM/Poltekpel Malahayati yaitu beras 10 kg sejumlah 50 sak, 98 dus mie instan, dan 50 dus air mineral.
Kemudian dari Aliansi Mahasiswa Provinsi Aceh, pakaian kering 103 karung, beras 5 kg sebanyak 15 sak, mie instan 13 dus, air mineral 14 dus, pembalut dua kotak dan snack makanan satu kotak serta sebanyak 33 karung pakaian kering dari STIS Al-Aziziyah Sabang.
Setelah itu kemudian melakukan proses pembongkaran logistik yang akan diserahkan kepada Posko KSOP Kelas IV Lhokseumawe.
Dukungan Evakuasi Warga Terdampak
Selain membawa logistik, KN Antares juga menjalankan misi evakuasi warga terdampak banjir. Pada Selasa (2/12/2025) pukul 13.00 WIB, kapal dijadwalkan melakukan embarkasi 100 warga dari Lhokseumawe.
“Mereka akan diberangkatkan menuju Pelabuhan Ulee Lheue pada pukul 15.00 WIB di hari yang sama,” katanya.
“Seluruh kru, peralatan, dan sistem navigasi kami dalam kondisi siap mendukung percepatan penanganan darurat banjir di Aceh. Kami memastikan seluruh kegiatan, baik distribusi bantuan maupun evakuasi berjalan aman, terkoordinasi, dan tepat waktu.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui seluruh unit kerja teknis di wilayah Aceh akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan. (omy)






















