Menu ✖

Mode Gelap
Mengintip Perjalanan Hampir Seabad Kereta Makan dan Prama-Prami KAI ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF Dukung Ekosistem Logistik Nasional, IPC TPK Tunjukkan Kesiapan Teknologi Operasional kepada Mahasiswa India IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi Masyarakat Nabil Haq Berjuang Melawan Bocor Jantung dan Paru, Keluarga Butuh Dukungan Aksara Jawi Aceh Berpeluang Masuk Ekosistem Internet Global

RAGAM

Aksara Jawi Aceh Berpeluang Masuk Ekosistem Internet Global

badge-check


 Aksara Jawi Aceh Berpeluang Masuk Ekosistem Internet Global Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Aksara Jawi atau Arab Melayu yang selama ini digunakan dalam berbagai manuskrip keagamaan dan dokumen sejarah Aceh berpeluang hadir dalam ekosistem internet global.

Peluang tersebut dibahas dalam penjajakan antara Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Pemerintah Aceh terkait penerapan Aksara Jawi sebagai Internationalized Domain Name (IDN) pada tingkat Top-Level Domain (TLD).

Ketua PANDI, Isnawan, mengatakan digitalisasi aksara lokal menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, keberadaan aksara daerah di ruang digital tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga dapat membuka ruang baru bagi pengembangan konten digital dan industri kreatif.

Pemerintah Aceh menyambut positif rencana tersebut. Pemerintah daerah disebut tengah menyiapkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kemungkinan penyusunan payung hukum yang diperlukan untuk mendukung penerapan Aksara Jawi di ruang digital.

Selain Aksara Jawi Aceh, PANDI juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan sejumlah nama seperti “Indonesia”, “Indo”, atau “Nusantara” dalam aksara Jawi.

Jika terealisasi, penggunaan aksara Jawi dalam sistem nama domain dapat menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan aksara tradisional ke platform digital sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Nusantara kepada masyarakat global.

Langkah tersebut juga dinilai dapat memberikan peluang bagi lahirnya lebih banyak konten digital berbasis bahasa daerah, sekaligus memperkuat posisi aksara tradisional agar tidak hanya menjadi bagian dari manuskrip sejarah, tetapi tetap digunakan dan dikenal oleh generasi masa kini.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

Dukung Ekosistem Logistik Nasional, IPC TPK Tunjukkan Kesiapan Teknologi Operasional kepada Mahasiswa India

27 September 2026 - 21:14 WIB

IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi Masyarakat

27 September 2026 - 20:57 WIB

Nabil Haq Berjuang Melawan Bocor Jantung dan Paru, Keluarga Butuh Dukungan

27 September 2026 - 20:25 WIB

H. Fikri Hadiri Pelantikan dan Raker i-Aluspat, Dorong Program Berdampak bagi Masyarakat

27 September 2026 - 16:40 WIB

Prediksi Kualitas Udara 28–30 September, Fakfak Masuk Kategori Sedang

27 September 2026 - 15:23 WIB

Sidak Waka BGN ke SPPG Batang Disambut Sinis Wali Murid Terdampak Keracunan MBG

27 September 2026 - 14:37 WIB

Gunakan Dana Aspirasi, H. Irvan Baihaqi Realisasikan Perbaikan Jalan Pesona Citayam

27 September 2026 - 10:21 WIB

Muslimat DDII Kota Depok Tekankan Pentingnya Semangat Islami Hadapi Dampak Globalisasi

27 September 2026 - 09:33 WIB

Semarang Kota Terpanas di Indonesia, Daerah Mana Lagi Masuk 10 Besar ?

27 September 2026 - 08:57 WIB

Cemas tapi Optimis: Belajar dari Doa Nabi Ibrahim

27 September 2026 - 05:57 WIB

Trending di RAGAM