Wartatrans.com, MADIUN – Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, arus penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun masih menunjukkan angka yang tinggi. Pada Rabu (31/12), sebanyak 18.896 pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah ini, terdiri dari 9.086 pelanggan berangkat dan 9.810 pelanggan tiba.
Sejak dimulainya masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 18 Desember lalu hingga hari ke-14 ini, total pelanggan yang dilayani mencapai 280.161 orang. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama untuk perjalanan libur akhir tahun.

Meski okupansi tinggi, PT KAI Daop 7 Madiun memastikan tiket perjalanan masih tersedia. “Kami memastikan bahwa tempat duduk kereta api menuju berbagai kota tujuan favorit masih tersedia hingga 4 Januari 2026. Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan lainnya,” ujar Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari.
Adapun sisa ketersediaan tempat duduk untuk rute-rute populer mencakup Surabaya Gubeng (20.195 kursi), Malang (7.955), Yogyakarta (7.793), Gambir (2.959), Purwokerto (619), Bandung (531), Cirebon (391), dan Pasar Senen (150).
Sementara itu, lima perjalanan KA dengan tingkat keterisian tertinggi di antaranya:
1. KA Kahuripan – 197%
2. KA Brantas Tambahan – 156%
3. KA Brantas – 152%
4. KA Singasari – 150%
5. KA Bangunkarta – 148%
Tujuan favorit penumpang selama Nataru masih didominasi kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, Malang, dan Pasar Senen Jakarta. KAI Daop 7 kembali mengingatkan masyarakat untuk datang lebih awal ke stasiun agar tidak tertinggal kereta dan tetap mengikuti seluruh prosedur keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.(****)










