Wartatrans.com, JAKARTA – Awal tahun 2026 menjadi momentum manis bagi KA Singasari. Sepanjang Januari 2026, KA Singasari melayani 38.197 pelanggan, meningkat dibandingkan Januari 2025 yang melayani 37.016 pelanggan. Tren ini menunjukkan perjalanan lintas Jawa bersama KA Singasari semakin diminati masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KA Singasari menjadi pilihan utama bagi pelanggan yang ingin menikmati perjalanan dari Blitar menuju Jakarta maupun sebaliknya.

“KA Singasari menghadirkan pengalaman perjalanan yang lengkap. Dalam satu rangkaian perjalanan, pelanggan dapat melintasi jalur utara, tengah, hingga selatan Pulau Jawa. Setiap stasiun menyimpan cerita dan daya tariknya masing-masing,” ujar Anne, Ahad (22/2/2026).
KA Singasari melayani relasi Blitar–Pasar Senen dan Pasar Senen–Blitar dengan jarak sekitar 880 kilometer. Perjalanan panjang ini terasa istimewa karena menyatukan beragam lanskap dan destinasi menarik.
Dari Jakarta, perjalanan dimulai di Pasar Senen lalu bergerak ke Bekasi, Cikarang, dan Karawang yang dikenal sebagai kawasan industri modern. Memasuki Cikampek, Subang, dan Haurgeulis, suasana mulai berubah dengan hamparan sawah dan udara yang lebih tenang khas Indramayu.
Berhenti di Jatibarang dan Cirebon, pelanggan bisa menjumpai kota pesisir dengan kekayaan budaya dan kuliner seperti empal gentong serta kawasan keraton yang sarat sejarah. Lalu menuju Bumiayu, kawasan berhawa sejuk di kaki perbukitan yang menjadi gerbang menuju panorama alam Brebes bagian selatan.
Purwokerto dan Kroya menawarkan akses menuju Baturraden dan kawasan wisata alam Banyumas. Gombong dan Kebumen dikenal dengan Geopark Karangsambung serta deretan pantai selatan yang memesona. Kutoarjo dan Wates menjadi pintu menuju pesona Kulon Progo dan perbukitan Menoreh.
Saat memasuki Yogyakarta melalui Lempuyangan dan Klaten, nuansa budaya Jawa terasa kuat dengan ragam destinasi sejarah dan kuliner legendaris. Perjalanan berlanjut ke Purwosari, Sragen, hingga Ngawi yang menyuguhkan lanskap sawah dan Bengawan Solo yang membentang.
Madiun dan Caruban terkenal dengan kuliner khasnya, sementara Nganjuk dan Kertosono menjadi simpul penting jalur Jawa Timur. Kediri dan Tulungagung menghadirkan kombinasi kota yang dinamis dengan sentra industri serta wisata alam. Akhirnya, perjalanan berlabuh di Blitar, Kota Proklamator, yang dikenal dengan Makam Bung Karno serta deretan pantai eksotis di pesisir selatan.
Nama Singasari diambil dari Kerajaan Singasari di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-13. Semangat kejayaan masa lalu itu kini hadir dalam perjalanan modern yang menghubungkan berbagai kota dengan nyaman.
KA Singasari menyediakan kelas Ekonomi Premium dan Eksekutif. Pelanggan dapat menikmati kursi yang nyaman, pendingin udara sentral, colokan listrik, serta ruang yang lega untuk perjalanan jarak jauh. Dengan kapasitas hingga 1.670 pelanggan, KA Singasari menjadi salah satu tulang punggung perjalanan lintas Jawa.
“Bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan akhir pekan, menjelajahi kota demi kota dalam satu lintasan panjang, KA Singasari menghadirkan pengalaman yang berkesan. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya,” tutup Anne.(fahmi)






























