Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

KABIN

Sambut Peak Season Lebaran Garuda Indonesia Group Siapkan 1,3 Juta Kursi dan 449 Extra Flight

badge-check


 Terminal 3 Bandara Soeta untuk keberangkatan dan ketibaan penumpang Garuda Indonesia Perbesar

Terminal 3 Bandara Soeta untuk keberangkatan dan ketibaan penumpang Garuda Indonesia

Wartatrans.com, JAKARTA – Sambut periode peak season Lebaran, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink menyiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

Kapasitas tersebut disiapkan untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026.

Dari total kapasitas tersebut, 616 ribu kursi disediakan Garuda Indonesia dan 742 ribu kursi oleh Citilink, yang didukung 7.634 frekuensi penerbangan.

Terdiri dari 3.325 penerbangan Garuda Indonesia dan 4.309 penerbangan Citilink.

Sebagai langkah antisipatif terhadap tingginya permintaan, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan (extra flight) yang terdiri dari 146 penerbangan Garuda Indonesia dan 303 penerbangan Citilink.

“Kami memproyeksikan bahwa terdapat sejumlah rute yang akan memiliki permintaan cukup tinggi yakni, antara lain Jakarta–Padang, Jakarta–Medan, Jakarta–Balikpapan, Jakarta–Pekanbaru, dan Jakarta–Jambi untuk rute domestik. Sementara untuk rute internasional mencakup Jakarta–Singapura, Jakarta–Jeddah, Jakarta–Madinah, serta Denpasar–Narita (Tokyo),” tutur Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan, Kamis (12/3/2026).

Adapun Garuda Indonesia memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.

Dia mengatakan, kesiapan kapasitas penerbangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

“Momentum Idul Fitri menjadi periode yang paling ditunggu bagi masyarakat untuk kembali berkumpul dengan keluarga maupun berlibur. Karena itu kami memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang periode peak season Lebaran,” ujarnya.

Kesiapan operasional tersebut didukung oleh 101 armada yang terdiri dari 60 armada Garuda Indonesia dan 41 armada Citilink.

Armada Garuda meliputi enam Boeing 777-300ER, 11 Airbus A330 Series, dan 43 Boeing 737-800NG. Sementara armada Citilink terdiri dari 39 Airbus A320 dan dua ATR 72-600.

Selain kesiapan armada, Garuda Indonesia Group juga memastikan kesiapan awak pesawat, sistem operasional, hingga layanan pelanggan selama periode angkutan Lebaran.

“Garuda juga mengaktifkan Posko Lebaran di sejumlah hub utama serta melibatkan karyawan melalui program piket operasional peak season,” ungkap dia.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur Lebaran, Garuda Indonesia Group memperkuat kesiapan operasional dan layanan secara menyeluruh mulai dari memastikan kesiapan awak pesawat, menjaga kelaikan armada melalui perawatan berkala, standar layanan dan mitigasi irregularities, hingga memastikan kesiapan infrastruktur sistem dan layanan ground handling.

Di sisi lain, dukungan terhadap kemudahan pembelian tiket turut didukung oleh Garuda Indonesia Group melalui implementasi kebijakan stimulus pemerintah melalui potongan harga tiket penerbangan kelas ekonomi domestik yang telah berlaku sejak 10 Februari 2026 untuk periode penerbangan 14–29 Maret 2026.

Stimulus tersebut berasal dari kombinasi kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, penyesuaian Passenger Service Charge (PSC), serta fuel surcharge, yang diproyeksikan memberikan potongan harga tiket pada kisaran 13–18 persen.

Dani menambahkan, penetapan harga tiket Garuda Indonesia sendiri telah mengacu kepada aturan pemerintah yakni Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan oleh regulator.

“Kami berharap kesiapan angkutan Lebaran ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghadirkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Dani. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Morotai Ditutup Mulai Hari Ini

26 September 2026 - 15:36 WIB

Bukaka Pasok 56 Garbarata Generasi Baru untuk Terminal 3 Changi

25 September 2026 - 21:31 WIB

Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax

24 September 2026 - 17:00 WIB

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla pada Penerbangan di Kalimantan

23 September 2026 - 03:52 WIB

6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD

22 September 2026 - 15:37 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Pelita Air Bagikan Ratusan Tiket Nonton Gratis MotoGP di Mandalika

19 September 2026 - 13:19 WIB

Trending di EKOBIS