Menu

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

KABIN

Penumpang Tembus 4,44 Juta, AirAsia Indonesia Raih Pendapatan Rp6 Triliun Jelang Akhir Tahun

badge-check


 Dirut AirAsia Indonesia (tengah) saat paparan Public Expose Perbesar

Dirut AirAsia Indonesia (tengah) saat paparan Public Expose

Wartatrans.com, JAKARTA – PT AirAsia Indonesia Tbk (“AAID/CMPP”)
menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan periode Januari–September 2025 dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp6,03 triliun, meningkat 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan pergerakan penumpang yang mencapai 4,44 juta serta kapasitas yang disesuaikan secara optimal dengan kebutuhan pasar.

“Hasil yang dicapai ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi penguatan jaringan dan efisiensi operasional. Tahun ini Indonesia AirAsia menambah tujuh rute baru, baik domestik maupun internasional, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan konektivitas yang lebih baik bagi para wisatawan,” tutur Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID/CMPP), Captain Achmad Sadikin Abdurachman di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Langkah ekspansi ini menurutnya, menjadi pondasi penting bagi pengembangan layanan di tahun-tahun mendatang.

Pada periode Januari hingga Oktober 2025, Indonesia AirAsia memperkuat jaringan layanan melalui pembukaan tiga
rute internasional baru yakni Denpasar–Adelaide, Denpasar–Darwin, dan Surabaya–Don Mueang serta empat rute domestik, yaitu
Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Berau, dan Balikpapan–Tarakan.

“Selain memperluas layanan di kawasan timur Indonesia melalui rute Jakarta–Manado, pembukaan sejumlah rute dari Surabaya turut memperkuat posisi kota tersebut sebagai hub yang semakin strategis, dengan koneksi yang terhubung hingga ke Berau dan Tarakan melalui Balikpapan,” katanya.

Sementara itu, hadirnya dua rute baru dari Bali menuju Australia (Darwin dan Adelaide) serta penambahan rute internasional dari Surabaya ke Don Mueang menegaskan penguatan jaringan internasional Indonesia AirAsia di pasar yang permintaannya terus
meningkat.

Secara operasional, ditambahkan Capt. Achmad, Indonesia AirAsia mengoperasikan 29.731 penerbangan hingga akhir September 2025 dengan kapasitas 5,35 juta kursi dan tingkat keterisian penumpang (load
factor) sebesar 83%.

Jaringan tersebut kini mencakup 22 destinasi internasional dan delapan destinasi domestik, sebagai bagian dari jaringan AirAsia Aviation Group yang melayani lebih dari 130 destinasi di kawasan.

Sepanjang Januari hingga September 2025, Indonesia AirAsia telah mengangkut lebih dari 770 ribu wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Jumlah terbesar berasal dari Malaysia sebanyak 212 ribu wisatawan dan Australia sebanyak 145 ribu wisatawan, yang menunjukkan kuatnya minat dua pasar utama tersebut terhadap berbagai destinasi di Indonesia.

“Kontribusi ini turut mendukung pergerakan wisata masuk ke Tanah Air sekaligus memperkuat peran Indonesia AirAsia dalam membuka akses perjalanan internasional menuju berbagai kota di Indonesia,” ujarnya.

Selain memperluas jaringan, Indonesia AirAsia juga mengoperasikan sejumlah rute unik yang menjadi ciri khas perusahaan di pasar internasional.

Antara lain Jakarta–Phnom Penh, Jakarta–Kota Kinabalu, Jakarta–Kuching, dan Bali–Phuket.

“Kehadiran rute-rute ini memberikan pilihan perjalanan yang lebih beragam dan tidak tersedia pada maskapai lain di Indonesia,” ucap dia.

Berdasarkan Statistik Angkutan Udara 2024, Indonesia AirAsia mempertahankan posisinya sebagai maskapai dengan pangsa pasar internasional terbesar di Indonesia sebesar 12,4%.

Pada tahun 2025, Indonesia AirAsia juga memperkenalkan “Livery Labuan Bajo” pada salah satu armadanya sebagai bagian dari upaya menampilkan daya tarik pariwisata Indonesia ke pasar internasional serta memperkuat kontribusi terhadap promosi destinasi nasional.

Di tahun yang sama, Indonesia AirAsia menerima pengakuan sebagai Great Place to Work®(GPTW), yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan berkelanjutan bagi seluruh Allstars.

AirAsia Aviation Group juga memperoleh sejumlah penghargaan internasional pada tahun 2025, di antaranya Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia dan Maskapai Berbiaya Hemat Teraman ke-6 Dunia versi AirlineRatings.com, serta Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia selama 16 tahun berturut-turut versi Skytrax.

AirAsia turut meraih penghargaan Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia serta Awak Kabin Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia dari World Travel Awards dan Future Travel Experience (FTE) APAC Airline Pioneer Award 2025.

Ke depan, di tahun 2026, Indonesia AirAsia telah menetapkan sejumlah prioritas strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Perusahaan menargetkan perluasan operasional seiring pemulihan armada, dengan fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berorientasi pada profitabilitas.

Di sektor domestik, perusahaan menyiapkan langkah untuk memperluas jangkauan pasar dengan memperkuat konektivitas antar kota, sekaligus mendorong pengembangan jaringan rute yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini akan diikuti oleh pengembangan koneksi menuju rute-rute internasional melalui pemanfaatan virtual hub di Makassar serta penambahan armada di Medan untuk mendukung pergerakan penumpang ke berbagai destinasi luar negeri.

“Indonesia AirAsia juga berfokus pada peningkatan kinerja rute internasional melalui penguatan jumlah penumpang dan perbaikan pendapatan per kursi pada rute-rute dengan posisi pasar yang kuat. Dari sisi operasional, perusahaan akan memaksimalkan utilisasi pesawat melalui
penjadwalan rotasi yang lebih efisien sebagai bagian dari strategi menekan biaya operasional per kursi (Cost per Available Seat Kilometer/CASK) dan meningkatkan daya saing perusahaan,” tutup Capt. Achmad. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Garuda Indonesia Sebut Kinerja Positif GMFI jadi Sinyal Kuat Pemulihan Grup

2 April 2026 - 15:59 WIB

Perhatian! Naik Garuda Indonesia, Tiket ke Jeddah dan Madinah Cuma Mulai Rp4 Jutaan

1 April 2026 - 16:29 WIB

INACA Minta Pemerintah Segera Realisasikan Kenaikan Fuel Surcharge dan TBA Penerbangan

1 April 2026 - 13:47 WIB

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

1 April 2026 - 05:51 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink Selesaikan Operasional Peak Season dengan OTP Tembus 92,08%

31 Maret 2026 - 14:30 WIB

Ini 5 Indikator Kesuksesan Angleb di Bandara InJourney Airports

30 Maret 2026 - 19:00 WIB

Layani 8,8 Juta Penumpang, Angleb Sukses di Seluruh Bandara InJourney Airports

30 Maret 2026 - 18:51 WIB

Menpar Dorong Maskapai ANA Perluas Layanan Penerbangan di Indonesia

30 Maret 2026 - 18:11 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Sinergi dan Kerja Keras Semua Pihak Sukseskan Angleb

30 Maret 2026 - 17:22 WIB

Trending di ANJUNGAN