Menu ✖

Mode Gelap
41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

KABIN

Penumpang Tembus 4,44 Juta, AirAsia Indonesia Raih Pendapatan Rp6 Triliun Jelang Akhir Tahun

badge-check


 Dirut AirAsia Indonesia (tengah) saat paparan Public Expose Perbesar

Dirut AirAsia Indonesia (tengah) saat paparan Public Expose

Wartatrans.com, JAKARTA – PT AirAsia Indonesia Tbk (“AAID/CMPP”)
menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan periode Januari–September 2025 dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp6,03 triliun, meningkat 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan pergerakan penumpang yang mencapai 4,44 juta serta kapasitas yang disesuaikan secara optimal dengan kebutuhan pasar.

“Hasil yang dicapai ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi penguatan jaringan dan efisiensi operasional. Tahun ini Indonesia AirAsia menambah tujuh rute baru, baik domestik maupun internasional, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan konektivitas yang lebih baik bagi para wisatawan,” tutur Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID/CMPP), Captain Achmad Sadikin Abdurachman di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Langkah ekspansi ini menurutnya, menjadi pondasi penting bagi pengembangan layanan di tahun-tahun mendatang.

Pada periode Januari hingga Oktober 2025, Indonesia AirAsia memperkuat jaringan layanan melalui pembukaan tiga
rute internasional baru yakni Denpasar–Adelaide, Denpasar–Darwin, dan Surabaya–Don Mueang serta empat rute domestik, yaitu
Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Berau, dan Balikpapan–Tarakan.

“Selain memperluas layanan di kawasan timur Indonesia melalui rute Jakarta–Manado, pembukaan sejumlah rute dari Surabaya turut memperkuat posisi kota tersebut sebagai hub yang semakin strategis, dengan koneksi yang terhubung hingga ke Berau dan Tarakan melalui Balikpapan,” katanya.

Sementara itu, hadirnya dua rute baru dari Bali menuju Australia (Darwin dan Adelaide) serta penambahan rute internasional dari Surabaya ke Don Mueang menegaskan penguatan jaringan internasional Indonesia AirAsia di pasar yang permintaannya terus
meningkat.

Secara operasional, ditambahkan Capt. Achmad, Indonesia AirAsia mengoperasikan 29.731 penerbangan hingga akhir September 2025 dengan kapasitas 5,35 juta kursi dan tingkat keterisian penumpang (load
factor) sebesar 83%.

Jaringan tersebut kini mencakup 22 destinasi internasional dan delapan destinasi domestik, sebagai bagian dari jaringan AirAsia Aviation Group yang melayani lebih dari 130 destinasi di kawasan.

Sepanjang Januari hingga September 2025, Indonesia AirAsia telah mengangkut lebih dari 770 ribu wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Jumlah terbesar berasal dari Malaysia sebanyak 212 ribu wisatawan dan Australia sebanyak 145 ribu wisatawan, yang menunjukkan kuatnya minat dua pasar utama tersebut terhadap berbagai destinasi di Indonesia.

“Kontribusi ini turut mendukung pergerakan wisata masuk ke Tanah Air sekaligus memperkuat peran Indonesia AirAsia dalam membuka akses perjalanan internasional menuju berbagai kota di Indonesia,” ujarnya.

Selain memperluas jaringan, Indonesia AirAsia juga mengoperasikan sejumlah rute unik yang menjadi ciri khas perusahaan di pasar internasional.

Antara lain Jakarta–Phnom Penh, Jakarta–Kota Kinabalu, Jakarta–Kuching, dan Bali–Phuket.

“Kehadiran rute-rute ini memberikan pilihan perjalanan yang lebih beragam dan tidak tersedia pada maskapai lain di Indonesia,” ucap dia.

Berdasarkan Statistik Angkutan Udara 2024, Indonesia AirAsia mempertahankan posisinya sebagai maskapai dengan pangsa pasar internasional terbesar di Indonesia sebesar 12,4%.

Pada tahun 2025, Indonesia AirAsia juga memperkenalkan “Livery Labuan Bajo” pada salah satu armadanya sebagai bagian dari upaya menampilkan daya tarik pariwisata Indonesia ke pasar internasional serta memperkuat kontribusi terhadap promosi destinasi nasional.

Di tahun yang sama, Indonesia AirAsia menerima pengakuan sebagai Great Place to Work®(GPTW), yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan berkelanjutan bagi seluruh Allstars.

AirAsia Aviation Group juga memperoleh sejumlah penghargaan internasional pada tahun 2025, di antaranya Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia dan Maskapai Berbiaya Hemat Teraman ke-6 Dunia versi AirlineRatings.com, serta Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia selama 16 tahun berturut-turut versi Skytrax.

AirAsia turut meraih penghargaan Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia serta Awak Kabin Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia dari World Travel Awards dan Future Travel Experience (FTE) APAC Airline Pioneer Award 2025.

Ke depan, di tahun 2026, Indonesia AirAsia telah menetapkan sejumlah prioritas strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Perusahaan menargetkan perluasan operasional seiring pemulihan armada, dengan fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berorientasi pada profitabilitas.

Di sektor domestik, perusahaan menyiapkan langkah untuk memperluas jangkauan pasar dengan memperkuat konektivitas antar kota, sekaligus mendorong pengembangan jaringan rute yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini akan diikuti oleh pengembangan koneksi menuju rute-rute internasional melalui pemanfaatan virtual hub di Makassar serta penambahan armada di Medan untuk mendukung pergerakan penumpang ke berbagai destinasi luar negeri.

“Indonesia AirAsia juga berfokus pada peningkatan kinerja rute internasional melalui penguatan jumlah penumpang dan perbaikan pendapatan per kursi pada rute-rute dengan posisi pasar yang kuat. Dari sisi operasional, perusahaan akan memaksimalkan utilisasi pesawat melalui
penjadwalan rotasi yang lebih efisien sebagai bagian dari strategi menekan biaya operasional per kursi (Cost per Available Seat Kilometer/CASK) dan meningkatkan daya saing perusahaan,” tutup Capt. Achmad. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

AirBorneo Buka Penerbangan Kuching-Jakarta

5 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Qantas Group Bidik Ekspansi Indonesia, Ajukan 4.539 Kursi per Pekan

2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace

1 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

1 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Morotai Ditutup Mulai Hari Ini

26 September 2026 - 15:36 WIB

Trending di BANDARA