Menu

Mode Gelap
Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

RAGAM

Refleksi Hari Pers 2026, Tantangan Berat Industri Media Massa ke Depan

badge-check


 Bedah buku dalam rangkaian Hari Pers Nasional Perbesar

Bedah buku dalam rangkaian Hari Pers Nasional

Wartatrans.com, JAKARTA – Refleksi Hari Pers Nasional 2026, banyak catatan yang kurang baik dari rapor industri pers di tanah air.

Ya, di sepanjang 2025, badai PHK wartawan di sejumlah perusahaan media arus utama menjadi isu sentral dari wajah pers saat ini.

Kondisi pers sedang tidak baik-baik saja. Pers kian rapuh sebagai pilar demokrasi. Dari sektor industri, pers kian morat marit laju kas perusahaannya.

Mantan sekjen PWI yang juga pendiri Forum Wartawan Kebangsaan Hendry Ch Bangun mengatakan, pers berada di tahun vivere pericoloso, nafasnya sudah di leher, butuh terobosan agar pers kembali pilar utama demokrasi.

Wajah pers saat ini dan nasib pers ke depan, menjadi topik utama dalam acara Refleksi Hari Pers 2026 yang digelar Forum Wartawan Kebangsaan, di Gedung Evident Institute, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Dalam acara itu, sejumlah wartawan senior berkumpul dan berdiskusi bagaimana mengembalikan pers sebagai pilar demokrasi yang kuat dengan dukungan sektor bisnis media massa yang stabil.

Menjawab tantangan itu, acara Refleksi Hari Pers 2026 meluncurkan buku Connecting Media Massa, Transformasi TV berita di era mediamorfosis, karya Taufan Hariyadi, praktisi media massa, produser senior tvOne yang juga akademisi.

Dalam bukunya, dia menyebut, TV berita arus utama akan menjadi lembaga validasi dari sebuah peristiwa. Konsekuensinya, TV berita akan menjadi second screen bagi publik.

Taufan melihat kondisi pers hari ini dari tiga perspektif, yaitu fungsinya, teknologi, dan bisnisnya.

“Kondisi media massa terutama tv berita berada pada kondisi bahaya. Fungsi persnya sudah tidak setajam dulu. Siapa yang nonton tv berita sekarang?. Dari sisi teknologi, tv berita sudah kalah dengan digital platform global. Tv berita sifatnya stickiness, platform global sifatnya spreadable. Size bisnis tv berita juga terus mengecil.”

Menurut taufan, sudah saatnya tv berita konvensional menjadikan platform global menjadi ekosistem media massanya. Bukan sekedar etalase distribusi produk jurnalistik konvensionalnya, sekadar memotong-motong konten tv konvensional lalu diunggah di platform global.

“Newsroom tv berita kedepan harus menjadi newskestra room. Ruang redaksi yang menghasilkan harmoni berita, bukan hanya konten dan kemasan, tetapi juga deliverynya hingga ke tangan audiens. If it is doesn’t spread, it’s dead,” ungkap Taufan.

Sejumlah ide dan gagasan, Taufan paparkan dalam bukunya Connecting Media Massa. Termasuk  bagaimana tv berita harus mengolah multikonten untuk multiplatform. Tv berita sudah harus bermain di arena pertandingan medium platform global, demi menjaga keseimbangan informasi hasil produksi netizen sekaligus memberikan informasi yang baik bagi publik.

Kordinator FWK menyatakan, kondisi kehidupan pers saat ini memang memprihatinkan secara umum, semua platform sebagaimana juga yang terjadi di televisi sebagaimana ditulis di buku Taufan.

Oleh karena itu masyarakat pers harus terus berusaha mencari jalan keluar agar fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi dapat terus dilakukan. Yakin menyuarakan aspirasi masyarakat, bersikap kritis terhadap penyelenggara negara, menjaga kemerdekaan pers untuk kemajuan bangsa dan negara.

Dalam kaitan itu pula kerja sama dengan Evident Institute menjadi penting, dengan riset-riset tentang kehidupan pers, dan mencari terobosan untuk menghadapi tantangan pers yang semakin besar. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Garuda Indonesia Sebut Kinerja Positif GMFI jadi Sinyal Kuat Pemulihan Grup

2 April 2026 - 15:59 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Pengukuhan Imuem Syiek Abu Indrapuri Picu Polemik, Kuasa Hukum BKM Minta Polda Periksa Bupati Aceh Besar

2 April 2026 - 14:56 WIB

Trending di RAGAM