Menu

Mode Gelap
Layanan Kereta Bersubsidi Layani 155 Juta Pelanggan Selama Januari–April 2026 Bedah Buku “Diplomasi Sengketa 4 Pulau”, Tokoh Aceh Soroti Pentingnya Data dan Potensi Ekonomi SBY Cup 2026 Berakhir Sukses, LavAni Meraih Juara dan Empat Penghargaan Individual Meriahkan HJB TH 2026,Pemkab Bogor Luncurkan Pelayanan Publik 100 Jam Non Stop Rian Hidayat Resmi Daftar Calon Ketua Umum BM PAN, Usung Agenda Konsolidasi dan Kemenangan PAN 2029 KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

BANDARA

Menhub Dudy Dorong Percepatan Transformasi Layanan Penerbangan

badge-check


 Menhub Dudy Perbesar

Menhub Dudy

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong dilakukannya percepatan transformasi sektor penerbangan nasional untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi industri saat ini.

Langkah transformasi ini perlu dilakukan melalui pendekatan strategis yang melibatkan regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan.

“Kita semua memahami bahwa sektor penerbangan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, setiap gangguan layanan penerbangan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan,” tutur Menhub Dudy dalam acara Aviation Sharing Session yang diselenggarakan Dirjen Perhubungan Udara di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta (5/3/2026).

Beberapa isu yang sering menjadi sorotan publik di sektor penerbangan saat ini di antaranya adalah terkait keterlambatan penerbangan (flight delay), fasilitas bandara yang belum sepenuhnya optimal, serta pengalaman perjalanan penumpang yang belum sepenuhnya memuaskan. Di sisi lain, industri penerbangan juga menghadapi dinamika eksternal yang
tidak ringan, seperti fluktuasi harga bahan bakar avtur, kebutuhan investasi teknologi dan infrastruktur, serta tuntutan peningkatan standar keselamatan penerbangan yang semakin tinggi.

Untuk itu, demi memperkuat daya saing industri penerbangan nasional di tengah dinamika global, percepatan transformasi penerbangan sangat perlu dilakukan.

Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan kepada masyarakat.

Menhub mendorong para pelaku industri penerbangan melakukan langkah-langkah strategi untuk mendorong perubahan di sektor ini.

Antara lain melalui penguatan digitalisasi layanan penerbangan atau Smart Aviation. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan konsep Airportpreneurship agar bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi.

Modernisasi sistem navigasi penerbangan dan peningkatan kualitas infrastruktur juga perlu dilakukan dalam transformasi.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat keselamatan dan ketepatan waktu penerbangan,” ungkapnya.

Dalam mendorong transformasi sektor penerbangan, pemerintah menekankan empat faktor penting yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Keempatnya adalah aspek keselamatan dan keamanan (safety and security), sinergi dan kolaborasi, perhatian pada detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai ketidakpastian.

“Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan maupun operasional. Pada saat yang sama, kolaborasi antar pemangku kepentingan juga perlu terus diperkuat agar transformasi sektor ini dapat berjalan optimal,” kata Menhub Dudy.

Menurut Menhub, transformasi sektor penerbangan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama erat antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pendekatan yang terintegrasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

“Kita harus selalu siap menghadapi ketidakpastian yang dapat muncul kapan saja di industri penerbangan. Karena itu, koordinasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, dan kesiapan operasional menjadi kunci menjaga keandalan layanan penerbangan nasional,” kata Menhub.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Dirjen Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa, Para Pejabat Tinggi Madya Kementerian Perhubungan, Para Pimpinan BUMN, Perusahaan Swasta, dan Asosiasi Sektor Transportasi Udara. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

API dan Polres Bandara Soekarno-Hatta Perketat Keamanan, Pelanggaran Kargo Terungkap

16 Mei 2026 - 13:23 WIB

INACA Apresiasi Penyesuaian Fuel Surcharge dari Pemerintah

14 Mei 2026 - 20:45 WIB

Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara

14 Mei 2026 - 20:42 WIB

Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi

14 Mei 2026 - 12:43 WIB

Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026

14 Mei 2026 - 12:36 WIB

Pengamat: Usia Pesawat Bukan Penentu Keandalan dan Keselamatan

14 Mei 2026 - 11:01 WIB

Layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo, Mudahkan Jemaah Haji Embarkasi Solo

13 Mei 2026 - 15:51 WIB

OTP Keberangkatan Penerbangan Haji dari 14 Bandara InJourney Airports Capai 96%

10 Mei 2026 - 15:13 WIB

AirNav–CAAS Bahas Penguatan Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik

8 Mei 2026 - 17:29 WIB

Kolaborasi Kemenhub dan InJourney Airports Perkuat Konektivitas Udara 

7 Mei 2026 - 15:26 WIB

Trending di BANDARA