Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

ANJUNGAN

Di Peringatan Hari Pers Nasional 2026,  Pelindo Dorong Penguatan Peran Pelabuhan Banten

badge-check


 Seminar Hari Pers Nasional 2026 gelaran Pelindo Regional 2 di Banten Perbesar

Seminar Hari Pers Nasional 2026 gelaran Pelindo Regional 2 di Banten

Wartatrans.com, BANTEN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pelabuhan di Provinsi Banten sebagai simpul logistik strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi regional, sekaligus mendukung sistem logistik nasional.

Komitmen itu disampaikan dalam Seminar Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Hotel Aston Serang, Banten, Sabtu (7/2), yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natahkusuma. Deputi 1 Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Nazib Faisal. Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, Muhammad Anto Yulianto, dan Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyampaikan bahwa secara nasional Pelindo mengelola jaringan pelabuhan di 32 provinsi dan lebih dari 120 pelabuhan, dengan kontribusi signifikan terhadap arus logistik Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, Pelindo mencatat arus petikemas mendekati 20 juta TEUs dan arus barang lebih dari 195 juta ton, dengan pangsa pasar petikemas nasional mencapai lebih dari 90 persen.

“Di dalam sistem logistik nasional tersebut, wilayah Banten memiliki posisi yang sangat penting. Pelabuhan-pelabuhan di Banten tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga menopang kawasan industri strategis dan distribusi logistik skala nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pelindo Regional 2 mengelola sejumlah pelabuhan di Banten seperti Pelabuhan Ciwandan, IKPP, serta kawasan Bojonegara yang menjadi tulang punggung aktivitas logistik bagi kawasan industri Cilegon, Serang, hingga Tangerang bagian barat.

Kinerja arus kapal dan arus barang di wilayah ini menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam periode 2023–2025, seiring meningkatnya kepercayaan pengguna jasa dan aktivitas industri.

Dalam mendukung kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Pelabuhan Ciwandan memainkan peran penting sebagai pelabuhan penyangga.

Pelindo menyiapkan dermaga tambahan, buffer area kendaraan roda dua, serta buffer area logistik untuk truk, guna memastikan arus penumpang dan barang tetap terkendali di tengah lonjakan pergerakan.

“Pengelolaan Nataru di Ciwandan menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas instansi. Pelabuhan tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus terintegrasi dengan sistem transportasi darat dan penyeberangan,” kata Budi.

Selain itu, Pelindo juga mendorong optimalisasi Pelabuhan IKPP sebagai buffer area untuk mendukung Pelabuhan Merak, serta memperkuat integrasi akses menuju dermaga penyeberangan.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan meningkatkan kelancaran arus logistik maupun penumpang di wilayah Banten.

Pelindo Regional 2 turut menaruh perhatian besar pada pengoperasian kembali Pelabuhan Bojonegara sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Sejak Oktober 2025, pelabuhan tersebut kembali melayani kegiatan bongkar muat secara bertahap, sembari menyiapkan pengembangan infrastruktur jangka menengah dan panjang.

“Bojonegara kami dorong menjadi pelabuhan yang aman, efisien, dan berdaya saing. Pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari perbaikan struktur dermaga, akses jalan, sistem drainase, hingga fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pelindo menegaskan bahwa pengembangan pelabuhan tidak semata berorientasi pada peningkatan kinerja operasional, tetapi juga pada keberlanjutan, keselamatan, dan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pelabuhan harus hadir sebagai enabler pembangunan. Tidak hanya menjadi simpul logistik, tetapi juga penggerak ekonomi dan bagian dari ekosistem pembangunan wilayah,” tutupnya.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino

1 Oktober 2026 - 10:39 WIB

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah

1 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Trending di RAGAM