Menu

Mode Gelap
Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026 Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026 Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta

ANJUNGAN

KSOP Cirebon dan Gamatara Trans Ocean Shipyard Teken Kerja Sama Sewa Lahan

badge-check


 Kerja sama KSOP Cirebon dan PT GTOS Perbesar

Kerja sama KSOP Cirebon dan PT GTOS

Wartatrans.com, CIREBON – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon teken Perjanjian Kerjasama Sewa Lahan dengan PT Gamatara Trans Ocean Shipyard.

Penandatanganan ini berlangsung di Aula Kantor KSOP Kelas II Cirebon Rabu (3/12/2025), sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pemanfaatan aset negara di kawasan pelabuhan.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani Kepala Kantor KSOP Cirebon Ferry Anggoro Hendianto dan Wahyu Widayat selaku Direktur Utama PT Gamatara Trans Ocean Shipyard (GTOS).

Objek sewa yang disepakati berupa tanah hasil reklamasi seluas 32.185 meter persegi, yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas pendukung aktivitas galangan kapal.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan periode kedua untuk objek sewa lahan dimaksud,” tutur Ferry.

Dia menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen KSOP Cirebon dalam meningkatkan efisiensi serta optimalisasi pemanfaatan aset negara.

“Penandatanganan hari ini merupakan wujud tanggung jawab kami untuk memastikan aset negara dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ferry juga mengatakan kerja sama ini juga memberikan kontribusi langsung terhadap negara melalui peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kepelabuhanan.

“Dengan adanya kerja sama sewa lahan ini, negara memeroleh pemasukan PNBP yang signifikan. Ini bentuk kontribusi nyata sektor maritim dalam mendukung pendapatan negara,” ujarnya.

Selain manfaat finansial, kemitraan ini dinilai dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan pihak swasta, khususnya dalam pengembangan infrastruktur maritim.

“Kami percaya bahwa kolaborasi seperti ini adalah kunci percepatan pembangunan pelabuhan. Pemerintah dan swasta harus berperan bersama untuk menciptakan ekosistem maritim yang kompetitif,” kata Ferry.

Dia juga menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama dan dampaknya terhadap perkembangan industri pelayaran dan logistik di wilayah Cirebon.

“KSOP Cirebon selalu membuka ruang bagi investasi strategis yang sejalan dengan visi pembangunan maritim nasional. Semoga kerja sama ini menjadi langkah awal untuk pengembangan lebih besar di masa mendatang,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhub Dudy Sebut Banten Berpotensi Jadi Daerah Lintasan Padat Jawa-Sumatera

16 Februari 2026 - 15:26 WIB

Libur Imlek, Arus Penyeberangan Sumatera-Jawa-Bali Melesat

16 Februari 2026 - 09:09 WIB

Kemenhub dan BRIN Dorong SBNP Berbasis Digital Melalui Smart Buoy

15 Februari 2026 - 13:01 WIB

IPC TPK Catat Kinerja Positif Bongkar Muat di Awal Tahun 2026

15 Februari 2026 - 08:25 WIB

Ditjen Hubla Revalidasi 30 Auditor ISPS Code

14 Februari 2026 - 06:24 WIB

Trending di ANJUNGAN