Wartatrans.com, FAKFAK — Masyarakat Kabupaten Fakfak perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prediksi kualitas udara yang disampaikan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (PAG) Sorong, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kabupaten Fakfak diperkirakan berada dalam kategori sedang pada 28 hingga 30 September 2026.
Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data prediksi kualitas udara untuk wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya yang disampaikan Stasiun PAG Sorong melalui informasi MKKuG.
Dalam prediksi tersebut, pada 28 September 2026, Kabupaten Fakfak masuk kategori sedang dengan rentang konsentrasi PM2.5 sebesar 15,6–55,4 µg/m³.
Kondisi serupa diperkirakan terjadi pada 29 September 2026, ketika Fakfak kembali berada dalam kategori sedang. Sementara pada 30 September 2026, Fakfak juga diprediksi masih berada pada kategori yang sama.
Stasiun PAG Sorong menjelaskan, PM2.5 merupakan partikulat atau partikel udara berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikron (µm). Karena ukurannya sangat kecil, partikulat ini menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.
Adapun nilai ambang batas (NAB) PM2.5 selama 24 jam yang dicantumkan dalam informasi tersebut adalah 55 µg/m³.
Perlu Menjadi Perhatian Masyarakat
Prediksi kualitas udara ini penting menjadi informasi edukatif bagi masyarakat Fakfak, khususnya di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat.
Meski kategori sedang belum berarti seluruh masyarakat harus menghentikan aktivitas di luar ruangan, perubahan kualitas udara tetap perlu diperhatikan, terutama apabila kondisi di lapangan menunjukkan adanya peningkatan asap atau kabut asap.
Masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan sederhana, seperti mengurangi aktivitas luar ruangan apabila udara terlihat berasap atau berbau menyengat, menggunakan masker ketika berada di lingkungan yang terpapar asap, serta memperhatikan kondisi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
Pemantauan kualitas udara juga penting dilakukan secara berkala karena kondisi atmosfer dapat berubah mengikuti faktor cuaca, arah dan kecepatan angin, serta sumber emisi di sekitar wilayah terdampak.

Fakfak Diprediksi Sedang, Sorong Selatan Sempat Tidak Sehat
Dalam data Stasiun PAG Sorong, kondisi kualitas udara di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya pada 28 September 2026 cukup beragam.
Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak diprediksi berada dalam kategori baik. Sementara Fakfak bersama sejumlah daerah lainnya berada dalam kategori sedang.
Adapun Sorong Selatan diprediksi masuk kategori tidak sehat pada 28 September 2026, dengan konsentrasi PM2.5 berada pada rentang 55,5–150,4 µg/m³.
Pada 29 September, kategori baik diprediksi terdapat di Manokwari, Pegunungan Arfak dan Tambrauw. Sementara Fakfak dan sejumlah kabupaten/kota lainnya berada dalam kategori sedang.
Selanjutnya, pada 30 September 2026, seluruh wilayah yang tercantum dalam data tersebut diprediksi berada pada kategori sedang.
Informasi Prediksi, Bukan Pengukuran Sesaat
Masyarakat juga perlu memahami bahwa informasi tersebut merupakan prediksi kualitas udara untuk tiga hari ke depan, bukan pengukuran langsung kondisi udara pada setiap lokasi dan setiap waktu.
Karena itu, informasi prediksi perlu dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Apabila terjadi peningkatan asap akibat karhutla, masyarakat di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan imbauan dari instansi terkait.
Bagi Kabupaten Fakfak, informasi ini menjadi semakin penting sebagai bahan edukasi publik di tengah perhatian terhadap dampak karhutla dan asap terhadap kualitas lingkungan.
Stasiun PAG Sorong mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi kualitas udara melalui kanal resmi pemantauan atmosfer dan instansi pemerintah terkait.*** (ASAH)
Analis on Duty: SN. Nindya Utami, S.Tr.Klim.
Sumber: Stasiun Pemantau A





















