Wartatrans.com, JAKARTA – Penjualan tiket pesawat Indonesia AirAsia untuk periode Angkutan Lebaran 2026 telah mencapai rata-rata 65 persen. Sejumlah rute domestik bahkan sudah habis terjual untuk tanggal-tanggal tertentu, terutama rute dengan permintaan tinggi seperti Jakarta–Tanjung Karang dan Jakarta–Denpasar.
Isi Berita:
Head of Indonesia Affairs & Policy Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi mengatakan, tingginya permintaan tiket terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Posisinya sekarang tiket yang terjual itu sebesar 65 persen secara rata-rata keseluruhan. Tapi memang ada yang terfokus di hari-hari tertentu,” kata Eddy kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia mencontohkan, rute Jakarta–Tanjung Karang yang dilayani tiga kali penerbangan per hari sudah habis terjual mulai besok. Sementara rute Jakarta–Denpasar untuk penerbangan pergi juga sudah penuh hingga 21 Maret 2026, meski kursi untuk penerbangan kembali masih tersedia.
Selain dua rute tersebut, sejumlah rute dengan tingkat keterisian kursi (load factor) tertinggi antara lain Berau–Balikpapan, Silangit (Danau Toba)–Jakarta, serta Jakarta–Tanjung Karang.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama musim mudik, AirAsia menambah sekitar 150 penerbangan ekstra pada periode Lebaran. Penambahan tersebut menyediakan sekitar 26 ribu kursi tambahan bagi penumpang.
Dalam periode Angkutan Lebaran tahun ini, AirAsia juga mengikuti kebijakan pemerintah terkait diskon harga tiket pesawat domestik sebesar 17 persen yang berlaku pada 14–29 Maret 2026.
“Lebaran kita ikut sama pemerintah, diskon 17 persen mulai tanggal 14 sampai 29 Maret,” ujarnya.
Eddy menegaskan bahwa selama ini harga tiket AirAsia tetap mengikuti batas tarif atas (TBA) yang ditetapkan pemerintah dan tidak pernah melampauinya.
“Kalau dianggap tiket mahal, sebenarnya itu masih dalam range TBA. Kami tidak pernah lewat dari batas tarif atas,” katanya.
Meski demikian, maskapai menghadapi tantangan dari kenaikan harga bahan bakar avtur. Menurut Eddy, kondisi tersebut cukup menekan operasional maskapai, terutama karena harga tiket domestik sudah ditentukan sejak awal penjualan.
“Fuel sekarang naik. Sementara harga domestik sudah terjual, sedangkan fuel dibayarnya nanti saat penerbangan,” ujarnya.
Untuk penerbangan domestik, AirAsia tidak dapat menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) karena tarif tersebut sudah diatur oleh pemerintah. Namun untuk rute internasional, maskapai terpaksa menyesuaikan biaya tersebut hingga sekitar 20 persen.
“Untuk internasional kita sudah pasang fuel surcharge sekitar 20 persen. Jadi harga tiket keluar negeri sekarang relatif mulai naik,” kata Eddy.
Meski demikian, ia menyebut sebagian besar penumpang untuk periode Lebaran telah memesan tiket sejak jauh hari sehingga lonjakan harga tidak terlalu berdampak pada sebagian besar pelanggan.(fahmi)





























