Menu

Mode Gelap
Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026 Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026 KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun

ANJUNGAN

Priok Hadapi Dinamika Bisnis, Tantangan Logistik 2026 Menanti Solusi Strategis

badge-check


					Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad Perbesar

Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad

Wartatrans.com, JAKARTA –  Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, Capt Heru Susanto membuka secara langsung kegiatan diskusi bertema ‘Peluang dan Tantangan Bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok 2026’ yang dilaksanakan oleh Indonesia Port Editor Club (IPEC), di Jakarta pada Selasa (9/12/2025).

Hadir pada kesempatan tersebut Executive General Manager (EGM) Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputera, Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Juswandi Kristanto, dan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim.

Selain itu, Ketua Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Aris Hartoyo, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, Suwondo, Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Jaya Andi Pattonangi, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta Dharmawan Witanto.

Juga dihadiri perwakilan dari manajemen terminal petikemas di pelabuhan Tanjung Priok dan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group.

Kepala KSOP Tanjung Priok, Capt Heru Susanto dalam sambutannya mengatakan ada tiga rencana prioritas dalam waktu dekat yang saat ini disiapkan KSOP Tanjung Priok yakni; Bisnis Contnuity Management System (BCMS), Kerjasama dengan Kantor Imigrasi terkait Penerbitan Buku Pelaut, dan Satu Komando terkait Penanganan Tumpahan Minyak (Oil Boom).

“BCMS itu juga berkaitan dengan penanganan cyber security di pelabuhan,” ujar KSOP Tanjung Priok.

Capt Heru juga mengatakan bahwa dinamika bisnis dan kegiatan di pelabuhan bergerak cepat termasuk dari sisi regulasi.

“Apalagi Pelabuhan Tanjung Priok sedang alami transformasi besar dalam menciptakan daya saing di pelabuhan Priok sebagai pelabuhan internasional,” ujar Capt Heru.

EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputera mengatakan, saat ini Pelabuhan Tanjung Priok menjadi tujuan utama dari kapal-kapal dalam maupun luar negeri, dengan menghandle 65% kargo ekspor impor ataupun domestik.

“Jadi jangan sampai pelabuhan terganggu karema bisa merubah peta bisnis yang ada pelabuhan,” ujar Yandri.

Ketua INSA Jaya, Andi Pattonangi mengatakan diperlukan modernisasi, kolaborasi dan strategis yang tepat, Tanjung Priok dapat menjadi lokomotif pertumbuhan logistik dan pelayaran Indonesia menuju 2026 sehingga peluang bisnis yang terintegrasi tetap tumbuh dengan baik.

Ketua ALFI DKI Jakarta Adil Karim mengatakan, peluang aktivitas logistik tahun 2026 masih cerah , lantatan aktivitas transportasi dan pergudangan akan menjadi penopang potensi pertumbuhan ekonomi 2026 yang didorong kebutuhan e-commerce dan rantai pasok.

“Disisi lain, isu lingkungan juga kini menjadi relevan, dan peluang bisnis muncul dengan layanan logistik yang ramah lingkungan seperti penggunaan kendaraan listrik untuk pengiriman last-mile, optimasi rute untuk mengurangi emisi,” ucap Adil.

Adapun tantangannya saat ini, kata Adil, regulasi dan kebjiakan terutama berkaitan dengan kendaraan over dimension dan overload (ODOL), pembatasan angkutan barang saat Hari Raya dan Nataru.

Kendala lainnya adalah, keterlambatan adaptasi teknologi dan kurangnya infrastruktur digital, ketidakpastian geopolitik serta yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia atau SDM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Oktober 2025 sebeaar 5,05%. Adapun pertumbuhan sektor logistik tahun 2025 di proyeksi postif dengan pertumbuhan 12,53% untuk subsektor transportasi dan pergudangan.

“Pertumbuhan itu juga didorong oleh pembangunan infrastruktur, digitalisasi dan pesatnya pertumbuhan e-commerce,” ujar Adil Karim.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

2 Januari 2026 - 06:35 WIB

Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat

2 Januari 2026 - 05:51 WIB

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

2 Januari 2026 - 01:10 WIB

Presiden Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Dampak Bencana

1 Januari 2026 - 21:37 WIB

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

1 Januari 2026 - 21:20 WIB

Trending di PERISTIWA