Wartatrans.com, ACEH TENGAH -– Posko Rakyat Kabupaten Aceh Tengah menyalurkan bantuan berupa minyak goreng dan beras kepada kelompok tani di Kampung Linung Bulen Satu, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan ini diberikan untuk membantu warga yang terdampak bencana longsor dan banjir, yang menyebabkan menurunnya hasil pertanian serta terganggunya akses logistik.
Jagung yang dipanen warga setempat saat ini menjadi sumber pangan alternatif. Selain diolah sebagai pendamping beras, sebagian warga—termasuk anak-anak—memanfaatkan jagung tersebut dengan cara dipanggang untuk dikonsumsi sehari-hari.

Namun, bencana longsor berdampak besar pada hasil produksi pertanian. Jika sebelumnya hasil panen jagung bisa mencapai sekitar 20 ton, kini jumlahnya menurun drastis menjadi sekitar 7 ton.

Panen jagung yang gagal akibat bencana.
Ketua Kelompok Tani Linung Bulen Satu, Sasmaliana, mengatakan para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam tahap early recovery.
“Kami berharap pemerintah, dinas pertanian, dan para pedagang bisa memberikan solusi agar hasil panen jagung kami dapat dijual ke luar daerah. Dengan begitu, kami bisa memperoleh penghasilan untuk membeli beras dan kebutuhan logistik dapur selama kondisi kampung masih terisolasi dan belum kembali normal,” ujar Sasmaliana.
Di tengah keterbatasan, solidaritas antarwarga juga terlihat. Sejumlah petani di Linung Bulen Satu bahkan membagikan hasil panen jagung mereka secara gratis kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
Sementara itu, Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari donasi masyarakat dan berbagai pihak. Tim relawan mengaku terus berupaya membantu kebutuhan pangan warga semampunya, sembari menunggu penanganan dan bantuan lanjutan dari pihak terkait.
Hingga kini, kondisi di wilayah terdampak masih belum sepenuhnya kondusif. Akses distribusi dan aktivitas ekonomi warga belum pulih, sehingga dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan hidup para korban bencana.*** (Jasa)










