Menu

Mode Gelap
Ramaikan GBK, Penonton Pertandingan Persija-Persib Tembus 58.961 Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026 Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

ANJUNGAN

Priok Hadapi Dinamika Bisnis, Tantangan Logistik 2026 Menanti Solusi Strategis

badge-check


 Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad Perbesar

Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad

Wartatrans.com, JAKARTA –  Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, Capt Heru Susanto membuka secara langsung kegiatan diskusi bertema ‘Peluang dan Tantangan Bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok 2026’ yang dilaksanakan oleh Indonesia Port Editor Club (IPEC), di Jakarta pada Selasa (9/12/2025).

Hadir pada kesempatan tersebut Executive General Manager (EGM) Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputera, Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Juswandi Kristanto, dan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim.

Selain itu, Ketua Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Aris Hartoyo, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, Suwondo, Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Jaya Andi Pattonangi, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta Dharmawan Witanto.

Juga dihadiri perwakilan dari manajemen terminal petikemas di pelabuhan Tanjung Priok dan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group.

Kepala KSOP Tanjung Priok, Capt Heru Susanto dalam sambutannya mengatakan ada tiga rencana prioritas dalam waktu dekat yang saat ini disiapkan KSOP Tanjung Priok yakni; Bisnis Contnuity Management System (BCMS), Kerjasama dengan Kantor Imigrasi terkait Penerbitan Buku Pelaut, dan Satu Komando terkait Penanganan Tumpahan Minyak (Oil Boom).

“BCMS itu juga berkaitan dengan penanganan cyber security di pelabuhan,” ujar KSOP Tanjung Priok.

Capt Heru juga mengatakan bahwa dinamika bisnis dan kegiatan di pelabuhan bergerak cepat termasuk dari sisi regulasi.

“Apalagi Pelabuhan Tanjung Priok sedang alami transformasi besar dalam menciptakan daya saing di pelabuhan Priok sebagai pelabuhan internasional,” ujar Capt Heru.

EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputera mengatakan, saat ini Pelabuhan Tanjung Priok menjadi tujuan utama dari kapal-kapal dalam maupun luar negeri, dengan menghandle 65% kargo ekspor impor ataupun domestik.

“Jadi jangan sampai pelabuhan terganggu karema bisa merubah peta bisnis yang ada pelabuhan,” ujar Yandri.

Ketua INSA Jaya, Andi Pattonangi mengatakan diperlukan modernisasi, kolaborasi dan strategis yang tepat, Tanjung Priok dapat menjadi lokomotif pertumbuhan logistik dan pelayaran Indonesia menuju 2026 sehingga peluang bisnis yang terintegrasi tetap tumbuh dengan baik.

Ketua ALFI DKI Jakarta Adil Karim mengatakan, peluang aktivitas logistik tahun 2026 masih cerah , lantatan aktivitas transportasi dan pergudangan akan menjadi penopang potensi pertumbuhan ekonomi 2026 yang didorong kebutuhan e-commerce dan rantai pasok.

“Disisi lain, isu lingkungan juga kini menjadi relevan, dan peluang bisnis muncul dengan layanan logistik yang ramah lingkungan seperti penggunaan kendaraan listrik untuk pengiriman last-mile, optimasi rute untuk mengurangi emisi,” ucap Adil.

Adapun tantangannya saat ini, kata Adil, regulasi dan kebjiakan terutama berkaitan dengan kendaraan over dimension dan overload (ODOL), pembatasan angkutan barang saat Hari Raya dan Nataru.

Kendala lainnya adalah, keterlambatan adaptasi teknologi dan kurangnya infrastruktur digital, ketidakpastian geopolitik serta yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia atau SDM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Oktober 2025 sebeaar 5,05%. Adapun pertumbuhan sektor logistik tahun 2025 di proyeksi postif dengan pertumbuhan 12,53% untuk subsektor transportasi dan pergudangan.

“Pertumbuhan itu juga didorong oleh pembangunan infrastruktur, digitalisasi dan pesatnya pertumbuhan e-commerce,” ujar Adil Karim.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026

12 September 2026 - 21:25 WIB

Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha

12 September 2026 - 19:04 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang

12 September 2026 - 16:23 WIB

KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik

12 September 2026 - 16:18 WIB

Gempa M6,5 Guncang Laut Jawa, Getaran Dirasakan di Jakarta hingga Jawa Tengah

12 September 2026 - 07:25 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

Potensi Rp8.000 Triliun Industri Olahraga dan Tantangan Monetisasi

11 September 2026 - 21:36 WIB

Bansos Digital Jangkau 50 Juta Warga

11 September 2026 - 21:31 WIB

Poestaka Betawi Dihidupkan Kembali, Upaya Menyelamatkan Jejak Literasi Betawi

11 September 2026 - 20:30 WIB

Kemarau 2026, Sejumlah Sungai Indonesia Menyusut Ekstrem hingga Dasarnya Terbuka

11 September 2026 - 20:20 WIB

Trending di RAGAM