Menu

Mode Gelap
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

ANJUNGAN

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

badge-check


 Foto istimewa/pelindo regional 2 Perbesar

Foto istimewa/pelindo regional 2

Foto istimewa/pelindoregional2

Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung Project Launching/ Peluncuran Proyek Pelabuhan Palembang Baru (New Palembang Port) di Tanjung Carat, yang diresmikan oleh Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, Kamis (9/4).

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

“Sumatera Selatan merupakan simpul perekonomian nasional yang memiliki sumber daya alam melimpah. Potensi ini harus diimbangi dengan infrastruktur logistik yang kuat, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan nilai tambah ekonomi dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan proyek strategis yang memiliki posisi penting dalam agenda besar pembangunan nasional,” ujar Dudy.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid menambahkan bahwa pembangunan pelabuhan ini juga memiliki nilai strategis dari sisi investasi dan konektivitas wilayah.

“Ke depan, keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan menjadi investasi yang baik karena berkaitan erat dengan peningkatan konektivitas antarwilayah,” jelas Nusron.

Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 16 Tahun 2025. Status tersebut memberikan landasan kuat dalam percepatan realisasi proyek, mulai dari aspek perizinan, pembebasan lahan, hingga skema pendanaan melalui Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP BMN).

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap dampak positif pembangunan pelabuhan tersebut.

“Harapannya, dengan terealisasinya Pelabuhan Tanjung Carat, kapal yang akan keluar atau masuk Palembang tidak lagi mengandalkan pasang surut air. Dengan demikian, perekonomian Sumatera Selatan akan semakin kuat serta dapat membawa nama baik Palembang melalui potensi sumber daya alam yang dimilikinya,” ungkap Herman.

Proyek ini dikembangkan melalui skema investasi KSP BMN tanpa menggunakan dana APBN, dengan melibatkan konsorsium yang terdiri dari PT Pelindo (Persero), PT Samudera Pasai Indonesia, dan PT Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG). Ke depan, konsorsium ini akan membentuk Special Purpose Vehicle (SPV) atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai entitas pengelola operasional, sekaligus membuka peluang masuknya investor global dalam pengembangan fasilitas penunjang.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa keterlibatan Pelindo dalam proyek ini merupakan bagian dari sinergi bersama para mitra untuk memperkuat konektivitas dan sistem logistik nasional khususnya di wilayah Sumatera bagian Selatan.

“Pelindo bersama para mitra dalam konsorsium berkomitmen untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat agar dapat berjalan efektif dan memberikan nilai tambah. Kami percaya, kolaborasi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan daya saing logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan,” kata Achmad.

Pelabuhan Tanjung Carat dirancang sebagai pelabuhan laut dalam (deep sea port) berkapasitas besar yang mampu melayani kapal-kapal berukuran besar, sehingga meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing ekspor daerah. Kehadiran pelabuhan ini diharapkan menjadi gerbang ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan industri serta membuka peluang investasi yang lebih luas.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern

17 Juli 2026 - 00:42 WIB

KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat

16 Juli 2026 - 21:15 WIB

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

KEK Arun dan Blok Andaman: Episentrum Baru Ekonomi Hijau Indonesia

16 Juli 2026 - 17:54 WIB

Keren! STIP Indonesia Cetak 1.735 SDM Maritim Berdaya Saing Global

16 Juli 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan

16 Juli 2026 - 15:51 WIB

FIFGROUP Salurkan Rp1,88 Miliar Dana Bergulir Bagi 524 UMKM Binaan

16 Juli 2026 - 13:16 WIB

Trending di EKOBIS