Menu

Mode Gelap
Belum Genap Setahun Pasca-Tragedi 2025, Longsor Silih Nara Tewaskan Anak 9 Tahun: Desakan Mendesak Intervensi Sistemik dari Pemerintah Pusat Menhub Dudy Instruksikan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8 jadi Prioritas Cegah Gratifikasi, Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya Integritas di Lingkungan Perusahaan Brantas Abipraya Sabet 4 Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026 Jasa Marga Kembangkan Ekosistem di Jalan Tol, Capex 2026 Rp12 Triliun Insiden KMP Virgo Transport 8, Sebanyak 6 Penumpang Meninggal

SENI BUDAYA

Rhoma Irama Disambut Upacara Adat Gayo dalam Acara Pray for Aceh–Sumatra di Taman Mini Square

badge-check


 Rhoma Irama Disambut Upacara Adat Gayo dalam Acara Pray for Aceh–Sumatra di Taman Mini Square Perbesar

Wartatrans. com, JAKARTA – Raja Dangdut Indonesia, H. Rhoma Irama, disambut dengan upacara adat Gayo Aceh saat menghadiri kegiatan Pray for Aceh–Sumatra yang digelar di Taman Mini Square, Jakarta Timur, Sabtu–Minggu (20–21 Desember 2025).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) bekerja sama dengan manajemen Taman Mini Square, sebagai bentuk doa bersama sekaligus penggalangan bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya kawasan Gayo.

Rhoma Irama hadir memberikan tausiyah, doa bersama, serta dukungan moril kepada masyarakat terdampak bencana. Dalam kesempatan itu, Bang Haji juga secara spontan menyumbangkan donasi sebesar Rp5 juta. Panitia kemudian mengedarkan kotak donasi kepada para pengunjung mal yang hadir.

Selain Rhoma Irama, acara ini turut dimeriahkan oleh sejumlah artis dangdut, di antaranya Caca Handika, serta artis dari ajang KDI dan Dangdut Academy, yang membawakan lagu-lagu populer mereka.

Dalam prosesi penyambutan, Rhoma Irama dikenai busana bermotif Gayo, dikalungi syal khas Gayo, serta menjalani prosesi Tepung Tawar, sebuah upacara adat Gayo sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan.

Ketua Umum LESBUGA, Aris Idaman, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatra merupakan musibah besar yang membutuhkan perhatian dan kepedulian dari seluruh elemen bangsa.

“Hingga saat ini masih ada sejumlah desa yang belum tersentuh bantuan karena kondisi medan yang sulit dijangkau,” jelas Aris.

Hal senada disampaikan Ketua Musara Gayo, Almujaini Abdul Karim, yang menyebutkan bahwa luasnya dampak bencana serta rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan menjadi kendala utama distribusi bantuan.

“Kami sudah mengirimkan bantuan, namun tidak bisa menjangkau daerah tujuan. Satu-satunya cara yang memungkinkan adalah melalui bantuan udara,” ujarnya.

Sejumlah tokoh Gayo turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Alwien Desry, Hasan Daling, serta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam tausiyahnya, Rhoma Irama menyinggung kemungkinan penyebab bencana, antara lain akibat praktik ilegal logging dan deforestasi. Ia menegaskan bahwa musibah merupakan ujian dari Allah SWT bagi manusia.

“Bagi orang-orang yang terdampak, musibah ini adalah ujian berupa kelaparan, kekurangan jiwa, dan kekurangan harta,” tegas Rhoma Irama.

Ia juga mengutip firman Allah SWT tentang kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, yang ketika ditimpa musibah mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

“Semua yang kita miliki hanyalah titipan. Semuanya pinjaman, bukan milik kita. Semua milik Allah,” ujarnya.

Rhoma meyakini bahwa bencana yang menimpa Aceh dan Sumatra merupakan cobaan. Ia berharap bagi mereka yang wafat diberikan amal syahid, sementara bagi yang terdampak dan mampu bersabar akan diganti dengan kebaikan serta dihapuskan dosa-dosanya.

“Tidak ada peristiwa yang benar-benar merugikan orang beriman, karena pada hakikatnya Allah sangat mencintai orang-orang yang beriman,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rhoma Irama juga menyumbangkan satu buah lagu sebagai bentuk empati dan dukungan, yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh panitia dan artis yang hadir.

Pembina LESBUGA, Alwien Desry, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus LESBUGA atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kehadiran H. Rhoma Irama pada puncak acara 21 Desember 2025 menjadi bentuk empati nyata atas musibah yang melanda Aceh dan Sumatra,” kata Alwien.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Belum Genap Setahun Pasca-Tragedi 2025, Longsor Silih Nara Tewaskan Anak 9 Tahun: Desakan Mendesak Intervensi Sistemik dari Pemerintah Pusat

13 September 2026 - 22:35 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8 jadi Prioritas

13 September 2026 - 20:23 WIB

Cegah Gratifikasi, Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya Integritas di Lingkungan Perusahaan

13 September 2026 - 20:02 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI tidak Dihadiri Presiden Prabowo, Acara Spektakuler tidak Terintegrasi dengan Baik

13 September 2026 - 14:39 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika X Membawa Menteri Kebudayaan ke PFN

13 September 2026 - 14:25 WIB

Menteri Kebudayaan Dinilai Beri Teladan Positif dalam Berkomunikasi di Media Sosial

13 September 2026 - 14:12 WIB

Angkut 243 Penumpang, Kapal Feri Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Jawa

13 September 2026 - 13:23 WIB

Kapal feri Virgo Transport 8 (ist/bs)

FIFGROUP Bersama Astra Financial Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat Lewat SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

13 September 2026 - 10:31 WIB

Ratusan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Empat Kecamatan di Bener Meriah

13 September 2026 - 09:37 WIB

Sapa Warga Berbasis Budaya, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pelestarian Budaya Sunda di Kabupaten Bogor

13 September 2026 - 08:19 WIB

Trending di RAGAM