Menu ✖

Mode Gelap
Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal Ditjen Hubdat Perkuat SMK PAU dan Pengawasan Kendaraan ODOL Agnez Mo, Judika, Ungu, hingga D’Masiv Meriahkan Ajang Balap Dunia di Mandalika Hore, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali, Antrean Menyusut jadi 0,5 KM 2 Tower Baru Blok M, Properti dan TOD Masuk Fase Eksekusi Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Fluktuatif, Mobilitas Aglomerasi Terus Tumbuh

JALUR

Molinas Ramaikan Pilihan bagi Pengguna Motor Listrik

badge-check


 Molinas Perbesar

Molinas

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026), pilihan pun semakin marak ketika kapasitas industri motor listrik Indonesia lebih besar daripada serapan pasar.

Data Kementerian Perindustrian mencatat 68 perusahaan sepeda motor listrik memiliki kapasitas produksi 2,51 juta unit per tahun, sedangkan populasi motor listrik hingga Maret 2026 mencapai 236.451 unit.

Kesenjangan itu menjadi pekerjaan rumah Molinas. Persoalannya bukan lagi sekadar kemampuan membuat motor listrik, tetapi bagaimana kapasitas tersebut berubah menjadi permintaan, penguasaan teknologi, komponen lokal, pembiayaan dan layanan purnajual.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut, 10 perusahaan nasional telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kurang lebih ada 10 perusahaan nasional yang sudah memenuhi kriteria pemenuhan TKDN-nya oleh Kementerian Perindustrian,” kata Rosan saat peluncuran Molinas di Cikarang, Kamis (13/8/2026).

Pengajar Kelompok Keahlian Manusia dan Desain Produk Industri, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai definisi motor nasional harus lebih jelas.

“Molinas harus punya definisi jelas tentang apa yang disebut ‘Motor Nasional’, berapa teknologi dan TKDN yang benar-benar dikuasai di dalam negeri, bagaimana kesiapan after-sales dan spareparts, serta siapa yang menciptakan volume awalnya,” kata Yannes.

Menurutnya, ekosistem baru bermakna bil menghasilkan skala ekonomi baru.

“Kalau itu bisa diterjemahkan menjadi skala ekonomi, barulah Molinas berpotensi menjadi instrumen industrialisasi. Kalau tidak, konsep ekosistem yang bagus tetap berisiko berhenti sebagai orkestrasi di atas kertas saja,” tuturnya.

Indonesia masih mengejar Vietnam dan Thailand dengan tantangan berbeda. Vietnam melalui VinFast mencatat penjualan 406.453 motor listrik pada 2025 dan mengembangkan jaringan penukaran baterai, sedangkan Thailand menggunakan skema EV 3.5 dan kewajiban produksi lokal, tetapi adopsi motor listriknya masih rendah.

Dua pengalaman itu tampaknya dapat memberi pelajaran bagi Molinas.

Vietnam menunjukkan pentingnya membangun pasar sekaligus ekosistem penggunaan, sementara Thailand memperlihatkan bahwa insentif dan basis manufaktur belum otomatis menciptakan adopsi massal.

Indonesia memiliki pasar sepeda motor jutaan unit dan kapasitas produksi listrik 2,51 juta unit.

Tantangannya kini adalah mengubah kapasitas itu menjadi produk kompetitif, teknologi, rantai pasok lokal dan layanan purnajual yang membuat konsumen percaya.

Molinas bukan sekadar soal berapa motor listrik yang bisa dibuat. Pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan membeli 2,51 juta unit itu dan apakah industri nasional mampu membuat mereka memilihnya. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Ditjen Hubdat Perkuat SMK PAU dan Pengawasan Kendaraan ODOL

2 Oktober 2026 - 21:28 WIB

IPCC Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 Kategori Infrastruktur Logistik & Transportasi

2 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Sekjen APPSI Mujiburrohman Dampingi Anggota DPR RI Titiek Soeharto Sidak  BULOG Kawal Ketersediaan serta Harga Beras

2 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group

2 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace

1 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

1 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

1 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

1 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Trending di ANJUNGAN