Menu

Mode Gelap
PPSI Kabupaten Bogor Jajaki Kolaborasi Seni Budaya dengan Yayasan Surawisesa Sanksi PT RUJ Dicabut, Syarat Administrasi Terpenuhi KAI Daop 4 Memberlakukan Skema Pemesanan H-45 Tiket Lebaran 2026 IFF Gelar Reuni 38 Tahun Bertema “Baku Dapa Lagi” Rayakan HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok Mahasiswa KKN UNS 75 Gelar Edukasi Hipertensi di Borobudur

ANJUNGAN

PELNI dan BPH Migas Pantau Pasokan BBM di Bitung

badge-check


					Dirut PELNI dan Dirut BPH Migas di Bitung Perbesar

Dirut PELNI dan Dirut BPH Migas di Bitung

Wartatrans.com, BITUNG – Memastikan kelancaran pasokan BBM pada periode arus balik masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) monitoring proses bunkering pada KM Sangiang di Pelabuhan Samudera, Bitung, Selasa (6/1/2025) malam.

Monitoring proses bunkering ini dihadiri Direktur Utama Tri Andayani didampingi Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga dan Kepala Cabang PELNI Bitung Juni Samsudin bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Komite BPH Migas, dan Koordinator Pengawas BPH Migas.

Tri Andayani akrab disapa Anda mengungkapkan, monitoring bersama BPH Migas ini merupakan langkah strategis untuk memastikan proses bunkering berjalan optimal, terutama pada periode arus balik Nataru 2025/2026.

“Selain itu, kami juga menggandeng PT Sucofindo dalam proses bunkering, untuk memastikan pengisian BBM telah sesuai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” terang Anda.

Selama periode Nataru 2025/2026, kebutuhan BBM pada 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis diperkirakan mencapai 17.000 – 18.000 KL atau meningkat 9 – 12% dibandingkan periode reguler.

“Saat ini, dengan total 84 armada, kami memiliki 32 homebase bunkering reguler di seluruh Indonesia. Khusus selama peak season Nataru 2025/2026, dilakukan penambahan 2 titik bunkering antara lain di Ambon dan Bitung.” ujarnya.

Proyeksi kebutuhan BBM operasional PELNI pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 220 ribu KL untuk pengoperasian 84 kapal, dengan estimasi anggaran subsidi sekitar Rp1,5 triliun.

Sementara itu, realisasi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) tahun 2023 tercatat sebesar 186 ribu KL untuk 26 kapal, turun menjadi 179 ribu KL pada 2024 akibat penghentian sementara operasional KM Umsini, dan diperkirakan sekitar 177 ribu KL pada 2025 dengan pengoperasian 25 kapal.

Melalui kolaborasi yang baik dengan BPH Migas dan stakeholder terkait, PELNI akan memastikan pasokan BBM pada kapal berjalan lancar, untuk mendukung kelancaran arus balik Nataru 2025/2026 serta operasional sepanjang tahun.

“PELNI juga akan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan penggunaan bahan bakar, termasuk dalam pengadaan kapal-kapal baru yang akan menggunakan teknologi terkini untuk mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan serta kontribusi terhadap target net zero emission,” imbuh dia.

“Kami akan terus mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan melalui perawatan rutin tangki dan instalasi bahan bakar di atas kapal agar tetap andal dan efisien.” (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok

24 Januari 2026 - 11:06 WIB

Lahan OBU III Surabaya Digunakan Sementara oleh BMKG dan BNPP

24 Januari 2026 - 06:34 WIB

Jelang Angkutan Lebaran, Kemenhub Gelar Uji Petik Kapal di 3 Pelabuhan Batam

23 Januari 2026 - 18:44 WIB

Program FIFirstep Milik FIFGROUP Raih Penghargaan Corporate Affairs Awards 2025

23 Januari 2026 - 18:20 WIB

Sempat Terjadi Antrean, Arus Truk Peti Kemas di TPK Kupang Sudah Kembali Lancar

23 Januari 2026 - 15:40 WIB

Trending di ANJUNGAN