Menu ✖

Mode Gelap
Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah? Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026 Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

Uncategorized

Syariat Islam di Aceh Tengah Dinilai Perlu Diperketat

badge-check


 Syariat Islam di Aceh Tengah Dinilai Perlu Diperketat Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Lapangan Musara Alun yang selama ini menjadi ruang publik dan lokasi jogging setiap pagi, kini menuai sorotan.

Sejumlah warga menilai kawasan tersebut kerap dijadikan tempat mengumbar aurat, baik oleh laki-laki yang mengenakan celana pendek maupun perempuan dengan pakaian ketat, yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai syariat Islam.

Kondisi ini memunculkan harapan agar Dinas Syariat Islam Aceh Tengah lebih aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan pemahaman dan edukasi tentang tata cara berpakaian yang sesuai dengan ajaran Islam, khususnya di ruang publik.

Selain persoalan berpakaian, praktik perjudian di arena pacuan kuda juga kembali disorot.

Aktivitas tersebut disebut sudah menjadi rahasia umum dan terkesan dibiarkan, sehingga memunculkan anggapan seolah-olah perjudian menjadi sesuatu yang sah dan dibolehkan.

Seiring waktu, Aceh yang dikenal sebagai daerah bersyariat Islam dinilai perlahan mengalami degradasi nilai. Mandeknya peran pengawasan dan pembinaan dari instansi terkait disebut menjadi salah satu penyebab utama.

Kekhawatiran semakin meningkat menjelang bulan suci Ramadhan. Lapangan Musara Alun diprediksi menjadi salah satu lokasi yang kurang nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, apabila tidak ada langkah antisipatif dari pemerintah daerah.

Seorang teungku/ustaz yang ditemui menyampaikan bahwa moralitas generasi saat ini berpotensi semakin melemah jika pemerintah daerah tidak bekerja maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Menurutnya, penerapan syariat Islam yang konsisten justru bisa menjadi daya tarik wisata religi, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

“Keindahan alam Aceh Tengah adalah anugerah Allah. Sudah sepatutnya kita menjaganya dengan aturan dan syariat-Nya,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi Allah ini, agar Aceh Tengah tetap dikenal sebagai daerah yang indah secara alam dan kuat secara nilai.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Dari Ranah Minang Ke Singapura – Jejak Besar yang Terlupakan 

30 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Trending di RAGAM