Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah lanskap jurnalisme yang kian cair—bergerak ke mana-mana, lintas medium, lintas kepentingan—redaksi media dituntut bukan hanya bertahan, tetapi juga terus menemukan bentuk baru. Inovasi menjadi kata kunci agar media tetap relevan di hadapan pembaca yang semakin kritis dan beragam.
Kesadaran itulah yang melatari lahirnya gagasan program “Tamu Redaksi”, sebuah inisiatif baru dari Wartatrans.com. Ide ini muncul dari pertemuan yang nyaris tanpa skenario, namun kaya percakapan, Kamis (08/01/2026). Saat itu, redaksi menerima kunjungan Syahrial Mayus, pengamat politik sekaligus analis dan survei-is, yang pada Pilkada tahun lalu berhasil mengantarkan salah satu calon bupati di Aceh menumbangkan petahana.

Percakapan berkembang dengan kehadiran Boyiskand Ar, jurnalis yang kini juga dikenal sebagai pengusaha di Ibu Kota. Lingkar obrolan semakin lengkap ketika Egi Murad, kawan lama Putra Gara ikut bergabung—sosok yang kini dipercaya sejumlah politisi di wilayah Jakarta Selatan dalam bidang pengawalan dan pendampingan strategis.
Dari diskusi santai namun padat gagasan itulah lahir refleksi bersama: redaksi tidak cukup hanya menjadi ruang produksi berita. Ia harus menjadi ruang perjumpaan, tempat gagasan bertemu, diuji, dan dibagikan kepada publik dengan konteks yang lebih utuh.
“Program Tamu Redaksi dirancang sebagai ruang dialog tematik. Wartatrans.com akan menghadirkan tokoh-tokoh lintas bidang—mulai dari seniman, budayawan, pengusaha, politisi, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat—yang berkunjung langsung ke redaksi. Percakapan berlangsung tanpa jarak seremonial, membahas isu sesuai bidang dan pengalaman masing-masing narasumber,” ungkap Gara.
Lebih jauh Gara menambahkan, hasil perbincangan itu kemudian diolah menjadi konten jurnalistik yang dipublikasikan melalui platform media online Wartatrans.com, serta disebarluaskan lewat media sosial. Bukan sekadar wawancara formal, melainkan potret pemikiran, keresahan, dan gagasan para tamu dalam suasana yang lebih cair dan reflektif.
Bagi redaksi Wartatrans.com, Tamu Redaksi merupakan bagian dari agenda inovasi 2026. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara ruang redaksi dan denyut kehidupan publik—menghidupkan kembali tradisi dialog, sekaligus menegaskan posisi media sebagai ruang temu gagasan, bukan sekadar etalase informasi.
Di tengah arus jurnalisme yang terus berubah arah, redaksi memilih satu sikap: tetap bergerak, tetap mendengar, dan terus membuka pintu bagi percakapan yang bermakna.*** (Fahmi)









