Menu ✖

Mode Gelap
Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah

ANJUNGAN

Priok Hadapi Dinamika Bisnis, Tantangan Logistik 2026 Menanti Solusi Strategis

badge-check


 Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad Perbesar

Gelaran IPEC diskusi Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2026. Foto istimewa/ahmad

Wartatrans.com, JAKARTA –  Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, Capt Heru Susanto membuka secara langsung kegiatan diskusi bertema ‘Peluang dan Tantangan Bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok 2026’ yang dilaksanakan oleh Indonesia Port Editor Club (IPEC), di Jakarta pada Selasa (9/12/2025).

Hadir pada kesempatan tersebut Executive General Manager (EGM) Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputera, Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Juswandi Kristanto, dan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim.

Selain itu, Ketua Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Aris Hartoyo, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, Suwondo, Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Jaya Andi Pattonangi, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta Dharmawan Witanto.

Juga dihadiri perwakilan dari manajemen terminal petikemas di pelabuhan Tanjung Priok dan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group.

Kepala KSOP Tanjung Priok, Capt Heru Susanto dalam sambutannya mengatakan ada tiga rencana prioritas dalam waktu dekat yang saat ini disiapkan KSOP Tanjung Priok yakni; Bisnis Contnuity Management System (BCMS), Kerjasama dengan Kantor Imigrasi terkait Penerbitan Buku Pelaut, dan Satu Komando terkait Penanganan Tumpahan Minyak (Oil Boom).

“BCMS itu juga berkaitan dengan penanganan cyber security di pelabuhan,” ujar KSOP Tanjung Priok.

Capt Heru juga mengatakan bahwa dinamika bisnis dan kegiatan di pelabuhan bergerak cepat termasuk dari sisi regulasi.

“Apalagi Pelabuhan Tanjung Priok sedang alami transformasi besar dalam menciptakan daya saing di pelabuhan Priok sebagai pelabuhan internasional,” ujar Capt Heru.

EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputera mengatakan, saat ini Pelabuhan Tanjung Priok menjadi tujuan utama dari kapal-kapal dalam maupun luar negeri, dengan menghandle 65% kargo ekspor impor ataupun domestik.

“Jadi jangan sampai pelabuhan terganggu karema bisa merubah peta bisnis yang ada pelabuhan,” ujar Yandri.

Ketua INSA Jaya, Andi Pattonangi mengatakan diperlukan modernisasi, kolaborasi dan strategis yang tepat, Tanjung Priok dapat menjadi lokomotif pertumbuhan logistik dan pelayaran Indonesia menuju 2026 sehingga peluang bisnis yang terintegrasi tetap tumbuh dengan baik.

Ketua ALFI DKI Jakarta Adil Karim mengatakan, peluang aktivitas logistik tahun 2026 masih cerah , lantatan aktivitas transportasi dan pergudangan akan menjadi penopang potensi pertumbuhan ekonomi 2026 yang didorong kebutuhan e-commerce dan rantai pasok.

“Disisi lain, isu lingkungan juga kini menjadi relevan, dan peluang bisnis muncul dengan layanan logistik yang ramah lingkungan seperti penggunaan kendaraan listrik untuk pengiriman last-mile, optimasi rute untuk mengurangi emisi,” ucap Adil.

Adapun tantangannya saat ini, kata Adil, regulasi dan kebjiakan terutama berkaitan dengan kendaraan over dimension dan overload (ODOL), pembatasan angkutan barang saat Hari Raya dan Nataru.

Kendala lainnya adalah, keterlambatan adaptasi teknologi dan kurangnya infrastruktur digital, ketidakpastian geopolitik serta yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia atau SDM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Oktober 2025 sebeaar 5,05%. Adapun pertumbuhan sektor logistik tahun 2025 di proyeksi postif dengan pertumbuhan 12,53% untuk subsektor transportasi dan pergudangan.

“Pertumbuhan itu juga didorong oleh pembangunan infrastruktur, digitalisasi dan pesatnya pertumbuhan e-commerce,” ujar Adil Karim.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Trending di JALUR