Menu

Mode Gelap
Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z Penumpang Angkutan Laut Lebaran Naik 9,86%, Tembus 2,02 Juta Kuota Diskon Tiket Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Penjualan Tiket KA Libur Panjang Awal April Tembus Lebih 710 Ribu, Mobilitas Penumpang Tinggi InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

RAGAM

Posko Rakyat Gelar Posschooling di Desa Terisolir Atu Payung

badge-check


 Posko Rakyat Gelar Posschooling di Desa Terisolir Atu Payung Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Di tengah keterisolasian dan trauma pascabencana, Posko Rakyat menginisiasi kegiatan posschooling bagi anak-anak Desa Atu Payung, Kabupaten Aceh Tengah. Program ini menjadi upaya menjaga keberlangsungan pendidikan dasar di wilayah yang hingga kini masih terputus dari kondisi normal.

Relawan Posko Rakyat, Wedy Sastra Yoga Bintang, mengatakan kegiatan tersebut digagas karena anak-anak tak hanya membutuhkan pangan dan tempat tinggal, tetapi juga perhatian serius di bidang pendidikan. “Selain rumah, bahan pangan, dan ekonomi yang belum tahu kapan akan pulih, ada anak-anak yang rindu kembali belajar,” ujar Wedy, Selasa, 7 Januari 2026.

Sebanyak 30 siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran posschooling dengan metode home schooling yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar sembilan tahun. Namun, keterbatasan logistik masih menjadi persoalan utama.

Relawan berusaha membawa ginset ke kampung Atu Payung Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah

“Untuk konsumsi, kami hanya mampu membagikan roti ringan. Stoknya cukup sekitar empat hari, terhitung sejak Sabtu hingga hari ini,” kata Wedy. Kondisi di lapangan disebut masih mencekam, terutama saat hujan turun. Gemuruh air dan bebatuan dari pegunungan yang mengalir deras di Sungai Atu Payung kerap memicu trauma warga, membuat mereka bergegas keluar dari rumah-rumah yang sebagian sudah dalam kondisi reot.

Relawan Posko Rakyat berupaya mengisi pagi hari dengan kegiatan hiburan dan psikososial bagi anak-anak serta pemuda desa. Ketiadaan listrik memperparah situasi. Untuk kebutuhan komunikasi, relawan membawa perangkat Starlink agar tetap terhubung dengan kota. “Namun kami hanya relawan. Kami tidak memiliki kekuatan logistik dan prasarana yang memadai,” ujarnya.

Kebutuhan hunian sementara atau huntara disebut menjadi hal mendesak. Nurisama, S.Pd., salah satu pendamping kegiatan pendidikan di Atu Payung, menegaskan bahwa tanpa huntara, sulit menggerakkan aktivitas warga. “BBM sangat sulit, kalaupun ada harganya jauh dari jangkauan. Hasil pertanian pun sebagian tidak bisa dijual,” katanya.

Meski berada dalam situasi mencekam, semangat belajar anak-anak tetap menyala. Mereka datang mengikuti posschooling dengan mengenakan seragam olahraga sekolah. “Hari ini mereka rindu belajar,” ujar Nurisama. “Pendidikan tetap harus berjalan, di tengah keterbatasan apa pun.”*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang

3 April 2026 - 19:21 WIB

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Trending di RAGAM