Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 terus menunjukkan peningkatan. Hingga Jumat, 6 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 2.221.890 tiket dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan.
Dengan capaian tersebut, tingkat okupansi sementara mencapai 49,4 persen. Artinya, masih tersedia sekitar 2,27 juta tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik menggunakan kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan masyarakat masih memiliki kesempatan luas untuk mendapatkan tiket KA pada masa Angkutan Lebaran tahun ini.
“KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih cukup tersedia. Selain itu, masyarakat juga dapat memilih opsi mudik lebih awal atau menggunakan connection train sebagai alternatif perjalanan agar perjalanan tetap nyaman dan lancar,” ujar Anne.
Secara rinci, penjualan tiket KA Jarak Jauh telah mencapai 2.163.441 tiket dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk atau dengan tingkat okupansi 60,6 persen. Sementara itu, tiket KA Lokal yang terjual sebanyak 58.449 dari kapasitas 926.936 tempat duduk atau sekitar 6,3 persen.
KAI memproyeksikan okupansi KA Lokal akan terus meningkat seiring mendekati tanggal keberangkatan, mengingat pemesanan tiket KA Lokal baru dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan.
Adapun sejumlah relasi favorit masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026 antara lain Gambir–Yogyakarta (PP), Gambir–Semarang Tawang (PP), Pasarsenen–Lempuyangan (PP), Surabaya Pasar Turi–Pasarsenen, Pasarsenen–Kutoarjo, Gambir–Cirebon, serta Gambir–Purwokerto.
Di sisi lain, KAI juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus pemerintah berupa diskon transportasi kereta api sebesar 30 persen. Program ini menyediakan 1.285.056 tempat duduk.
Dari jumlah tersebut, realisasi penjualan telah mencapai 685.395 tiket atau sekitar 53,34 persen. Dengan demikian, masih tersedia sekitar 599.661 tiket diskon yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan pada periode Angkutan Lebaran 2026.
“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus diskon transportasi KA sebesar 30 persen. Program ini sangat membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik dengan moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tambah Anne.
Selain itu, KA Ekonomi Kerakyatan juga menjadi salah satu pilihan masyarakat dengan rata-rata tingkat okupansi mencapai 69 persen. Berdasarkan data sementara, penjualan tiket pada layanan ini mencapai 18.759 tiket dari kapasitas 27.368 tempat duduk.
“KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal bagi masyarakat selama masa Angkutan Lebaran. Kami juga mengimbau pelanggan untuk melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI agar perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih baik,” tutup Anne.(fahmi)





























