Menu

Mode Gelap
Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

Uncategorized

Pameran Tunggal Sonny Eska Angkat Makna “Atas Nama” dalam Perspektif Seni

badge-check


 Pameran Tunggal Sonny Eska Angkat Makna “Atas Nama” dalam Perspektif Seni Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Frasa “atas nama” yang kerap hadir dalam bahasa sehari-hari dan wacana publik, menjadi titik pijak pameran tunggal seniman Sonny Eska yang dibuka pada Sabtu (07/02/2026) di Galery Ruang Darmin, Jakarta Selatan.

Pameran ini berlangsung mulai 7 hingga 18 Februari 2026. Melalui karya lukisan dan instalasi mixed medium, Sonny Eska mengajak publik menelusuri relasi antara bahasa, kuasa, dan kebebasan tafsir dalam seni.

Dalam banyak konteks sosial dan politik, frasa “atas nama” sering kali berfungsi sebagai alat legitimasi. Ia digunakan untuk mengatasnamakan agama, rakyat, atau negara, yang tidak jarang berujung pada penyingkiran, pemaksaan, hingga klaim kebenaran tunggal. Namun, dalam dunia seni, frasa tersebut justru menemukan makna yang berbeda.

Dalam pameran ini, atas nama tidak diposisikan sebagai alat kuasa, melainkan sebagai pernyataan personal terhadap kekaryaan. Seni hadir sebagai ruang bebas, tempat bahasa tidak memerintah, tetapi dipertanyakan.

Melalui pameran tunggal di Galery Ruang Darmin tersebut, Sonny Eska mengolah “atas nama” bukan sebagai slogan, melainkan sebagai ruang tafsir. Karya-karyanya tidak menawarkan satu jawaban tunggal, tetapi membuka kemungkinan pembacaan yang beragam—antara bahasa dan kekuasaan, simbol dan pengalaman personal, serta antara material sehari-hari dan wacana besar yang membingkainya.

Dalam proses kreatifnya, Sonny Eska menggunakan beragam medium seperti acrylic on canvas, oil on canvas, kolase koran dan majalah, hingga kardus serta kemasan sebagai elemen instalasi. Pilihan medium tersebut bukan semata keputusan teknis, melainkan bagian dari pernyataan konseptual.

Koran, majalah, dan kemasan dipahami sebagai artefak bahasa publik—media yang setiap hari menyampaikan pesan, klaim, dan kepentingan atas nama tertentu. Dengan mengalihkannya ke ruang seni, Sonny Eska memindahkan bahasa kuasa tersebut ke ruang kontemplasi, mengundang penonton untuk berdialog ulang dengan pesan-pesan yang selama ini diterima secara pasif.

Sementara itu, penggunaan kardus dan kemasan—yang lazimnya dianggap limbah—menghadirkan refleksi tentang sistem produksi massal, ekonomi konsumsi, dan narasi kebutuhan yang kerap bekerja tanpa disadari. Material yang remeh dan sementara itu justru diangkat menjadi struktur visual yang sarat makna.

Pameran ini tidak mengajak pengunjung untuk menolak frasa “atas nama”, melainkan untuk mencurigainya. Siapa yang berbicara? Siapa yang diwakili? Dan siapa yang disingkirkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dihadirkan tanpa paksaan, memberi ruang bagi keterlibatan personal setiap penonton.

Melalui pameran ini Sonny Eska menegaskan bahwa seni adalah salah satu wilayah di mana “atas nama” tidak menindas, melainkan membebaskan—ruang tempat bahasa, material, dan pengalaman personal dapat bertemu tanpa harus saling meniadakan.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas

3 April 2026 - 05:36 WIB

INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia

3 April 2026 - 05:26 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Trending di JALUR