Menu ✖

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Ketika Sistem Tak Mampu Bekerja, Tangan Tuhan yang Akan Mengerjakan Hadapi Libur Nataru, Marine Inspector Siap Uji Petik Kapal KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater Eks Kapolri Sekaligus KSP Listyo Sigit Prabowo Dkk Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri Terkait Kasus Penyadapan Ilegal DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

EKOBIS

Harga Kopi Gayo Mulai Pulih Pascabencana

badge-check


 Harga Kopi Gayo Mulai Pulih Pascabencana Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Harga kopi Gayo mulai kembali normal setelah sempat anjlok akibat longsor dan banjir yang melanda wilayah Takengon dan Kabupaten Bener Meriah pada akhir November 2025. Sejak bencana terjadi pada 27 November lalu, aktivitas jual beli kopi sempat tersendat akibat terputusnya akses jalan dan hujan deras yang berlangsung terus-menerus.

Kondisi tersebut membuat harga green bean kopi Gayo turun tajam hingga berada di kisaran Rp 90 ribu per kilogram di tingkat petani. Banyak petani tidak dapat pergi ke kebun karena jalan rusak, sementara kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) turut memperparah situasi di lapangan.

Kopi Gayo, cita rasa terbaik.

Tak hanya petani, para prosesor kopi Gayo juga menghadapi kendala serius. Curah hujan yang tinggi menyebabkan proses pascapanen tidak berjalan optimal. Sejumlah kopi dilaporkan rusak, baik di tingkat petani maupun di gudang penyimpanan.

Padahal, sebelum bencana longsor dan banjir terjadi, harga kopi Gayo sempat mencetak rekor tertinggi. Green bean kopi Gayo kala itu menembus harga Rp 160 ribu per kilogram di tingkat petani.

Memasuki awal Januari 2026, harga kopi Gayo mulai menunjukkan tren pemulihan. Pada Jumat, 3 Januari 2026, harga green bean di tingkat petani dilaporkan telah mencapai Rp 140 ribu per kilogram.

Seorang petani sekaligus pelaku pengolahan kopi Gayo memperkirakan harga masih berpotensi naik. Menurut dia, panen kopi saat ini semakin menipis, sementara permintaan terhadap kopi Gayo terus meningkat. “Kemungkinan besar harga akan terus naik,” ujarnya.*** (Kamaruzzaman)

Gerai kopi Gayo di Takengon.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan

4 November 2026 - 06:13 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Layanan Pelabuhan

3 November 2026 - 13:23 WIB

Pendapatan Hasnur di Kuartal III-2026 Meningkat 5,57%

3 November 2026 - 09:55 WIB

ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026

3 November 2026 - 08:26 WIB

PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah

3 November 2026 - 01:43 WIB

Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031

3 November 2026 - 01:39 WIB

Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Truk di Bekasi Terjamin Santunan

2 November 2026 - 13:32 WIB

Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya

1 November 2026 - 17:29 WIB

Untuk Pengembangan Ekonomi, Tiap Dusun Di Borobudur Dialokasikan Rp10 Juta

31 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Citilink Kolaborasi dengan Krispy Kreme, Hadirkan Penerbangan Lebih Berkesan

30 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Trending di BANDARA