Menu

Mode Gelap
BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

ANJUNGAN

Di Peringatan Hari Pers Nasional 2026,  Pelindo Dorong Penguatan Peran Pelabuhan Banten

badge-check


 Seminar Hari Pers Nasional 2026 gelaran Pelindo Regional 2 di Banten Perbesar

Seminar Hari Pers Nasional 2026 gelaran Pelindo Regional 2 di Banten

Wartatrans.com, BANTEN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pelabuhan di Provinsi Banten sebagai simpul logistik strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi regional, sekaligus mendukung sistem logistik nasional.

Komitmen itu disampaikan dalam Seminar Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Hotel Aston Serang, Banten, Sabtu (7/2), yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natahkusuma. Deputi 1 Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Nazib Faisal. Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, Muhammad Anto Yulianto, dan Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyampaikan bahwa secara nasional Pelindo mengelola jaringan pelabuhan di 32 provinsi dan lebih dari 120 pelabuhan, dengan kontribusi signifikan terhadap arus logistik Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, Pelindo mencatat arus petikemas mendekati 20 juta TEUs dan arus barang lebih dari 195 juta ton, dengan pangsa pasar petikemas nasional mencapai lebih dari 90 persen.

“Di dalam sistem logistik nasional tersebut, wilayah Banten memiliki posisi yang sangat penting. Pelabuhan-pelabuhan di Banten tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga menopang kawasan industri strategis dan distribusi logistik skala nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pelindo Regional 2 mengelola sejumlah pelabuhan di Banten seperti Pelabuhan Ciwandan, IKPP, serta kawasan Bojonegara yang menjadi tulang punggung aktivitas logistik bagi kawasan industri Cilegon, Serang, hingga Tangerang bagian barat.

Kinerja arus kapal dan arus barang di wilayah ini menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam periode 2023–2025, seiring meningkatnya kepercayaan pengguna jasa dan aktivitas industri.

Dalam mendukung kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Pelabuhan Ciwandan memainkan peran penting sebagai pelabuhan penyangga.

Pelindo menyiapkan dermaga tambahan, buffer area kendaraan roda dua, serta buffer area logistik untuk truk, guna memastikan arus penumpang dan barang tetap terkendali di tengah lonjakan pergerakan.

“Pengelolaan Nataru di Ciwandan menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas instansi. Pelabuhan tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus terintegrasi dengan sistem transportasi darat dan penyeberangan,” kata Budi.

Selain itu, Pelindo juga mendorong optimalisasi Pelabuhan IKPP sebagai buffer area untuk mendukung Pelabuhan Merak, serta memperkuat integrasi akses menuju dermaga penyeberangan.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan meningkatkan kelancaran arus logistik maupun penumpang di wilayah Banten.

Pelindo Regional 2 turut menaruh perhatian besar pada pengoperasian kembali Pelabuhan Bojonegara sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Sejak Oktober 2025, pelabuhan tersebut kembali melayani kegiatan bongkar muat secara bertahap, sembari menyiapkan pengembangan infrastruktur jangka menengah dan panjang.

“Bojonegara kami dorong menjadi pelabuhan yang aman, efisien, dan berdaya saing. Pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari perbaikan struktur dermaga, akses jalan, sistem drainase, hingga fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pelindo menegaskan bahwa pengembangan pelabuhan tidak semata berorientasi pada peningkatan kinerja operasional, tetapi juga pada keberlanjutan, keselamatan, dan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pelabuhan harus hadir sebagai enabler pembangunan. Tidak hanya menjadi simpul logistik, tetapi juga penggerak ekonomi dan bagian dari ekosistem pembangunan wilayah,” tutupnya.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

2 Juli 2026 - 22:05 WIB

Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan

2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

2 Juli 2026 - 16:23 WIB

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 Juli 2026 - 11:20 WIB

Trending di RAGAM