Menu

Mode Gelap
Pedang, Amanah, dan Marwah Linge Gubernur Jateng Mengingatkan DCF 2026 Agar Menjaga Identitas Daerah Aset Master Lagu Diduga Dialihkan Tanpa Izin, Valdy Nyong Somasi Label Ide Timur  Manusia Di Antara Dua Setan  Kemenhub Gelar Rakorwil, Perkuat Aksesibilitas Penerbangan di Papua Kemenhub Kembali Salurkan Bantuan, 7,9 Ton untuk Korban Gempa NTT

EKOBIS

METI Dorong Aceh Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan

badge-check


 METI Dorong Aceh Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Aceh mendorong Pemerintah Aceh untuk menjadikan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai pilar utama pembangunan daerah. Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi provinsi percontohan pengembangan energi bersih di Indonesia.

Wakil Ketua METI Aceh, Ihsyanudin Zulkarnaen, mengatakan Aceh memiliki keunggulan geografis dan sumber daya alam yang sangat mendukung pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, biomassa hingga energi laut.

“Aceh punya modal alam yang lengkap. Sungai-sungai besar bisa dikembangkan menjadi PLTA dan mikrohidro, wilayah pesisir memiliki potensi angin dan gelombang laut, sementara energi surya sangat cocok untuk menjangkau daerah terpencil,” kata Ihsyanudin, Selasa (28/01/2026).

Menurutnya, pengembangan EBT tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian energi Aceh. Akses energi yang andal dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah pedalaman dan perdesaan.

“Dengan energi terbarukan, desa bisa berkembang. UMKM, sektor pertanian, perikanan, hingga industri kreatif akan tumbuh karena pasokan energi tersedia dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ihsyanudin juga menekankan bahwa status kekhususan Aceh membuka ruang besar bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan progresif di sektor energi. Ia menilai Aceh berpeluang menjadi lumbung energi hijau nasional bahkan mengekspor energi ke wilayah lain dan negara tetangga.

“Aceh memiliki hak dan peluang untuk mengusulkan proyek strategis energi terbarukan langsung ke pemerintah pusat. Jika dikelola serius, Aceh bukan hanya mandiri energi, tapi juga bisa menjadi pemasok energi hijau,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan EBT, seperti keterbatasan infrastruktur, pendanaan, serta kesiapan sumber daya manusia. Untuk itu, METI mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, swasta, dan lembaga pendidikan.

“Kunci keberhasilan transisi energi ada pada sinergi. Regulasi harus dipermudah, investasi diberi insentif, dan SDM lokal harus dipersiapkan agar masyarakat Aceh menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton,” tegas Ihsyanudin.

METI Aceh berharap pembangunan energi terbarukan dapat dimasukkan secara konsisten dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) dan menjadi bagian dari agenda prioritas pembangunan berkelanjutan.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT

29 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 37 Proyek Senilai Rp115 Triliun

29 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Trending di ANJUNGAN