JAKARTA — Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) menggelar kegiatan donasi kemanusiaan bertajuk “Pray For Aceh Sumatra” sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 20–21 Desember 2025, bertempat di Tamini Square, Jakarta, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Gayo, tokoh-tokoh masyarakat Gayo, serta para pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Berdasarkan perolehan sementara, dana donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp. 17.000.000. Dana tersebut rencananya akan disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana, baik di Aceh maupun di sejumlah wilayah Sumatra.
Ketua LESBUGA, Aris Idaman, menjelaskan bahwa pada tahap pertama penggalangan donasi, pihaknya telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp5 juta yang bersumber dari pengurus LESBUGA dan masyarakat. Dana tersebut telah disalurkan melalui Musara Gayo Jakarta sebagai pelaksana kontribusi bantuan ke wilayah Gayo, Aceh.
“Sementara untuk donasi tahap kedua ini, LESBUGA berencana menyalurkan bantuan secara langsung kepada kepala keluarga korban banjir yang telah didata oleh panitia dan pengurus LESBUGA,” ujar Aris.
Ia berharap bantuan yang diberikan, meski tidak besar, dapat meringankan beban para korban bencana.
“Sekecil apa pun bantuan yang diterima, mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir dan longsor,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina LESBUGA, Alwien Desry, SH, MH, menyampaikan rasa syukur atas capaian donasi dalam kegiatan “Pray For Aceh Sumatra” tersebut. Ia mengapresiasi kerja keras panitia dan pengurus LESBUGA yang telah berupaya menggalang dana demi kepentingan kemanusiaan.
“Alhamdulillah, semoga pengurus dan panitia tetap semangat dalam menghimpun donasi untuk membantu masyarakat Gayo Aceh dan Sumatra yang sedang tertimpa musibah,” ungkap Alwien.
Ia juga menegaskan pentingnya prinsip tepat sasaran dan transparansi dalam penyaluran serta pengelolaan dana donasi masyarakat agar kepercayaan publik tetap terjaga.***
(LEP)










