Menu

Mode Gelap
KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi PNM Tak Hanya Dampingi Usaha, Harapan Pendidikan Anak Nasabah Ikut Dijaga Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya Keselamatan Muatan Kapal Diperkuat, Kemenhub Siapkan Pelaksanaan CIC 2026 Bhayangkari dan Polwan Peduli, Korban Kebakaran Muara Angke, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

RAGAM

Razan Ikhsyan: Suasana Yang Khas Di Madinah Saat Ramadhan (4)

badge-check


 Razan Ikhsyan: Suasana Yang Khas Di Madinah Saat Ramadhan (4) Perbesar

Wartatrans.com, MADINAH — Ramadhan di Madinah selalu menghadirkan suasana yang khas: tenang, khusyuk, namun sekaligus penuh kehidupan. Kota ini seakan berdenyut mengikuti irama ibadah. Sejak sebelum fajar, jalan-jalan di sekitar Masjid Nabawi sudah mulai dipenuhi para jamaah yang berjalan perlahan menuju masjid untuk salat Subuh. Udara yang sejuk—sering berkisar sekitar belasan derajat Celsius pada dini hari—membuat perjalanan ibadah terasa lebih nyaman.

Siang hari di Madinah cenderung lebih tenang. Banyak jamaah memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an atau berzikir di dalam masjid. Sebagian lainnya kembali ke penginapan untuk beristirahat sejenak agar memiliki tenaga untuk ibadah malam.

Seperti hari ini, rutinitas sederhana sering menjadi bagian dari pengalaman Ramadhan di kota Nabi. Setelah menunaikan salat Dzuhur di Masjid Nabawi, saya langsung kembali ke hotel untuk beristirahat. Tempat menginapnya adalah Triple One Hotel Madinah, sebuah hotel berbintang empat yang tidak terlalu jauh dari kawasan masjid. Di sana saya memulihkan tenaga sebelum kembali lagi ke masjid menjelang Ashar atau Maghrib.

Menjelang waktu berbuka, suasana Madinah berubah menjadi sangat hangat. Karpet-karpet panjang digelar di halaman masjid, kurma dan air zamzam dibagikan oleh para relawan, dan ribuan orang duduk berderet menunggu azan Maghrib. Yang menarik, makanan sering datang dari tangan-tangan yang tidak saling mengenal: seseorang dari Turki, dari Indonesia, dari Afrika, dari Asia Tengah—semuanya berbagi tanpa bertanya siapa yang menerima. Ramadhan di Madinah menjadi gambaran nyata tentang persaudaraan umat Islam.

Ketika malam tiba, halaman Masjid Nabawi dipenuhi jamaah yang melaksanakan salat Tarawih. Bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan imam menggema lembut di bawah langit Madinah. Setelah itu, banyak orang tetap bertahan di masjid hingga larut malam: ada yang membaca Al-Qur’an, ada yang melakukan i’tikaf, ada pula yang sekadar duduk menatap kubah hijau dengan perasaan haru.

Suasana Ramadhan di Madinah hari ini seakan menyambung sejarah panjang sejak masa Nabi. Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan pada zaman Rasulullah adalah Battle of Badr. Perang ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Saat itu kaum Muslim yang berjumlah sekitar 313 orang menghadapi pasukan Quraisy yang jumlahnya hampir tiga kali lipat. Meski secara jumlah jauh lebih sedikit, kaum Muslim meraih kemenangan yang kemudian dipandang sebagai pertolongan besar dari Allah. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah pribadi, tetapi juga bulan perjuangan, kesabaran, dan keimanan.

Karena itu, ketika seseorang berjalan di pelataran Masjid Nabawi pada malam Ramadhan, sebenarnya ia sedang berjalan di kota yang sarat sejarah. Di tempat inilah Rasulullah dahulu memimpin umat, menyampaikan wahyu, dan membangun peradaban yang berlandaskan iman dan persaudaraan.

Kini, berabad-abad kemudian, Madinah tetap memelihara ruh yang sama. Orang-orang datang dari seluruh dunia, berkumpul dalam satu tujuan: memperbanyak ibadah dan merasakan kedamaian kota Nabi. Di sela rutinitas sederhana—seperti salat, membaca Al-Qur’an, berbuka bersama, lalu beristirahat sejenak di hotel—Ramadhan di Madinah selalu meninggalkan kesan yang mendalam: bahwa di kota ini, waktu seolah berjalan lebih pelan, agar manusia punya kesempatan lebih lama untuk mendekat kepada Tuhan.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi

28 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Pemerintah Dorong Industri Baterai Nikel, MOLINAS Masuk Rantai Hilirisasi

28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

KIP Dorong Keterbukaan Informasi Tak Sekadar Predikat Informatif

28 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari

28 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat

27 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026

27 Agustus 2026 - 22:28 WIB

⁠Pelindo dan BNN Bekali Pelajar Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba

27 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Trending di NASIONAL