Menu ✖

Mode Gelap
IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut Hari Santri Nasional Diperingati Sederhana, SICE EO Acungi Jempol WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

RAGAM

Nakes Joget Saat Operasi, Citra RSUD Datu Beru Tercoreng

badge-check


 Nakes Joget Saat Operasi, Citra RSUD Datu Beru Tercoreng Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Direktur RSUD Datu Beru Takengon, dr. Gusnarwin, Sp.B, menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang tenaga kesehatan (nakes) melakukan aksi joget saat tim dokter sedang melakukan operasi di ruang tindakan.

Video tersebut diketahui diunggah melalui akun TikTok @ibs.datu.beru dan langsung menuai kecaman dari masyarakat.

Menurut dr. Gusnarwin, pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena dinilai merusak citra tenaga kesehatan dan rumah sakit.

“Sangat merusak citra tenaga kesehatan,” tegas Gusnarwin, Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pihak manajemen rumah sakit telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan daerah. Pihaknya juga memastikan tenaga kesehatan yang bersangkutan akan dikembalikan ke BKPSDM untuk penanganan lebih lanjut.

“hari ini tgl.( 2)/4/2026) yang bersangkutan akan kita kembalikan ke BKPSDM untuk penanganan lebih lanjut. Kita tidak mentolerir kelakuan seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, masyarakat mengaku gerah dan kecewa atas kejadian tersebut. Mereka menilai rumah sakit adalah tempat orang berjuang untuk sembuh, bukan tempat hiburan atau main-main.

“Kami membawa keluarga dan orang tua kami untuk dirawat. Mereka digaji untuk bertugas, bukan untuk bermain-main,” ungkap salah seorang warga yang sedang menjaga orang tuanya di rumah sakit.

Kejadian ini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh tenaga kesehatan agar lebih profesional dan menjaga etika saat bertugas, terutama di ruang operasi yang menyangkut nyawa manusia.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi

22 Oktober 2026 - 22:00 WIB

KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

22 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Ibu Sina dan Seni Menghadapi Ketidakpastian Hidup 

22 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Wabup Bandung Dorong Serikat Pekerja dan Buruh Tingkatkan Negosiasi Soal Ketenagakerjaan 

22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Resolusi Jihad Warnai Hari Santri TH 2026 Tingkat Kecamatan Caringin Garut 

22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kemarau Masih Melanda Kabupaten Bogor, H. Fikri Hudi Oktiarwan Imbau Warga Waspadai Kebakaran Hutan, Lahan, dan Permukiman

22 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Kejati Bengkulu dan Pelindo Regional 2 Bengkulu Perpanjang MoU, Perkuat Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan

22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2

21 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Trending di ANJUNGAN