Menu

Mode Gelap
Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140% Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z Penumpang Angkutan Laut Lebaran Naik 9,86%, Tembus 2,02 Juta

WISATA

Komodo Waterfront Festival 2025 Dimulai

badge-check


 Bentang Kain Songke Manggarai di pembukaan Komodo Waterfront 2025 Perbesar

Bentang Kain Songke Manggarai di pembukaan Komodo Waterfront 2025

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Komodo Waterfront Festival (KWF) 2025, yang mengusung tema “Bajo Heritage”, resmi dimulai di Labuan Bajo, Sabtu (15/11/2025).

Acara pembukaannya berlangsung meriah dan penuh makna, pukul 06.00 hingga 08.30 WITA, dengan menampilkan aksi kolosal Bentang Kain Songke Manggarai yang melibatkan total 1.507 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari guru, siswa, dosen, hingga mahasiswa.

Acara diawali dengan Karnaval Kebudayaan yang memukau, bergerak dari Puncak Waringin menuju Jalan Soekarno Hatta di depan Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Karnaval ini menyuguhkan berbagai atraksi seni dan busana tradisional, merangkul semangat “Bajo Heritage”.

Puncak acara ditandai dengan seremoni resmi dan pembentangan massal Kain Songke Manggarai.

Acara ini dihadiri dan dibuka secara simbolis oleh dr. Yulianus Weng, M.Kes, selaku Wakil Bupati Manggarai Barat bersama Ferry Snyders, selaku Direktur Utama PT. Indonesia Ferry Property (IFPRO).

Turut hadir memeriahkan dan menyaksikan pembukaan KWF 2025, para pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai Barat, termasuk Kapolres, Danlanal, Dandim, dan Danramil.

Kehadiran juga datang dari unsur strategis pariwisata dan pendidikan, seperti Ketua ASITA, Ketua PHRI, Perwakilan Seminari, serta seluruh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat, di antaranya Kadis Dishub, Kadis Satpol PP, Kadis Pariwisata, Kadis Pendidikan, Kadis Koperasi, Kadis Kominfo, Kabag Kesra, dan Pimpinan OPD lainnya yang berkesempatan hadir atau yang mewakili.

“Komodo Waterfront Festival adalah panggung kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Labuan Bajo selain keindahan alam, akan tetapi juga kekayaan budaya yang tak ternilai. Aksi Bentang Kain Songke hari ini adalah penegasan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Manggarai,” tutur dr. Yulianus.

Acara pembukaan diakhiri dengan pemukulan gong oleh para pejabat sebagai simbolis resminya Komodo Waterfront Festival 2025 dibuka.

Bentang Kain Songke melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan pendidikan, termasuk Politeknik Elbajo Commodus, SMK Stella Maris, MAN Komodo, SMKN 1 Labuan Bajo, SMAN 1 Komodo, SMPN 1 Komodo, SMP Arnoldus Labuan Bajo, SMAK St. Ignatius Loyola, SMPK St. Ignatius Loyola, dan SMK St. Yosefa.

Aksi kolosal ini memiliki makna yang sangat mendalam sesuai dengan tema festival yakni Bajo Heritage Simbol Kebanggaan dan Pelestarian Budaya.

Pembentangan kain Songke khas Manggarai yang masif (target seribu bentang kain) merupakan wujud nyata dari kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur dan upaya melestarikan tradisi tenun Songke.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk penghormatan mendalam terhadap akar budaya Manggarai Barat, memastikan festival bertaraf internasional ini tetap berlandaskan pada kearifan lokal.

Tak hanya itu saja, bentangan Songke menunjukkan kekayaan budaya Labuan Bajo dan memperkuat citranya sebagai destinasi wisata unggulan kelas dunia berbasis kearifan lokal.

“Aksi ini menjadi simbol kebersamaan dan sambutan hangat masyarakat Manggarai Barat untuk seluruh wisatawan (lokal dan asing) yang berkunjung ke Labuan Bajo,” ujarnya.

Rangkaian Acara Komodo Waterfront Festival 2025 berlanjut hingga 22 November dengan jadwal yang beragam.

Di antaranya:

15 November: Karnaval budaya dan bentang Songke
16 November: Pelatihan & Kompetisi memasak cita rasa lokal dengan Guest star culinary chef yang yang sudah mengikuti championship culinary di berbagai negara.
18 & 19 November: Pelatihan dan Kompetisi Mixology bersama Gede Ngurah Udayana (Legenda Bartender Indonesia) dan Eka Jager (Top 10 Legenda Bartender Flair Dunia).
19 November: Pameran budaya di lobby hotel dan Final Komodo Idol 3.
20 – 22 November: Pembukaan Bazaar UMKM seni, budaya dan kuliner
21 November: Kompetisi tarian dan talenta di Bajo Got Talent.
22 November (Puncak Acara): Sendratari modern, Komodo Idol Grand Final, Fashion Show, dan hiburan musik lainnya.

Masyarakat dan wisatawan diundang untuk turut serta dan menyaksikan kemeriahan seluruh rangkaian Komodo Waterfront Festival 2025 yang menggabungkan warisan budaya, kuliner, dan hiburan. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Wamenpar: Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, Naik 6,3%

2 April 2026 - 05:26 WIB

InJourney Sukses Optimalkan Kelancaran Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026

1 April 2026 - 18:49 WIB

Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

1 April 2026 - 16:15 WIB

Jamaah Umrah Lhokseumawe Berangkat ke Madinah, Skema Kemudahan Biaya Jadi Sorotan

1 April 2026 - 15:14 WIB

Menpar Dorong Maskapai ANA Perluas Layanan Penerbangan di Indonesia

30 Maret 2026 - 18:11 WIB

Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Jepang, Dukung Strategi Penguatan Pasar Asia Timur

30 Maret 2026 - 08:49 WIB

Penataan Puncak Dipercepat, Bupati Bogor Gandeng Swasta

29 Maret 2026 - 12:03 WIB

Trip.com Group dan InJourney Jalin Kerja Sama Dorong Transformasi Digital Pariwisata Indonesia

27 Maret 2026 - 20:39 WIB

Mengintip Jejak Kepedulian InJourney Hospitality via Bestie Care-Bestie Share

27 Maret 2026 - 18:55 WIB

Trending di EKOBIS