Wartatrans.com, SEMARANG — Kota Semarang di Jawa Tengah menduduki posisi puncak sebagai wilayah dengan suhu terpanas di Indonesia dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sabtu (26/09/2026), suhu panas di Semarang mencapai angka 37,1 derajat Celsius.
Rentang pemantauannya adalah Jumat, 25 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 26 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah dan Stasiun Geofisika Lampung Utara sama – sama mencatatkan cuaca panas di daerahnya
di angka 36,9 derajat Celsius. Bedanya, Semarang berada di radius lokal sedangkan Lampung menyeluruh.
Wilayah Indonesia ketiga yang terpanas adalah Berau. Lewat pemantauan Stasiun Meteorologi Kalimarau, daerah Kabupaten di Kalimantan Timur ini suhunya di angka 36,7 derajat Celsius.

Berbagai wilayah di Jawa, khususnya Jawa Tengah mendominasi 10 besar daerah terpanas di Indonesia pada periode 25 – 26 September 2026. Berikut daftar lengkapnya berdasarkan rilis BMKG 26 September 2026 pukul 10.32 WIB :
1. Semarang, Jawa Tengah (Stasiun Meteorologi Ahmad Yani) : 37,1 derajat Celsius
2. Semarang, Jawa Tengah (Stasiun Klimatologi Jawa Tengah) : 36,9 derajat Celsius
3. Lampung Utara, Lampung (Stasiun Geofisika Lampung Utara) : 36,9 derajat Celsius
4. Berau, Kalimantan Timur (Stasiun Meteorologi Kalimarau) : 36,7 derajat Celsius
5. Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara) : 36,4 derajat Celsius
6. Semarang, Jawa Tengah (Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas) : 36,3 derajat Celsius
7. Malang, Jawa Timur (Stasiun Geofisika Malang) : 36,2 derajat Celsius
8. Boyolali / Surakarta, Jawa Tengah (Stasiun Meteorologi Adi Soemarmo TNI AU) : 36,2 derajat Celsius
9. Palu, Sulawesi Tengah (Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri) : 36,1 derajat Celsius
10. Majalengka, Jawa Barat (Stasiun Meteorologi Kertajati) : 36,0 derajat Celsius
Mengingat kondisi cuaca terik yang melanda, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap dampak suhu udara tinggi.
“Menghadapi cuaca panas, masyarakat harus lebih peka terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga. Salah satu caranya adalah beristirahat di tempat sejuk jika mulai merasakan gejala pusing, lemas, atau mual akibat sengatan panas matahari,” saran Goeroeh.
Ahli meteorologi dan Sarjana statistika ini juga mengingatkan bahaya lainnya yaitu dehidrasi dan penurunan kondisi fisik. Mengatasinya, warga disarankan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan rutin meminum air putih, serta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada jam – jam puncak panas terik.
“Selain menjaga jangan sampai hidrasi, penggunaan pelindung diri seperti topi, payung, tabir surya, dan pakaian berbahan ringan sangat dianjurkan saat beraktivitas di luar rumah,” demikian Goeroeh.***
(Aditiya Widodo Putra)





















