Wartatrans.com, TAKENGON — Banjir bandang yang melanda Aceh Tengah tidak hanya menimbulkan kerusakan dan korban terdampak, tetapi juga memunculkan kekhawatiran publik mengenai keberadaan penyair legendaris tiga masa—Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi—LK Ara.
Kekhawatiran ini mencuat setelah sejumlah anggota komunitas seni Gayo kehilangan kontak dengan penyair berusia lanjut tersebut. Pesan tentang pencarian LK Ara pertama kali muncul dalam sebuah grup WhatsApp “Rumah Didong Gayo”.

“Kami mau menanyakan kabar dari orang tua kami, admin group Rumah Didong Gayo, Bapak LK Ara. Terakhir beliau memperbarui lokasi pada 25 November di Buntul Linge mengikuti Festival Linge. Sampai hari ini belum ada kabar tentang kondisi dan keberadaannya. Mohon informasi jika ada,” tulis Amsal Ismail dalam pesan grup.
Hal senada diungkapkan anggota lainnya.
“Kami juga menunggu kabar Pak LK Ara,” tambah Fira Bintang.
Sementara itu, Ian Ara, putra LK Ara yang ada di Kota Depok Jawa Barat saat dikonfirmasi wartatrans.com mengakui bahwa keluarga juga belum mendapat informasi terbaru.
“Belum ada kabar, kami menunggu dengan cemas. Kabar terakhir beliau menghadiri festival di Linge, tetapi kondisi Linge sampai hari ini masih terisolir,” ujar Ian melalui pesan WhatsApp.
Wartawan Wartatrans.com – Jasa Purnama, bersama LK Ara.
Kabar baik akhirnya datang pada pukul 17.35 WIB. Jasa Purnama, kontributor wartatrans.com untuk wilayah Aceh yang sudah lima hari tidak dapat dihubungi karena kondisi lapangan, mengirimkan laporan bahwa ia sedang berada di Kala Nami Resort, tempat sejumlah pengungsi ditampung—bersama LK Ara.
“Meski Kala Nami juga terdampak banjir, tetapi pemiliknya tetap dermawan mau berbagi. Banyak korban banjir Takengon ditampung di sini,” jelas Jasa, Kamis (05/12/2025)
Dengan informasi ini, teka-teki mengenai keberadaan LK Ara pun terjawab. Penyair yang dicari banyak orang itu dipastikan selamat dan berada dalam kondisi aman di lokasi pengungsian.*** (J. Purnama)



