Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Warga Kampung Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kembali menyuarakan harapan agar pemerintah segera menangani akses jalan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 lalu.
Longsor yang terjadi saat bencana menggerus sebagian badan jalan sehingga menyisakan jalur sempit di sisi lereng.

Hingga kini, kondisi tersebut masih menjadi satu-satunya akses yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Saat musim hujan, situasi menjadi semakin berbahaya. Debit air yang meningkat mengalir deras di bawah jalur yang longsor, sementara warga harus berjalan dengan sangat hati-hati di tepi lereng. Kondisi ini membuat anak-anak, perempuan, dan lanjut usia kesulitan bahkan berisiko tidak dapat melintas.
Masyarakat mengaku khawatir apabila kerusakan jalan terus dibiarkan, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, akses menuju sekolah, kebun, maupun pelayanan kesehatan juga menjadi terganggu ketika hujan turun.
Warga Kampung Kute Reje berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan, baik melalui pembangunan akses darurat maupun perbaikan permanen, agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
Masyarakat berharap penanganan segera dilakukan sebelum intensitas hujan kembali meningkat, sehingga risiko kecelakaan maupun korban jiwa dapat dihindari.*** (Kamaruzzaman)


























