Menu

Mode Gelap
Mengingat 3 Dosa Pertama dalam Kehidupan Manusia Disnav Banjarmasin Apresiasi Kepatuhan Pelaporan SBNP dan SROP/VTS Non-DJPL Perkuat Kolaborasi, Disnav Banjarmasin Konsisten Jaga Keselamatan Pelayaran Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir, TTL Raih Penghargaan Gold Program TJSL & CSR Award 2026 AI dan Diagnostik Presisi Pacu Industri Teknologi Kesehatan Volume Angkutan Retail KAI Meningkat, Tembus 146.617 Ton pada Januari-Juli 2026

PERON

Angkutan Batu Bara KAI Jaga Pasokan Energi Nasional, Dukung Aktivitas Masyarakat hingga Lebaran

badge-check


 Angkutan Batu Bara KAI Jaga Pasokan Energi Nasional, Dukung Aktivitas Masyarakat hingga Lebaran Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja angkutan batu bara yang tetap kuat pada awal tahun 2026.

Sepanjang Januari hingga Februari 2026, KAI telah melayani angkutan batu bara sebesar 6.427.465 ton. Volume ini menjadi bagian penting dari rantai pasok energi nasional, khususnya untuk mendukung operasional pembangkit listrik yang memasok kebutuhan listrik masyarakat di Jawa dan Bali.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa distribusi batu bara melalui kereta api memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan energi, terutama untuk pembangkit listrik yang menyuplai kebutuhan rumah tangga, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi. Energi listrik yang dihasilkan dari batu bara tersebut digunakan untuk menyalakan berbagai fasilitas penting seperti rumah sakit, peralatan medis, pusat data, sekolah, serta aktivitas industri dan perdagangan yang menopang kehidupan masyarakat sehari-hari.

Salah satu layanan utama dalam distribusi batu bara tersebut adalah Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) atau Baratarahan yang beroperasi di wilayah Divre III Palembang hingga Divre IV Tanjungkarang, Lampung. Kereta api ini dirancang untuk mengangkut batu bara dalam volume besar dengan rangkaian panjang hingga 61 gerbong yang ditarik oleh lokomotif CC205. Dengan konfigurasi tersebut, Babaranjang menjadi salah satu rangkaian kereta barang terpanjang di Indonesia sekaligus tulang punggung distribusi batu bara dari wilayah tambang di Sumatra menuju pelabuhan dan pusat distribusi energi.

Peran distribusi batu bara ini berkaitan erat dengan kebutuhan energi masyarakat di Pulau Jawa dan Bali. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk di wilayah Jawa dan Bali mencapai sekitar 162 juta jiwa, atau lebih dari separuh populasi Indonesia. Kawasan ini merupakan pusat aktivitas ekonomi nasional dengan mobilitas dan kebutuhan energi listrik yang sangat tinggi untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat.

“Dalam kehidupan sehari-hari, listrik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas masyarakat. Lampu yang menerangi rumah saat malam hari, peralatan medis yang menopang layanan kesehatan, sistem transportasi, jaringan komunikasi digital, hingga proses belajar mengajar di sekolah dan kampus seluruhnya membutuhkan energi yang terjaga pasokannya,” jelas Anne dikutip dari siaran persnya, Jumat (6/3/2026).

Momentum ini juga semakin relevan menjelang masa Angkutan Lebaran, ketika mobilitas masyarakat meningkat dan aktivitas ekonomi tumbuh lebih dinamis. Ketersediaan energi listrik yang stabil mendukung operasional berbagai layanan publik, termasuk transportasi, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga sektor pariwisata yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas selama periode libur Lebaran.

Anne menambahkan bahwa pengangkutan batu bara melalui kereta api memberikan keunggulan dalam kapasitas angkut yang besar, efisiensi logistik, serta keandalan waktu tempuh. Sistem angkutan berbasis rel memungkinkan distribusi energi dalam jumlah besar secara konsisten sehingga mendukung kebutuhan pembangkit listrik secara berkelanjutan.

Ke depan, KAI terus menyiapkan penguatan kapasitas angkutan barang guna mendukung ketahanan logistik energi nasional. KAI menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15 persen pada tahun 2029, yang mencakup proyeksi 111,2 juta ton batu bara serta 10,9 juta ton komoditas nonbatu bara.

Pengembangan infrastruktur logistik juga terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas distribusi. Terminal Tarahan II di Sumatra Selatan diproyeksikan mampu menambah kapasitas angkutan hingga 18 juta ton batu bara, sementara perluasan fasilitas Kertapati diperkirakan akan menambah kapasitas sekitar 7 juta ton. Penguatan ini diharapkan semakin memperlancar distribusi energi dari wilayah produksi menuju pusat konsumsi.

“Distribusi batu bara melalui kereta api berperan penting dalam menjaga pasokan energi nasional. Ketika listrik tetap menyala, rumah sakit dapat beroperasi, kegiatan belajar mengajar berjalan, industri bergerak, dan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Melalui penguatan angkutan barang, KAI terus mendukung kelancaran distribusi energi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Volume Angkutan Retail KAI Meningkat, Tembus 146.617 Ton pada Januari-Juli 2026

8 Agustus 2026 - 04:27 WIB

KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar

7 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen

7 Agustus 2026 - 19:14 WIB

KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Trending di PERON