Wartatrans.com, JAKARTA — Kabar duka menyelimuti dunia seni rupa Indonesia. Pelukis yang dikenal dengan gaya khas “Garis Liris”, Titis Djabarudin, meninggal dunia pada Jumat, 10 April 2026 pukul 21.15 WIB.
Kepergian almarhumah menjadi kehilangan besar, khususnya bagi kalangan perupa yang mengenal kedalaman rasa dan ketekunan estetik dalam karya-karyanya. Semasa hidupnya, Titis dikenal sebagai sosok yang menghadirkan garis bukan sekadar elemen visual, melainkan sebagai bahasa batin—lirih, reflektif, dan sarat makna.

Gaya “Garis Liris” yang melekat pada dirinya menjadi penanda kuat dalam perjalanan berkaryanya. Melalui goresan yang tampak sederhana, ia mampu menyampaikan emosi yang dalam—tentang alam, kehidupan, hingga pergulatan batin manusia. Karyanya kerap menghadirkan kesan hening, namun justru menyimpan resonansi yang panjang bagi penikmatnya.
Selain sebagai pelukis, Titis Djabarudin juga dikenal sebagai figur yang tekun dalam proses kreatif dan dekat dengan lingkungan komunitas seni. Ia menjadi inspirasi bagi banyak perupa muda, terutama dalam hal kesetiaan terhadap gaya personal dan keberanian menempuh jalur estetik yang tidak arus utama.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Para seniman, kurator, hingga penikmat seni mengenang almarhumah sebagai pribadi yang bersahaja, namun memiliki kedalaman visi artistik yang kuat.
Semoga Allah SWT merahmati almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Karya-karya dan jejak estetiknya akan tetap hidup, menjadi bagian penting dalam lanskap seni rupa Indonesia.*** (Dulloh)

























