Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

PERON

KAI Angkut 1,35 Juta Ton Semen dan Klinker hingga Juli, Perkuat Logistik Industri

badge-check


 KAI Angkut 1,35 Juta Ton Semen dan Klinker hingga Juli, Perkuat Logistik Industri Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Angkutan semen dan klinker menjadi salah satu komoditas penting dalam bisnis logistik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KAI mencatat volume pengiriman kedua komoditas tersebut mencapai 1.357.524 ton.

Jumlah itu menyumbang sekitar 19,4 persen terhadap total angkutan barang non-batu bara KAI yang mencapai 6.987.150 ton pada periode yang sama. Dari layanan angkutan semen dan klinker tersebut, KAI membukukan pendapatan sebesar Rp82,51 miliar.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan angkutan semen dan klinker memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pembangunan, mulai dari konstruksi hingga pengembangan kawasan dan aktivitas ekonomi lainnya.

“Semen dan klinker merupakan bagian penting dari rantai pasok pembangunan. Melalui kereta api, volume besar dapat dikirim secara terjadwal dan terintegrasi sehingga arus logistik industri dapat berlangsung lebih efisien serta memberikan kepastian bagi pelanggan,” ujar Anne.

Menurut Anne, kemampuan kereta api mengangkut barang dalam volume besar secara terjadwal menjadi salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan industri untuk menjaga kesinambungan distribusi.

Salah satu perusahaan yang menggunakan layanan tersebut adalah PT Semen Baturaja. Hingga Juli 2026, volume angkutan yang dilayani KAI untuk perusahaan tersebut mencapai 153.734 ton.

Pabrik utama Semen Baturaja berada di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Dalam jaringan produksinya, klinker dari Baturaja antara lain diangkut dengan kereta api menuju fasilitas Cement Mill di Palembang.

Selain itu, distribusi semen curah juga dilakukan menggunakan gerbong kereta kapsul. Pemanfaatan moda rel tersebut menjadi bagian dari jaringan distribusi Semen Baturaja yang menghubungkan Baturaja dengan sejumlah wilayah di Sumatra Selatan dan Lampung.

Angkutan Klinker Semen Padang Capai 200.950 Ton

Dukungan serupa diberikan KAI terhadap rantai pasok PT Semen Padang di Sumatra Barat. Pada Januari-Juli 2026, realisasi angkutan klinker perusahaan tersebut tercatat mencapai 200.950 ton.

Layanan tersebut beroperasi melalui relasi Indarung–Bukit Putus. Jalur ini terhubung dengan aktivitas distribusi menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.

Konektivitas tersebut membuat jaringan kereta api memiliki peran penting dalam menghubungkan kawasan industri Indarung dengan akses pelabuhan. Distribusi produk Semen Padang melalui jalur tersebut juga mendukung kebutuhan pasar domestik maupun rantai logistik ekspor.

KAI menilai pengangkutan komoditas berjumlah besar melalui kereta api dapat memberikan dampak lebih luas terhadap efisiensi sistem logistik nasional.

Dalam satu perjalanan, rangkaian kereta mampu mengangkut barang dalam jumlah besar sehingga dapat mengurangi kebutuhan mobilisasi kendaraan berat di jalan raya. Selain itu, pola perjalanan yang terjadwal membantu menjaga kelancaran arus barang dari titik produksi menuju pusat distribusi.

Pada lintas Indarung, misalnya, kereta barang menjadi penghubung langsung kawasan produksi dengan fasilitas distribusi yang terkoneksi ke pelabuhan.

KAI pun terus mendorong integrasi antara kawasan industri, jaringan rel, pusat distribusi, dan pelabuhan sebagai bagian dari pengembangan bisnis angkutan barang.

Hingga 31 Juli 2026, total angkutan barang non-batu bara KAI mencapai sekitar 6,99 juta ton. Capaian tersebut setara 102,3 persen dari program kumulatif yang ditetapkan sebesar 6,83 juta ton.

Menurut KAI, capaian tersebut menunjukkan kebutuhan industri terhadap layanan logistik berbasis rel yang mampu mengangkut barang dalam volume besar secara konsisten.

“KAI akan terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri agar jaringan rel semakin produktif bagi perekonomian. Ketika kawasan produksi dapat terhubung secara efisien dengan pusat distribusi dan pelabuhan, manfaatnya menjangkau lebih luas: rantai pasok menjadi lebih kuat, jalan raya lebih optimal, dan produk nasional semakin kompetitif,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Trending di PERISTIWA