Menu

Mode Gelap
Tiga Pasangan Pengantin Melangsungkan Akad Nikah di Masjid Jami’ Teungku Chik Reubee KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan pada Puncak Arus Balik, 78% Penumpang Whoosh Mengarah ke Jakarta Puncak Arus Balik Long Weekend, Kedatangan Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Capai 41.534 Orang Penjualan Tiket Long Weekend Tembus 1,3 Juta, KAI Layani 956 Ribu Pelanggan dalam Lima Hari KAI Services Hadirkan Kuliner Khas Banyuwangi di Kereta Api Tujuan Ketapang Arus Balik Long Weekend, Penumpang Whoosh Diprediksi Capai 20 Ribu Orang

ANJUNGAN

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

badge-check


 Foto istimewa/pelindo regional 2 Perbesar

Foto istimewa/pelindo regional 2

Foto istimewa/pelindoregional2

Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung Project Launching/ Peluncuran Proyek Pelabuhan Palembang Baru (New Palembang Port) di Tanjung Carat, yang diresmikan oleh Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, Kamis (9/4).

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

“Sumatera Selatan merupakan simpul perekonomian nasional yang memiliki sumber daya alam melimpah. Potensi ini harus diimbangi dengan infrastruktur logistik yang kuat, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan nilai tambah ekonomi dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan proyek strategis yang memiliki posisi penting dalam agenda besar pembangunan nasional,” ujar Dudy.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid menambahkan bahwa pembangunan pelabuhan ini juga memiliki nilai strategis dari sisi investasi dan konektivitas wilayah.

“Ke depan, keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan menjadi investasi yang baik karena berkaitan erat dengan peningkatan konektivitas antarwilayah,” jelas Nusron.

Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 16 Tahun 2025. Status tersebut memberikan landasan kuat dalam percepatan realisasi proyek, mulai dari aspek perizinan, pembebasan lahan, hingga skema pendanaan melalui Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP BMN).

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap dampak positif pembangunan pelabuhan tersebut.

“Harapannya, dengan terealisasinya Pelabuhan Tanjung Carat, kapal yang akan keluar atau masuk Palembang tidak lagi mengandalkan pasang surut air. Dengan demikian, perekonomian Sumatera Selatan akan semakin kuat serta dapat membawa nama baik Palembang melalui potensi sumber daya alam yang dimilikinya,” ungkap Herman.

Proyek ini dikembangkan melalui skema investasi KSP BMN tanpa menggunakan dana APBN, dengan melibatkan konsorsium yang terdiri dari PT Pelindo (Persero), PT Samudera Pasai Indonesia, dan PT Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG). Ke depan, konsorsium ini akan membentuk Special Purpose Vehicle (SPV) atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai entitas pengelola operasional, sekaligus membuka peluang masuknya investor global dalam pengembangan fasilitas penunjang.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa keterlibatan Pelindo dalam proyek ini merupakan bagian dari sinergi bersama para mitra untuk memperkuat konektivitas dan sistem logistik nasional khususnya di wilayah Sumatera bagian Selatan.

“Pelindo bersama para mitra dalam konsorsium berkomitmen untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat agar dapat berjalan efektif dan memberikan nilai tambah. Kami percaya, kolaborasi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan daya saing logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan,” kata Achmad.

Pelabuhan Tanjung Carat dirancang sebagai pelabuhan laut dalam (deep sea port) berkapasitas besar yang mampu melayani kapal-kapal berukuran besar, sehingga meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekspor daerah. Kehadiran pelabuhan ini diharapkan menjadi gerbang ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan industri serta membuka peluang investasi yang lebih luas.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Pasangan Pengantin Melangsungkan Akad Nikah di Masjid Jami’ Teungku Chik Reubee

1 Juni 2026 - 10:44 WIB

Mulai Besok, ASDP Uji Coba Sterilisasi Pelabuhan Strategis Nasional Merak dan Bakauheni

31 Mei 2026 - 19:53 WIB

PTP Nonpetikemas Perkuat Terminalisasi, Bidik Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

31 Mei 2026 - 18:33 WIB

Catatan Halimah Munawir: Wastra Nusantara di Galeri Dewi Motik

31 Mei 2026 - 07:21 WIB

IKA SMA Negeri 1 Takengon Gelar Diskusi Daring Peluang Kuliah S-1 ke Turki

31 Mei 2026 - 06:03 WIB

IPCC Tebar Manfaat Qurban 2026, Perkuat Kepedulian Sosial dan Komitmen Keberlanjutan

30 Mei 2026 - 17:29 WIB

PJBW Pekan ke-77 Gandeng BudayantaraTV, Salurkan Ratusan Paket Makanan bagi Warga Membutuhkan

30 Mei 2026 - 13:51 WIB

Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang

30 Mei 2026 - 13:47 WIB

Tak Hanya Berbagi Hewan Kurban, IDSurvey Perkuat Standar Sertifikasi Halal Tempat Potong Hewan dan Unggas

30 Mei 2026 - 11:07 WIB

Semangat Kebangkitan Bangsa Dalam Sastra Indonesia Kini

30 Mei 2026 - 05:36 WIB

Trending di RAGAM