Menu

Mode Gelap
Pedang, Amanah, dan Marwah Linge Gubernur Jateng Mengingatkan DCF 2026 Agar Menjaga Identitas Daerah Aset Master Lagu Diduga Dialihkan Tanpa Izin, Valdy Nyong Somasi Label Ide Timur  Manusia Di Antara Dua Setan  Kemenhub Gelar Rakorwil, Perkuat Aksesibilitas Penerbangan di Papua Kemenhub Kembali Salurkan Bantuan, 7,9 Ton untuk Korban Gempa NTT

RAGAM

Langkahan Krisis Air Bersih, Warga Bertahan di Pengungsian

badge-check


 Langkahan Krisis Air Bersih, Warga Bertahan di Pengungsian Perbesar

Wartatrans.com, ACEH UTARA —Sejumlah desa di Kecamatan Langkahan, seperti Desa Geudumbak, Desa Matang Ketapang, dan beberapa desa lainnya, hingga kini masih merasakan dampak berat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Bencana tersebut mengakibatkan rumah warga rusak parah, infrastruktur terputus, serta terganggunya kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih.

Kerusakan yang masif membuat beberapa desa terisolasi dari bantuan darat selama beberapa waktu. Banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan fasilitas umum seperti menasah maupun lokasi pengungsian sementara karena rumah mereka dinilai tidak aman untuk ditempati.

Di Desa Geudumbak, dampak banjir tercatat sangat berat. Sekitar 359 rumah hampir hilang tersapu arus banjir, menyisakan hanya sedikit bangunan yang masih berdiri. Kondisi ini membuat sebagian besar warga kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, di Desa Matang Ketapang, relawan bersama warga mulai melakukan pembersihan sumur-sumur yang tercemar lumpur dan material banjir. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kembali akses air bersih yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Pemerintah bersama TNI telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material kayu gelondongan dan lumpur yang menutup jalan serta permukiman warga di beberapa desa di Langkahan.

Seiring akses yang mulai terbuka, sebagian warga perlahan meninggalkan pengungsian dan menempati hunian sementara (huntara). Di Desa Geudumbak, warga bahkan membangun huntara dari kayu gelondongan sisa banjir, meskipun hingga kini fasilitas dasar seperti listrik dan kamar mandi masih sangat terbatas.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi memperpanjang status tanggap darurat hingga akhir Januari 2026, mengingat proses pemulihan wilayah terdampak belum sepenuhnya selesai.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang, salah satunya rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di Kecamatan Langkahan. Program ini diharapkan dapat memperkuat layanan air bersih dan mencegah krisis serupa terulang di masa mendatang.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi

28 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Trending di RAGAM