Menu ✖

Mode Gelap
Berkas Perkara Eks Dosen Polinef Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka DB Masih Ditahan di Polres Fakfak Danrem 182/JO Pimpin Sertijab Dandim 1811/Teluk Wondama, Tekankan Soliditas dan Pendekatan Humanis Catatan Iwan Piliang: Ketika Sistem Tak Mampu Bekerja, Tangan Tuhan yang Akan Mengerjakan Hadapi Libur Nataru, Marine Inspector Siap Uji Petik Kapal KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan Mubes IKA SMA Negeri 1 Takengon Tahun 2026, Momentum Menyatukan Alumni dan Memajukan Almamater

NASIONAL

Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana

badge-check


 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Perbesar

Wartatrans.com, TAMIANG — Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang saat melakukan peninjauan Hunian Sementara (Huntara) dan menggelar jumpa pers, Kamis (1/1/2026).

Dalam keterangannya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah mengucurkan dana untuk pembangunan di Aceh Tamiang dengan fokus utama pada penyediaan hunian sementara, fasilitas kesehatan, serta fasilitas pendidikan bagi masyarakat terdampak.
Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat, khususnya perangkat desa hingga kepala dusun (kadus), guna mempercepat proses pendataan kerusakan dan kebutuhan warga. Pendataan yang cepat dan akurat dinilai menjadi kunci agar bantuan rumah maupun bantuan pemulihan ekonomi dapat segera direalisasikan.
Terkait dokumen kependudukan yang hilang akibat bencana, Presiden meminta agar pendataan tetap dilakukan oleh kepala dusun dengan prinsip tanggung jawab penuh atas kebenaran data yang disampaikan, sehingga masyarakat tidak terhambat dalam menerima bantuan.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengerokan dan normalisasi kuala-kuala serta sungai-sungai yang berpotensi tertimbun lumpur. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya genangan air saat curah hujan tinggi.

Presiden menegaskan bahwa bantuan dari pihak mana pun akan diterima dengan mekanisme yang jelas, transparan, dan dilandasi keikhlasan tanpa pamrih.

Terkait status bencana nasional, Presiden meminta agar hal tersebut tidak menjadi perdebatan. Menurutnya, pemerintah telah menunjukkan kemampuan dan keseriusan dengan mengucurkan anggaran dan tinggal memastikan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta perangkat desa sebagai ujung tombak pendataan di lapangan.

“Huntara direncanakan akan diresmikan sekitar tanggal 18 Desember,” ungkap Presiden.

Presiden juga menegaskan bahwa tidak ditetapkannya status bencana nasional bukan berarti pemerintah tidak mampu. Pemerintah, kata Presiden, telah menyiapkan dana pemulihan bencana sebesar Rp60 triliun, dan anggaran tersebut sudah tersedia.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armya menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah penyediaan air bersih. Sistem PDAM dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat bencana. Saat ini, proses pengeboran sumur-sumur air bersih sedang dilakukan oleh Polri, BNPB, dan TNI AD di sejumlah desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Armya juga mengajukan sejumlah permintaan kepada pemerintah pusat, di antaranya pembangunan hunian tetap (huntap) sekitar 4.000 unit rumah bagi warga terdampak.

Selain itu, pemerintah daerah meminta bantuan pangan bagi sekitar 314 ribu jiwa berupa paket sembako untuk kebutuhan enam bulan ke depan, mengingat kondisi perekonomian masyarakat Aceh Tamiang yang masih sulit, terutama menjelang hari raya dan Idulfitri.

Permintaan lainnya adalah bantuan langsung tunai (BLT) bagi sekitar 11 ribu kepala keluarga terdampak, masing-masing sebesar Rp1 juta per KK selama satu tahun guna menopang kelangsungan ekonomi rumah tangga warga.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah pusat dan daerah berharap proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Berkas Perkara Eks Dosen Polinef Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka DB Masih Ditahan di Polres Fakfak

4 November 2026 - 10:07 WIB

Eks Kapolri Sekaligus KSP Listyo Sigit Prabowo Dkk Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri Terkait Kasus Penyadapan Ilegal

4 November 2026 - 03:05 WIB

DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026 - 21:20 WIB

Kemenhub Berkomitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

3 November 2026 - 15:17 WIB

ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026

3 November 2026 - 08:26 WIB

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan

2 November 2026 - 20:10 WIB

Syahrial Abadi, penggerak perjuangan Jalan dan Jembatan Tajuk Enang-Enang, berpulang

2 November 2026 - 14:04 WIB

Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Truk di Bekasi Terjamin Santunan

2 November 2026 - 13:32 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

Trending di PERISTIWA