Menu

Mode Gelap
Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Refreshing Petugas Jalur, Perkuat Keselamatan Perjalanan KA Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh LavAni Menyudahi ‘Perang’ Amerika Versus Iran di Final Four Proliga 2026 Solo Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Dinilai Sukses Kelola Mudik 2026 KAI Services Bukukan Pendapatan Rp2,79 Triliun di 2025, Laba Naik 24 Persen

SENI BUDAYA

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

badge-check


 Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Kabar duka menyelimuti dunia seni rupa Indonesia. Pelukis yang dikenal dengan gaya khas “Garis Liris”, Titis Djabarudin, meninggal dunia pada Jumat, 10 April 2026 pukul 21.15 WIB.

Kepergian almarhumah menjadi kehilangan besar, khususnya bagi kalangan perupa yang mengenal kedalaman rasa dan ketekunan estetik dalam karya-karyanya. Semasa hidupnya, Titis dikenal sebagai sosok yang menghadirkan garis bukan sekadar elemen visual, melainkan sebagai bahasa batin—lirih, reflektif, dan sarat makna.

Gaya “Garis Liris” yang melekat pada dirinya menjadi penanda kuat dalam perjalanan berkaryanya. Melalui goresan yang tampak sederhana, ia mampu menyampaikan emosi yang dalam—tentang alam, kehidupan, hingga pergulatan batin manusia. Karyanya kerap menghadirkan kesan hening, namun justru menyimpan resonansi yang panjang bagi penikmatnya.

Selain sebagai pelukis, Titis Djabarudin juga dikenal sebagai figur yang tekun dalam proses kreatif dan dekat dengan lingkungan komunitas seni. Ia menjadi inspirasi bagi banyak perupa muda, terutama dalam hal kesetiaan terhadap gaya personal dan keberanian menempuh jalur estetik yang tidak arus utama.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Para seniman, kurator, hingga penikmat seni mengenang almarhumah sebagai pribadi yang bersahaja, namun memiliki kedalaman visi artistik yang kuat.

Semoga Allah SWT merahmati almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Karya-karya dan jejak estetiknya akan tetap hidup, menjadi bagian penting dalam lanskap seni rupa Indonesia.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Sajak-Sajak Pulo Lasman Simanjuntak 

9 April 2026 - 17:43 WIB

Perkuat Sinergi Pelabuhan, Direktur Komersial Pelindo Konsolidasi Bersama Asosiasi Logistik di Makassar

9 April 2026 - 13:10 WIB

Warga Pintu Rime Mengungsi Tengah Malam, Minta Normalisasi Sungai Segera Dilakukan

9 April 2026 - 12:41 WIB

Pelukis Cilik Jakarta Siap Gelar Pameran, Terinspirasi Vincent van Gogh

9 April 2026 - 07:12 WIB

Trending di SENI BUDAYA