Menu

Mode Gelap
Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus KAI Divre III Palembang Catat 6.980 Penumpang Anak Nikmati Perjalanan dan Edukasi Kereta Api Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

KABIN

Penumpang Tembus 4,44 Juta, AirAsia Indonesia Raih Pendapatan Rp6 Triliun Jelang Akhir Tahun

badge-check


 Dirut AirAsia Indonesia (tengah) saat paparan Public Expose Perbesar

Dirut AirAsia Indonesia (tengah) saat paparan Public Expose

Wartatrans.com, JAKARTA – PT AirAsia Indonesia Tbk (“AAID/CMPP”)
menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan periode Januari–September 2025 dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp6,03 triliun, meningkat 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan pergerakan penumpang yang mencapai 4,44 juta serta kapasitas yang disesuaikan secara optimal dengan kebutuhan pasar.

“Hasil yang dicapai ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi penguatan jaringan dan efisiensi operasional. Tahun ini Indonesia AirAsia menambah tujuh rute baru, baik domestik maupun internasional, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan konektivitas yang lebih baik bagi para wisatawan,” tutur Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID/CMPP), Captain Achmad Sadikin Abdurachman di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Langkah ekspansi ini menurutnya, menjadi pondasi penting bagi pengembangan layanan di tahun-tahun mendatang.

Pada periode Januari hingga Oktober 2025, Indonesia AirAsia memperkuat jaringan layanan melalui pembukaan tiga
rute internasional baru yakni Denpasar–Adelaide, Denpasar–Darwin, dan Surabaya–Don Mueang serta empat rute domestik, yaitu
Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Berau, dan Balikpapan–Tarakan.

“Selain memperluas layanan di kawasan timur Indonesia melalui rute Jakarta–Manado, pembukaan sejumlah rute dari Surabaya turut memperkuat posisi kota tersebut sebagai hub yang semakin strategis, dengan koneksi yang terhubung hingga ke Berau dan Tarakan melalui Balikpapan,” katanya.

Sementara itu, hadirnya dua rute baru dari Bali menuju Australia (Darwin dan Adelaide) serta penambahan rute internasional dari Surabaya ke Don Mueang menegaskan penguatan jaringan internasional Indonesia AirAsia di pasar yang permintaannya terus
meningkat.

Secara operasional, ditambahkan Capt. Achmad, Indonesia AirAsia mengoperasikan 29.731 penerbangan hingga akhir September 2025 dengan kapasitas 5,35 juta kursi dan tingkat keterisian penumpang (load
factor) sebesar 83%.

Jaringan tersebut kini mencakup 22 destinasi internasional dan delapan destinasi domestik, sebagai bagian dari jaringan AirAsia Aviation Group yang melayani lebih dari 130 destinasi di kawasan.

Sepanjang Januari hingga September 2025, Indonesia AirAsia telah mengangkut lebih dari 770 ribu wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Jumlah terbesar berasal dari Malaysia sebanyak 212 ribu wisatawan dan Australia sebanyak 145 ribu wisatawan, yang menunjukkan kuatnya minat dua pasar utama tersebut terhadap berbagai destinasi di Indonesia.

“Kontribusi ini turut mendukung pergerakan wisata masuk ke Tanah Air sekaligus memperkuat peran Indonesia AirAsia dalam membuka akses perjalanan internasional menuju berbagai kota di Indonesia,” ujarnya.

Selain memperluas jaringan, Indonesia AirAsia juga mengoperasikan sejumlah rute unik yang menjadi ciri khas perusahaan di pasar internasional.

Antara lain Jakarta–Phnom Penh, Jakarta–Kota Kinabalu, Jakarta–Kuching, dan Bali–Phuket.

“Kehadiran rute-rute ini memberikan pilihan perjalanan yang lebih beragam dan tidak tersedia pada maskapai lain di Indonesia,” ucap dia.

Berdasarkan Statistik Angkutan Udara 2024, Indonesia AirAsia mempertahankan posisinya sebagai maskapai dengan pangsa pasar internasional terbesar di Indonesia sebesar 12,4%.

Pada tahun 2025, Indonesia AirAsia juga memperkenalkan “Livery Labuan Bajo” pada salah satu armadanya sebagai bagian dari upaya menampilkan daya tarik pariwisata Indonesia ke pasar internasional serta memperkuat kontribusi terhadap promosi destinasi nasional.

Di tahun yang sama, Indonesia AirAsia menerima pengakuan sebagai Great Place to Work®(GPTW), yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan berkelanjutan bagi seluruh Allstars.

AirAsia Aviation Group juga memperoleh sejumlah penghargaan internasional pada tahun 2025, di antaranya Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia dan Maskapai Berbiaya Hemat Teraman ke-6 Dunia versi AirlineRatings.com, serta Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia selama 16 tahun berturut-turut versi Skytrax.

AirAsia turut meraih penghargaan Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia serta Awak Kabin Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia dari World Travel Awards dan Future Travel Experience (FTE) APAC Airline Pioneer Award 2025.

Ke depan, di tahun 2026, Indonesia AirAsia telah menetapkan sejumlah prioritas strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Perusahaan menargetkan perluasan operasional seiring pemulihan armada, dengan fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berorientasi pada profitabilitas.

Di sektor domestik, perusahaan menyiapkan langkah untuk memperluas jangkauan pasar dengan memperkuat konektivitas antar kota, sekaligus mendorong pengembangan jaringan rute yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini akan diikuti oleh pengembangan koneksi menuju rute-rute internasional melalui pemanfaatan virtual hub di Makassar serta penambahan armada di Medan untuk mendukung pergerakan penumpang ke berbagai destinasi luar negeri.

“Indonesia AirAsia juga berfokus pada peningkatan kinerja rute internasional melalui penguatan jumlah penumpang dan perbaikan pendapatan per kursi pada rute-rute dengan posisi pasar yang kuat. Dari sisi operasional, perusahaan akan memaksimalkan utilisasi pesawat melalui
penjadwalan rotasi yang lebih efisien sebagai bagian dari strategi menekan biaya operasional per kursi (Cost per Available Seat Kilometer/CASK) dan meningkatkan daya saing perusahaan,” tutup Capt. Achmad. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT

18 Mei 2026 - 22:19 WIB

INACA Apresiasi Penyesuaian Fuel Surcharge dari Pemerintah

14 Mei 2026 - 20:45 WIB

Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara

14 Mei 2026 - 20:42 WIB

Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi

14 Mei 2026 - 12:43 WIB

Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026

14 Mei 2026 - 12:36 WIB

Pengamat: Usia Pesawat Bukan Penentu Keandalan dan Keselamatan

14 Mei 2026 - 11:01 WIB

AirNav–CAAS Bahas Penguatan Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik

8 Mei 2026 - 17:29 WIB

PPI Curug Ajak Stakeholder Tingkatkan Keselamatan Operasi Helikopter

7 Mei 2026 - 13:37 WIB

Scoot Luncurkan Kampanye “Sambal si Petualang”, Angkat Budaya Kuliner Indonesia Lewat Aksesori Perjalanan

7 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelita Air Hadirkan Produk UMKM di Atas Pesawat

5 Mei 2026 - 18:08 WIB

Trending di EKOBIS