Menu

Mode Gelap
Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20% Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan Roy Romly, Konselor dan Pegiat Sosial Siap Luncurkan Anthem Filantropi untuk Para Pejuang Kemanusiaan KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e Pelanggan Stasiun Cibadak Naik 6,46 Persen, Jadi Akses Favorit Menuju Wisata Sukabumi

ANJUNGAN

Priok Hadapi Dinamika Bisnis, Tantangan Logistik 2026 Menanti Solusi Strategis

badge-check


 Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad Perbesar

Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad

Wartatrans.com, JAKARTA –  Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, Capt Heru Susanto membuka secara langsung kegiatan diskusi bertema ‘Peluang dan Tantangan Bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok 2026’ yang dilaksanakan oleh Indonesia Port Editor Club (IPEC), di Jakarta pada Selasa (9/12/2025).

Hadir pada kesempatan tersebut Executive General Manager (EGM) Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputera, Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Juswandi Kristanto, dan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim.

Selain itu, Ketua Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Aris Hartoyo, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, Suwondo, Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Jaya Andi Pattonangi, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta Dharmawan Witanto.

Juga dihadiri perwakilan dari manajemen terminal petikemas di pelabuhan Tanjung Priok dan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group.

Kepala KSOP Tanjung Priok, Capt Heru Susanto dalam sambutannya mengatakan ada tiga rencana prioritas dalam waktu dekat yang saat ini disiapkan KSOP Tanjung Priok yakni; Bisnis Contnuity Management System (BCMS), Kerjasama dengan Kantor Imigrasi terkait Penerbitan Buku Pelaut, dan Satu Komando terkait Penanganan Tumpahan Minyak (Oil Boom).

“BCMS itu juga berkaitan dengan penanganan cyber security di pelabuhan,” ujar KSOP Tanjung Priok.

Capt Heru juga mengatakan bahwa dinamika bisnis dan kegiatan di pelabuhan bergerak cepat termasuk dari sisi regulasi.

“Apalagi Pelabuhan Tanjung Priok sedang alami transformasi besar dalam menciptakan daya saing di pelabuhan Priok sebagai pelabuhan internasional,” ujar Capt Heru.

EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputera mengatakan, saat ini Pelabuhan Tanjung Priok menjadi tujuan utama dari kapal-kapal dalam maupun luar negeri, dengan menghandle 65% kargo ekspor impor ataupun domestik.

“Jadi jangan sampai pelabuhan terganggu karema bisa merubah peta bisnis yang ada pelabuhan,” ujar Yandri.

Ketua INSA Jaya, Andi Pattonangi mengatakan diperlukan modernisasi, kolaborasi dan strategis yang tepat, Tanjung Priok dapat menjadi lokomotif pertumbuhan logistik dan pelayaran Indonesia menuju 2026 sehingga peluang bisnis yang terintegrasi tetap tumbuh dengan baik.

Ketua ALFI DKI Jakarta Adil Karim mengatakan, peluang aktivitas logistik tahun 2026 masih cerah , lantatan aktivitas transportasi dan pergudangan akan menjadi penopang potensi pertumbuhan ekonomi 2026 yang didorong kebutuhan e-commerce dan rantai pasok.

“Disisi lain, isu lingkungan juga kini menjadi relevan, dan peluang bisnis muncul dengan layanan logistik yang ramah lingkungan seperti penggunaan kendaraan listrik untuk pengiriman last-mile, optimasi rute untuk mengurangi emisi,” ucap Adil.

Adapun tantangannya saat ini, kata Adil, regulasi dan kebjiakan terutama berkaitan dengan kendaraan over dimension dan overload (ODOL), pembatasan angkutan barang saat Hari Raya dan Nataru.

Kendala lainnya adalah, keterlambatan adaptasi teknologi dan kurangnya infrastruktur digital, ketidakpastian geopolitik serta yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia atau SDM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Oktober 2025 sebeaar 5,05%. Adapun pertumbuhan sektor logistik tahun 2025 di proyeksi postif dengan pertumbuhan 12,53% untuk subsektor transportasi dan pergudangan.

“Pertumbuhan itu juga didorong oleh pembangunan infrastruktur, digitalisasi dan pesatnya pertumbuhan e-commerce,” ujar Adil Karim.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

14 Juni 2026 - 00:18 WIB

Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka

13 Juni 2026 - 19:53 WIB

PT Bejira Cipta Media Gelar Berbagi dan Doa Bersama Anak Yatim di Pesantren Tahfiz Ruhama

13 Juni 2026 - 19:29 WIB

FIFGROUP Ajak Karyawan Trekking, Kumpulkan 240 Kg Sampah dan Resmikan 4 Toilet Umum

13 Juni 2026 - 18:32 WIB

Haflah TK B Sekolah Alam Aceh Tengah Usung Tema “Gayo Day”, Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

13 Juni 2026 - 17:21 WIB

BPSDMP Sampaikan Keprihatian Mendalam Insiden KMP Aceh Hebat 2

13 Juni 2026 - 16:44 WIB

Erik Fitriadi: Kemajuan Papua Perlu Dibarengi Penguatan Dialog dan Perlindungan Warga Sipil

13 Juni 2026 - 16:16 WIB

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Pascainsiden KMP Aceh Hebat 2

13 Juni 2026 - 15:46 WIB

Podcast Halimah Munawir Tembus 200 Ribu Penonton dalam Dua Bulan, Digelar Syukuran Bersama Awak Media

13 Juni 2026 - 15:25 WIB

Jelang Liburan Sekolah, Ada Uji Petik Kelaiklautan di Pelabuhan Merak

13 Juni 2026 - 14:45 WIB

Trending di ANJUNGAN